Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Diganggu


__ADS_3

Candu ingin sekali berkata Jujur pada Senja namun sepertinya tidak mungkin melihat Keadaan Senja yang kemungkinan tidak bisa diajak Kompromi.


Sebenarnya Candu lebih tertarik pada Senja yang menurutnya sangat menggemaskan terlebih lagi dia Istri Sahnya.


Sedangkan Aruni , beberapa kali Candu memberi Peringatan agar tidak terlalu lama di Luar Negeri dan akan secepatnya menikahi Aruni namun sungguh disayangkan mereka harus memilih Jalan masing-masing untuk sementara.


Dan saat ini Aruni menghubungi Candu bahkan mengatakan jika dalam setengah tahun lagi dia akan kembali.


" Bagaimana jika Aruni tau kenyataannya jika Aku sudah menikah ".


Candu tak bisa jika harus berhadapan dengan Aruni mengatakan sesungguhnya , Karena Wanita ini sangat dicintai oleh Candu.


Entah Seperti apa Pesona dari Aruni sehingga membuat Candu tak berdaya apabila berada di dekatnya.


Namun tak bisa dipungkiri juga Pesona Senja telah mencuri Hati Candu yang selalu setia pada Aruni.


Di Kampus.


Senja , Zea dan Amel terlihat sedang sibuk dengan Makalah masing-masing.


" Semakin hari semakin kebut-kebutan nih Tugas Lama-lama Otak gue cair ". Keluh Zea.


" Namanya juga Butuh Perjuangan , Kalo mau gak mikir sono Lo kawin aja ". Kataku yang mengomentari Keluhan Zea.


" Setidaknya setahunan lagi kita bakalan magang di Perusahaan gak akan ribet sama Tugas beginian ". sambung Amel.


" Kata Siapa ? Sotoy banget sih Mel , Nih ya setahu gue Anak Magang malah banyak Tugasnya entar .. bisa-bisa jadi Pesuruh Senior ". Sahutku pada Amel.


" Ribet banget dah , Guys abis jam Bu Dinda kita ke Cafe Viral yuk ". Kata Zea.


Aku dan Amel masih belum menjawab dengan apa yang dikatakan oleh si Zea karena lagi Fokus ke Makalah.


" Senja !!! Amel , duhh Kalian budeg yaa . Temen ngomong gak di dengerin ".Zea menyentak karena Emosi Zea mulai kumat.


" Lo bisa liat ga sih , nih tugas belum selesai ". Aku juga membalas Sentakan Zea.

__ADS_1


Aku dan Amel sudah menyelesaikan Tugas untuk hari ini namun si Zea sepertinya lagi Bad Mood banget .


" Zee , Lo PMS ya . Sejak tadi uring-uringan mulu uda deh Lo selesaikan nih Tugas entar kita jalan ya nggak Sen ". Hibur Amel pada Zea.


" Boleh , Dah selesaikan Tugas Lo ".


Materi Kuliah hari ini telah berakhir dan waktunya untuk kembali ke rumah , namun sepertinya harus dipending karena Zea meminta Waktu untuk menemaninya Jalan-jalan.


Kami berjalan melewati koridor Kampus Dan tiba-tiba seseorang mendatangiku.


" Heh Junior Sok Cantik ,Lo kan yang namanya Senja ". Ucap Wanita yang menjadi Senior kami itu.


" Iya , Ada apa ya ". Jawabku santai.


" Dih , Belaguk banget dia Ras . Uda kasih pelajaran aja dia biar gak kegatelan terus ".


Senior yang tiba-tiba mendatangi kami ada 4 orang Wanita , entah apa permasalahannya sehingga mereka mencari gara-gara.


" Tunggu-tunggu , Kamu bilang aku kegatelan emang badanku ada ulat bulunya yaa ." Timpalku pada Salah satu Wanita yang menjadi Kompor.


" Astaga , Kalian ini gak ada Kerjaan apa ? Senior itu harusnya ngasih contoh yang baik gitu lo ". Sahut Amel.


" Minggir jangan ngehalangi kami jalan ". Sambung Zea yang lagi BadMood.


*Plak *


Salah satu Senior itu menampar Pipi Zea , Seketika dengan Reflek aku membalasnya karena merasa tak terima Sahabatku diperlakukan kasar.


* Plak *


*Plak*


*Plak*


*Plak*

__ADS_1


Aku menampar semua Seniorku , mereka tidak tau sifat asliku sebenarnya.


Mereka tercengang kala aku menampar semuanya tanpa luput.


" Majulah kalo mau balas , jangan bisanya Mbacot Lo pada . Jangan main kasar sama Sahabat gue ". Omelanku sepertinya membuat salah satu dari mereka mendekat.


Wanita itu ingin menamparku namun segera kutepis dan kuplintir tangannya hingga berteriak histeris karena kesakitan.


Selanjutnya ada yang tak terima dan ingin membalas .


Dia mendekat sepertinya mau menjambak rambutku.


Gerakkan tentu sudah kutebak , sebelum menjambak rambutku sudah kubuat hal yang sama seperti temannya .


Tangan Kanan dan Kiriku sudah Beraksi namun mereka ada Empat .


Kedua Senior itu juga mendekat , Kulihat Amel ingin membantuku namun ditahan oleh Zea.


Kubuat Empat orang Senior tersebut berantakan dan kapok karena telah mengganggu bahkan berani menyiksa Sahabatku , Zea.


" Kalian menantangku kan ayo bangun jangan jadi Orang Cengeng ".


Sebagian ada yang menangis karena kesakitan , Mereka hanya berani dimulut saja .


" Jangan mentang-mentang Lo bisa buat kami seperti ini bisa sok , Lihat saja nanti akan gue balas ".


Zea yang sejak tadi diam segera melakukan aksinya dengan mengambil Sampah dan melemparkannya ke mereka.


*Srekk*


" Apa ini ,.. Hueekkk bau ".


" Ras , ini ? ihhh Sial banget sih Gue uda mahal-mahal bayar Salon malah kek gini ".


" Kalian Keterlaluan ".

__ADS_1


Kali ini Si Amel yang akan menutup Aksi akhir agar mereka semua Kapok dan tidak mengganggu kami lagi.


__ADS_2