
Zea dan Amel saling berebut menuju Papan Pengumuman dengan Mahasiswa lainnya.
Sedangkan aku hanya menunggu mereka yang berdesak-desakkan.
" Senja ?".
Aku menoleh ke arah suara yang sedang memanggil namaku.
" Pak Reo ".
" Kenapa kamu tidak melihat tempat KKN mu seperti mereka . Apa tidak Penasaran ".
" Enggak sama sekali ".
" Oh iya , Aku akan menjadi Pembimbingmu selama KKN nanti ". Ungkapnya padaku.
" Apa !! ". Ucapku Reflek terkejut.
" Kenapa ? ".
" Bapak cari yang lain saja deh jangan jadi Pembimbingku ".
" Mahasiswaku bukan hanya kamu saja . Kamu pikir hanya mengurusmu saja ".
Bukan Pak Reo namanya apabila tidak bikin Kesal dan Jengkel.
Kalau saja bukan Dosen sudah kupastikan ku cekik lehernya.
" Senja , Gue dan Amel masuk ke Perusahaan Bramasta ". Seru Zea.
" Oh , Bagus akhirnya kalian bisa masuk ke kandang Macan ".
" Maksut Lo ". Tanya Zea Keheranan.
" Ya kan Lo tau sendiri seperti apa Pemiliknya bahkan Satpamnya saja belaguk ".
" Tapi Lo juga KKN disana Sen ". Sahut Amel.
" Apa Lo bilang ! Gue juga KKN disana ". Kejutku.
" Iya . Gue , Zea , Lo , Celin dan Lisa ? Coba lihat saja sendiri takutnya salah baca ."
__ADS_1
Merasa Penasaran terpaksa melihat dan harus berdesakan dengan Mahasiswa lainnya.
" Ohh Apa yang mereka katakan benar adanya , Kenapa mesti di Perusahaannya sih gak ada pilihan lainnya apa ".
Sejenak aku berpikir lalu teringat akan Perkataan Pak Reo , Jika dia akan menjadi Pembimbingku yang berarti ini semua atas Pengaturan darinya.
Meski KKNnya masih lama namun rasanya ingin berpindah tempat daripada harus satu kantor dengan Candu Bramasta yang menyebalkan .
" Aduhh bakal bahaya kalok terus-terusan bebarengan .. lama-lama bisa jatuh cinta gue sama diaa ". Ungkapku dalam hati.
" Senja ? Gue numpang pulang sama Lo ya Motor Gue dipake Papa soalnya ".
" Gue gak bawa Mobil Zee ".
" Lah , Tumben gak bawa Mobil ".
" Mulai saat ini Mama menyuruh Sopir buat antar Jemput ".
" Ya udah numpang juga lah sekalian , gimana ?".
" Enggak ? Nanti pulangnya aku harus mampir dulu ke Kantor Papa ada urusan ".
" ihh Pelit banget sih Sen , Gak Asyik deh Lo ".
" Jadi Penasaran sama Sopir Lo deh Sen ahh Gue mau nunggu Sopir Lo datang ". Antusias Zea.
" Jangan Ganjen ya Lo Sopir Gue uda Punya Istri , Mau Lo dijadikan yang ke dua ".
" Yang bener Lo !! ihh serem kali yauda deh Gue balik dulu ".
Selepas Kepergian Zea , Mobil Mas Candu sudah stanby di Depan Kampus.
" Selamat Siang Istriku ?".
" Siang juga ? Jalan " .
" Kenapa galak banget sih Neng . Ada masalah di Kampus ".
" Gak ada dan gausa Kepo deh Mas ".
Tanpa Persiapan diri seperti tadi pagi Mas Candu menarik Tengkuk Leherku dan Mengecup Bibirku .
__ADS_1
Pengen Prostes tapi dia suamiku , Pengen Nonjok Wajahnya tidak mungkin ku lakukan karena bisa masuk Kategori KDRT .
Sial , Jadi berasa seperti menjadi Bonekanya saja.
Untungnya Tampan jadi masih bisa memakluminya dan sedikit senang karena memiliki Suami Setampan Mas Candu Bramasta meski Menjengkelkan.
" Kita ke Restoran Milik Papa dan Mama ya sayang ". Ajaknya.
" Iya ".
Mas Candu memarkirkan Mobilnya di Rest Area Parkir.
" Duduklah di meja Nomor 19 oke , Tunggu aku disini ".
" Mas mau kemana ?".
" Ke dalam ngontrol dulu karena Papa dan mama memintaku untuk membantunya ".
Terpaksa menunggu dan menunggu adalah suatu hal yang paling menyebalkan lagi untukku .
Kulihat Jam yang melingkar indah ditangan kiriku ternyata sudah jam 1 beruntung sudah Sholat Dhuhur di Musolla Kampus.
" Onty Cantik ". Seorang Anak perempuan yang cantik sedang menyapaku.
" Iyaa ".
" Senang bisa bertemu lagi ".
Lagi , Dia bilang senang bisa bertemu lagi denganku .
Tidak lama kemudian Mas Candu datang menghampiriku.
" Heii , Anak Gadis Ciapa ini ". Kata Mas Candu sambil mencubit lembut pipinya.
" Aku Keponakannya aunty cantik ". Ucapnya .
Mas Candu menatap ke arahku dan secara refleknya ku gelengkan kepalaku.
" Baiklah , Sekarang Mana Mama Papanya manis ".
Sepersekian detik Seorang Wanita datang menghampiri kami.
__ADS_1
" Adinda ?".