Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Pantai


__ADS_3

Perkiraan Zea memang benar adanya jika Amel pastilah begitu.


" Sudah kuduga akan seperti itu ". Ucap Zea dengan Mengembikkan mulutnya .


" Ya sudah, Gue akan mentraktir Lo dengan satu syarat ". Kataku yang tidak gratis.


" Pake syarat pula ". Jawabnya yang terlihat kecewa .


" Gue akan membayar apa yang di butuhkan Lo tapi hanya untuk hari ini saja dengan syarat Lindungi gue dari serangan Kak Bayu ".


" Hah , Serangan ". Amel Keheranan.


" Serius hanya itu saja Syaratnya Sen , Gue mah gampang . Gue juga mau kali tawaran itu Sen ...". Rengek Si Zea.


" Zee , udalah inikan hari spesialnya Amelia Pramita Diandra ".


" Jadi Terharu deh , Ahh Senja pengen peluk nih ".


" iihh Ogahh , jangan mendekat yaa . Gue masih normal ".


" Kita ke Pantai mana nih ". Kata Zea .


" Pantai Pesisir Pelangi yok ." Kataku .


" Boleh , Tapi bukankah disana jarang ada Penjual yaa bagaimana kita bisa menganalisis ". Sahut Zea.


" Ya , Tapi kan banyak Property yang berdiri disana . " Jelasku pada Kedua temanku.


" Maksutnya gimana sih ?".


" Mel, Zee , Kita gak akan pergi mengerjakan tugas saja tapi sekalian bersenang-senang . Gue akan menyewa Hotel dekat pantai gimana ?".


" Horang Kaya mah Bebas ". Sahut Amel.


" itung-itung ini itu Hadiah lo kali , Pokoknya Gue minta lebih dari ini ya Sen ,. Gue adalah Sahabat terlama dan terdebest buat Lo ". Kata Zea.


" Dihh , Apa'an sih Zee ? Udah ah gak jadi ngajak kalian berdua , banyak komentar mulu dari tadi ". Omelku pada Mereka.


Aku pergi meninggalkan mereka di depan kelas.


Dan Akhirnya menyusul.

__ADS_1


" Ehh...Sen, Maafin gue lah ". Kata Zea.


" Mang Lo salah apa sih ".


" Ya , Gue mau kok ngikutin kata-kata lo yakan Mel ".


Amel menganggukan kepalanya.


" Yasudah , Gue mau pulang dulu sekalian siap-siap bawa baju ganti kan mau nginep di hotel ".


" Lo jadi kan bawa Kita ". Sahut Amel.


" Emang Lo gak mau ngerjakan Tugas dari Si Oreo ". Kataku.


" Mel, Lo jangan buat moodnya rusak .. hmm ya sudah kita ketemuan dimana nih ". Sambung Zea.


" Terserah , Kita calling-calling aja ". Kataku sambil berjalan menunggu Parkiran.


Sebelum pulang ke Rumah Mas Candu , Ya aku akan memanggilnya Mas Candu kusempatkan diri untuk ke Rumah menyiapkan semua Kebutuhan termasuk mengambil Ponsel lamaku pada Kak Awan.


" Loh Loh , Senja ? Kok datang cuma sendirian mana Mas Candunya ". Ledek Kak Aruna.


" Lupa gak dibawa kak , Senja pulang cuma mau ambil kebutuhan aja "


Semua sudah siap dan berangkat ke Pantai Pesisir Pelangi.


Kami bertiga akhirnya bertemu di Pintu Masuk Pantai.


" Senja , Menurut Informasi yang gue baca di Google nih yaa . Hotel Dubras Rekomendasi buat Pengunjung seperti kita , nih liat aja Foto -Foto Viewnya ". Amel menunjukkan Layar Ponselnya.


" Ya ya Miss Google memang Top Markotop soal Informasi beginian ". Sahut Zea.


" Oke , Bersiap-siaplah ". Jawabku.


Kami Check In di Hotel Dubras yang dimaksut oleh Amel , Pelayanannya cukup ramah.


Kami memesan 1 Kamar saja untuk bertiga namun si Amel hanya ingin tidur sendiri mengingat ini adalah Kesempatan yang mungkin tidak bisa di dapatkan lagi secara gratis.


Jadi Memesan 2 Kamar saja.


Kamar 18 dan Kamar 19 adalah Kamar kami .

__ADS_1


" Gue Kamar 18 aja deh ". Kata Amel.


" Yaa , Zee yakin mau sama Gue nih . Gak akan pesen kamar sendiri kek Amel tuh entar nyesel ". Sindirku pada Zea.


" Enggak , Lebih baik sama Lo aja sekalian Curhat ". Jawabnya.


Jam mulai menunjukkan Pukul 3 Sore , Sesudah Sholat Ashar kami segera meluncur ke Pantai untuk menganalis Tugas dan Bersenang-senang .


" Setelah beberapa tahun gak pernah ke Pantai , Gilaa keren banget Viewnya ". Kata Zea terkesima.


" Bagaimana kalo kita main Pasir - Pasiran ". Sahut Amel.


" Tunggu apa lagi , Ayo ". Jawabku.


Kami bermain Pasir yang ada dipantai , Aku si Paling cuek tapi jahil segera mempunyai ide untuk menakuti Zea,


" Stststst ". Kataku pada Amel.


Amel dengan Spontan menutup mulutnya untuk menahan tawanya.


Aku menemukan Hewan Sejenis Ubur-ubur entahlah itu Hewan Laut apa , Aku mengambilnya lalu keletakan ke Tangan Zea .


" Aaaaahhh.. iihhh apa sih nih kok kenyel-kenyel gituh.. Senjaa Lo tetep aja yaa kagak pernah berubah taukk ahh ". Zea marah.


Si Zea paling gak suka sama hewan laut seperti Cumi , Gurita .


" Senja Lo tuh yaa jahil banget liat tuh Si Zea ngambek ".


Zea pergi meninggalkan aku dan Amel karena merasa marah dan jengkel.


Tak terasa hari mulai gelap,


" Senja , Sunsetnya begitu sempurna ". Kata Amel.


" Senja itu adalah Namaku ".


" Bukan Senja Lo kali , nohhh Senja di Langit biru yang berubah jadi Jingga ". Jawab Amel.


" Jawabnya gausa sewot darmi ".


" Ya , Senjahil ".

__ADS_1


Kami berdua tertawa terbahak-bahak karena sama-sama Koplak.


__ADS_2