
Perkiraan Zea memang benar adanya jika Amel pastilah begitu.
" Sudah kuduga akan seperti itu ". Ucap Zea dengan Mengembikkan mulutnya .
" Ya sudah, Gue akan mentraktir Lo dengan satu syarat ". Kataku yang tidak gratis.
" Pake syarat pula ". Jawabnya yang terlihat kecewa .
" Gue akan membayar apa yang di butuhkan Lo tapi hanya untuk hari ini saja dengan syarat Lindungi gue dari serangan Kak Bayu ".
" Hah , Serangan ". Amel Keheranan.
" Serius hanya itu saja Syaratnya Sen , Gue mah gampang . Gue juga mau kali tawaran itu Sen ...". Rengek Si Zea.
" Zee , udalah inikan hari spesialnya Amelia Pramita Diandra ".
" Jadi Terharu deh , Ahh Senja pengen peluk nih ".
" iihh Ogahh , jangan mendekat yaa . Gue masih normal ".
" Kita ke Pantai mana nih ". Kata Zea .
" Pantai Pesisir Pelangi yok ." Kataku .
" Boleh , Tapi bukankah disana jarang ada Penjual yaa bagaimana kita bisa menganalisis ". Sahut Zea.
" Ya , Tapi kan banyak Property yang berdiri disana . " Jelasku pada Kedua temanku.
" Maksutnya gimana sih ?".
" Mel, Zee , Kita gak akan pergi mengerjakan tugas saja tapi sekalian bersenang-senang . Gue akan menyewa Hotel dekat pantai gimana ?".
" Horang Kaya mah Bebas ". Sahut Amel.
" itung-itung ini itu Hadiah lo kali , Pokoknya Gue minta lebih dari ini ya Sen ,. Gue adalah Sahabat terlama dan terdebest buat Lo ". Kata Zea.
" Dihh , Apa'an sih Zee ? Udah ah gak jadi ngajak kalian berdua , banyak komentar mulu dari tadi ". Omelku pada Mereka.
Aku pergi meninggalkan mereka di depan kelas.
Dan Akhirnya menyusul.
__ADS_1
" Ehh...Sen, Maafin gue lah ". Kata Zea.
" Mang Lo salah apa sih ".
" Ya , Gue mau kok ngikutin kata-kata lo yakan Mel ".
Amel menganggukan kepalanya.
" Yasudah , Gue mau pulang dulu sekalian siap-siap bawa baju ganti kan mau nginep di hotel ".
" Lo jadi kan bawa Kita ". Sahut Amel.
" Emang Lo gak mau ngerjakan Tugas dari Si Oreo ". Kataku.
" Mel, Lo jangan buat moodnya rusak .. hmm ya sudah kita ketemuan dimana nih ". Sambung Zea.
" Terserah , Kita calling-calling aja ". Kataku sambil berjalan menunggu Parkiran.
Sebelum pulang ke Rumah Mas Candu , Ya aku akan memanggilnya Mas Candu kusempatkan diri untuk ke Rumah menyiapkan semua Kebutuhan termasuk mengambil Ponsel lamaku pada Kak Awan.
" Loh Loh , Senja ? Kok datang cuma sendirian mana Mas Candunya ". Ledek Kak Aruna.
" Lupa gak dibawa kak , Senja pulang cuma mau ambil kebutuhan aja "
Semua sudah siap dan berangkat ke Pantai Pesisir Pelangi.
Kami bertiga akhirnya bertemu di Pintu Masuk Pantai.
" Senja , Menurut Informasi yang gue baca di Google nih yaa . Hotel Dubras Rekomendasi buat Pengunjung seperti kita , nih liat aja Foto -Foto Viewnya ". Amel menunjukkan Layar Ponselnya.
" Ya ya Miss Google memang Top Markotop soal Informasi beginian ". Sahut Zea.
" Oke , Bersiap-siaplah ". Jawabku.
Kami Check In di Hotel Dubras yang dimaksut oleh Amel , Pelayanannya cukup ramah.
Kami memesan 1 Kamar saja untuk bertiga namun si Amel hanya ingin tidur sendiri mengingat ini adalah Kesempatan yang mungkin tidak bisa di dapatkan lagi secara gratis.
Jadi Memesan 2 Kamar saja.
Kamar 18 dan Kamar 19 adalah Kamar kami .
__ADS_1
" Gue Kamar 18 aja deh ". Kata Amel.
" Yaa , Zee yakin mau sama Gue nih . Gak akan pesen kamar sendiri kek Amel tuh entar nyesel ". Sindirku pada Zea.
" Enggak , Lebih baik sama Lo aja sekalian Curhat ". Jawabnya.
Jam mulai menunjukkan Pukul 3 Sore , Sesudah Sholat Ashar kami segera meluncur ke Pantai untuk menganalis Tugas dan Bersenang-senang .
" Setelah beberapa tahun gak pernah ke Pantai , Gilaa keren banget Viewnya ". Kata Zea terkesima.
" Bagaimana kalo kita main Pasir - Pasiran ". Sahut Amel.
" Tunggu apa lagi , Ayo ". Jawabku.
Kami bermain Pasir yang ada dipantai , Aku si Paling cuek tapi jahil segera mempunyai ide untuk menakuti Zea,
" Stststst ". Kataku pada Amel.
Amel dengan Spontan menutup mulutnya untuk menahan tawanya.
Aku menemukan Hewan Sejenis Ubur-ubur entahlah itu Hewan Laut apa , Aku mengambilnya lalu keletakan ke Tangan Zea .
" Aaaaahhh.. iihhh apa sih nih kok kenyel-kenyel gituh.. Senjaa Lo tetep aja yaa kagak pernah berubah taukk ahh ". Zea marah.
Si Zea paling gak suka sama hewan laut seperti Cumi , Gurita .
" Senja Lo tuh yaa jahil banget liat tuh Si Zea ngambek ".
Zea pergi meninggalkan aku dan Amel karena merasa marah dan jengkel.
Tak terasa hari mulai gelap,
" Senja , Sunsetnya begitu sempurna ". Kata Amel.
" Senja itu adalah Namaku ".
" Bukan Senja Lo kali , nohhh Senja di Langit biru yang berubah jadi Jingga ". Jawab Amel.
" Jawabnya gausa sewot darmi ".
" Ya , Senjahil ".
__ADS_1
Kami berdua tertawa terbahak-bahak karena sama-sama Koplak.