Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Ingin menghindar


__ADS_3

Surya meminta Senja untuk pulang lebih awal agar Elang tidak mengganggunya


Besok adalah Hari Minggu semua Karyawan libur kerja termasuk Anak Magang.


Candu menjemput Senja selepas pulang dari Kantor.


*Cklek*


" Dek , Kamu didalam kan ?." Ucap Candu.


" Ya , Kenapa baru pulang kan uda lewat jam pulangnya ".


" Maksutnya ".


Senja hampir saja keceplosan pada Candu yang mengetahui jadwal masuk dan Pulang di Kantornya.


" Oh Maksutnya itu . Mas Candu biasanya pulang sebelum waktu ashar ".


" Tadi ada Pertemuan dadakan , Elang juga baru mengatakan ". Jelasnya pada senja.


" Elang ? Jangan-jangan Elang yang dimaksut Mas Candu si Pria nyebelin yang tadi di Ruangan Personalia ". Kata Senja dalam hati.


Candu masih memperhatikan Istrinya yang lagi melamun.


" Lagi melamuni apa ? Awas ya kalo macam-macam ".


" Dih, Sejak Kapan Ngelamun dilarang , Plis ga usah sok Nuduh yang enggak-enggak deh mas ".


" Ya uda , Aku mau mandi dulu . Habis Sholat Maghrib kita balik ya ".


" Hah , Balik ? Balik kemana mas ".


" Kamu jangan Sok Lupa ya , kan janji mau itu sekarang mau pura-pura lupa ?". Candu mendekati Senja .


" Ohh , Iyaa . Mandi sana ngapain deket-deket sih , mana bau Acem ...wkwkwkwk ". Ledeknya pada Candu.

__ADS_1


" Mana ada , masih harum kok kalo gak percaya sini cobak cium ".


Candu mendekat ke arah Senja namun Senja malah keluar dari Kamar .


" Awas saja nanti gak bakalan aku kasih jeda".Gumamnya.


Senja masih memikirkan apa yang telah di ucapkannya kemarin pada Candu.


" Gue nyesel , Yak ampun Bagaimana bisa semudah itu mau menyerahkan Keperawanan Gue padanya . Bego banget sih ". Senja merutuki dirinya sendiri.


Senja berharap jika waktu berputar lebih lama karena disetiap detiknya yang dia pikirkan adalah Penyesalan.


Mereka Menunaikan Sholat Maghrib berjamaah , Lalu seperti biasanya Senja dipanggil oleh Awan .


" Mulai hari ini Kakak maupun Papa dan Mama memutuskan untukmu dek , Tinggalah di Rumah Suamimu karena kamu sudah menjadi tanggungannya . Mengerti kan ".


" Kenapa ada Peraturan seperti itu ?". Protes Senja.


" Bukan Peraturan , Tapi seorang Wanita wajib mengikuti Suaminya dan jangan menambah beban untuk suamimu . Kakak sudah bilang layanilah dengan layak sepertinya kamu masih belum melayaninya dengan baik ". Selidiknya melihat Manik mata Senja.


" Akan apa ?".


" Ya , Akan pulang ke Rumah Mama Rani lah ".


" Nah , Itu Bagus . Jadi Istri Sholehah yaa jangan pernah menyakiti hati suamimu karena saat ini dia imammu ".


" Sudah kan Kultumnya , Kalo begitu Senja mau nyamperin Mas Candu biar jadi Istri Sholehahhhhhhh " .


Awan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah adik semata wayangnya.


*Cklek*


" Assalamualaikum Suami Sholehku .. Hmm ".Ucap Senja dengan Lebay.


" Abis makan apasih ? Tiba-tiba Alay gitu ."

__ADS_1


" Salah yaa , Oke aku tarik Ucapannya tadi ".


" Bukan begitu dek , Kamu tambah imut aja kalo lagi lebay gitu ". Gumamnya.


" Memuji apa meledek sih . Ya sudah deh aku ngantuk ! Mau bobok ".


" Eeehhh , Boboknya gak disini yaa ? Jangan coba-coba Ingkar janji ". Peringatannya pada Senja.


" Iyaa.. Iyaa.. Ayok pulang sebelum berubah pikiran ".


" Berangkat ".


Mereka berpamitan pada Keluarga Senja , sepanjang perjalanan Senja merasa Gugup dan tidak tenang.


" Gilakk , Bakalan Jebol gawang gue kok dia jadi berubah jadi serem banget ". Ucapnya dalam hati.


Candu pura-pura fokus menyetir namun dia sudah tau jelas bagaimana Perasaan Istrinya saat ini.


Senja melihat ke arah Candu yang sepertinya sedang tertawa kecil.


" Ngapan tertawa gitu !" . Protesnya.


" Memang kenapa ? Apakah ada larangan ".


" Jangan bilang lagi menertawakanku ".


" Tambah Gemes ajah sih Istri kecilku ini , Sudah gak sabar nyampeknya ". Ucap Candu sambil menyeringai bagai seekor Serigala.


" Mas , Kayaknya Perutku sakit deh ". Keluh Senja sambil memegangi Perutnya.


" Jangan bilang kamu mau datang bulan hari ini , Seingatku jadwal DB Kamu bukan hari ini masih kurang 2 mingguan ". Ungkapnya yang mengejutkan Senja.


" Apa !!! Mas Candu bahkan sudah ---- Astaga mas segitunya sih ". Ucapnya dengan Pasrah.


" Jangan pernah ingkar dengan apapun yang telah kau katakan itu , Ingat 3 bulan yang lalu kamu sudah bersalah padaku dan kamu sendiri loh yang mengatakannya sendiri kalau sudah siap lahir dan batin ". Jelasnya secara rinci.

__ADS_1


Senja menghela nafasnya , Karena sudah tidak ada waktu lagi untuk Protes .


__ADS_2