
Candu menunggu Jeni dan Bimo sambil mondar - mandir seperti obat nyamuk .
" Nak , tenanglah jangan tegang ". Ucap Mama Rani.
" Iya , tapi aku uda ga sabar ma ".
" Bagaimanapun juga hari ini adalah momen penentuan ma , seharusnya juga bisa membuktikan padanya jika aku tidak berhianat ". Kata Candu.
Jeni dan Bimo merasa jika ada beberapa orang mencurigakan di luar laboratorium , untuk itu akan berhati - hati .
" Sepertinya di luar ada orang aneh ". Kata Bimo.
" Bagaimana jika kita ajak dia bermain - main dulu ". Usul Jeni.
" Boleh ".
Bimo yang pertama kali keluar dari Ruangan Laboratorium , ternyata dugaannya benar jika ada seseorang yang bertingkah aneh di sekitar laboratorium.
Seseorang itu berpura - pura meminta tolong pada Bimo untuk menunjukkan suatu ruangan yang mana hari ini dia akan memperbaiki kerusakan yang ada di dalam ruangan itu.
" Benar , ruangan rapat memang kerap kali terjadi trouble pada listriknya. Mohon tuan untuk membantu memperbaikinya ". Ujar Bimo.
Bimo sengaja membawa surat di tangannya untuk memancing seorang pria itu agar memfokuskan padanya saja.
Surat hasil test sebenarnya berada di tangan Jeni yang saat ini akan menghampiri keluarga Candu Bramasta.
__ADS_1
Zea mendapat telepon dari Luar Negeri tepatnya dari Zavir , jika dalam tahun depan akan pulang ke Negara untuk melakukan pernikahan.
" Ada apa Zee ?". tanya Awan.
" Ini , Zavir . Dia akan pulang ke negara tahun depan dan akan melakukan pernikahan ". Ucap Zea.
" Tahun depan tinggal 2 bulan lagi , jadi Zavir akan menikah dengan siapa ?." Kata Awan.
" Masih belum di katakan sih kak , namun kok aku jadi curiga ya ". Gumam Zea.
Candu memperhatikan Awan dan Zea yang semakin dekat saja bahkan alih - alih keduanya telah menjalin hubungan yang akan segera di sahkan.
Jeni berhasil lolos dan segera memberikan kabar untuk Candu jika hasil menunjukkan jika dirinya bukanlah ayah biologis dari bayi yang di lahirkan oleh Aruni.
" Candu ." Pekik Jeni.
" Bukalah hasil test ini , jika kamu ingin menuntutnya silahkan segera bawa ke hukum ". Saran Jeni.
" Bagaimanapun juga dia harus di hukum ?". Sahut Mama Rani.
" Mama tenang saja ". Kata Candu.
Dengan hati - hati Candu membuka surat test itu dan mulai membacanya.
" Alhamdulillah ". Candu mengucap syukur.
__ADS_1
" Jadi sudah jelas kan jika Candu bukanlah ayah biologis dari bayi Aruni ". Tegas Mama Rani.
Zea tetap melakukan perekaman itu dan segera mengirimkannya ke Senja .
Di Luar Negeri.
Senja membuka ponselnya dan melihat apa yang telah di kirim oleh Zea namun Zavir mengagetkannya dari belakang hingga ponselnya terjatuh dan pecah layarnya.
" Senja , maafin gue ". Kata Zavir.
" Lo ya , cepet ganti gak ". Pinta Senja.
" Lo tenang aja , Gue akan menggantinya ". Ucap Zavir sambil mengelus rambut Senja.
Pada Akhirnya Senja pun tidak jadi melihat tentang fakta yang sesungguhnya , jika Candu bukan ayah biologis dari bayi Aruni .
Candu sudah kegirangan karena masalahnya sudah mulai terselesaikan , dia segera menghampiri Zea dan Awan.
" Kalian bisa lihat sendiri kan , aku memanggil kalian kemari sebagai saksi saja ". Kata Candu.
" Tuan Candu tenang saja , Aku sudah mengirimnya pada Senja ". Ucap Zea yang membuat Candu senang.
" Alhamdulillah , kamu telah keluar dari Zona tidak aman dan sekarang perbaiki lagi semuanya ". Kata Awan.
" Tentu , aku akan berjuang untuk meraih cintanya lagi . Aku yakin jika dia akan mempercayaiku ". Gumam Candu.
__ADS_1
Ponsel Senja sebenarnya tidak rusak hanya saja retak di layar saja.
Kebetulan Zavir melihat kiriman pesan dari Zea tentang fakta Candu yang telah membuktikan jika bayi yang di kandung aruni merupakan bukan anaknya.