
Candu membawa tubuh Senja untuk membawanya pulang.
Rasa panik dan khawatir luar biasa tidak pernah dirasakan oleh seorang candu , namun hari ini sepertinya menimpa dirinya.
Mama Rani membantunya mengganti pakaian Senja yang basah kuyup.
" Candu , kamu hangatkan tubuhnya agar lebih baik ". Ucap Mama Rani.
" Mama tidak perlu mengajari candu lagi ma , mama istirahat saja ". gumam Candu seraya menggigil.
Candu memandangi wajah Senja yang pucat pasi namun tetap mengeluarka aura kecantikannya.
Candi ingin mengecup dahinya namun ponselnya berbunyi.
📲 Jeni Calling .....
Candu : Iya jen , Bagaimana ?" . Ucap Candu melalui ponselnya.
Jeni menceritakan segalanya yang tengah terjadi di Rumah Sakit Kasih Bunda.
Keadaan Mama Shinta sebelumnya memang membaik bahkan ada kemajuan namun setelah diperiksa secara detail dari Cctv ada seorang wanita yang berpakaian tertutup sedang mendekati pasien .
Melepas komponen yang terhubung dengan saluran pernafasan hingga pasien tak bisa bertahan lagi .
__ADS_1
Meski sulit untuk menemukan wanita berpakaian tertutup namun ada satu petunjuk yang tidak bisa dilewatkan , tangan yang melepaskan komponen itu memakai cincin berlian yang memiliki ciri khas tersendiri.
" Bagaimanapun dia ? kupastikan akan segera menemukan pembunuh yang sebenarnya . Sepertinya aku harus meretas Cctv yang di rumah keluarga mama Sinta ". Gumam Candu.
Zea sudah mendengar tentang kematian mama senja , namun sudah telat karena saat ini senja tidak ada di rumah orang tuanya melainkan rumah suaminya.
" Zee , lo yakin jika senja sudah menikah ." Ujar Zavir.
" Lo ga percaya sama gue ya terserah sih ." Jawab Zea.
" Kenapa senja tidak berkata jujur pada kita semua dan mengapa ?". Ucap Zavir yang menuntut penjelasan pada Zea.
" Zavir , hello . Zea itu juga tidak tau peak ". Sahut Amel nyolot.
Zea dan Amel terkejut dengan penuturan yang dikatakan oleh Zavir .
" Jadi Zaavir suka sama Senja , yak ampun " . Ujar Amel yang tidak percaya.
Amel menatap ke arah Zea yang sepertinya agak aneh.
" Zee,. Zea !!! Jangan bilang ya kalo lo juga suka sama si Zavir terus jadi cinta segitiga dong ". tebaknya heran.
Zea tidak menggubrisnya karena masih tidak menyangka dengan kejujuran Zavir didepannya.
__ADS_1
" Zea.. ampun deh !! Lo napa sih , kesambet ya . Zea , Zea sebenarnya gue ngerasa dari dulu sih kalo si Zavir suka sama Senja dan kurasa perhatian yang diberikan olehnya terhadap senja memang agak-agak spesial gitu ". Jelas Amel yang membuat hati Zea bertambah kesal.
" Ngomong sekali lagi gue tambal mulut lo sama nih comberan , ahh bikin kesal aja deh lo ".
Seketika Amel langsung terdiam dan meminta maaf pada Zea.
" Maaf Zee ". Lirihnya.
" Udah ah ayo pulang , percuma disini juga ". Geram Zea.
" Lo ga boleh nyalahin Senja atas kejujurannya si Zavir karena dia kagak salah , lo jangan terbawa api cemburi dan kehilangan sosok sahabat seperti Senja ". Ucap Amel.
" Lo bisa diem gak sih mel , siapa juga yang nyalahin Senja . Gue tau jika dia memang tidak bersalah tapi mengapa itu Gue yang pada akhirnya terluka... hiks..hiks.. Lo tau kalo Gue jadi melow nih ". Lirih Zea.
" Cup..cup..cup... anak manis , anak cantik tapi cantikan gue sih sedikit ". Ucap Amel yang menenangkan Zea namun masih narsis.
" Senja ada dimana ya ? kok gue jadi khawatir ..". Ujar Zea.
" Pasti lagi berdua-duan sama Pak Candu , enak kali dapat orang ganteng , kaya pokoknya paket lengkap ada di Pak Candu ". Gumam Amel seraya memuji Candu .
" Sekaligus paket bajingan tengil , buaya darat jangan sampai senja dikadalin olehnya ". Cebik Zea.
" Gilak lo ya Zee beraninya ngomongin Ceo sendiri dibelakang ". Kata Amel.
__ADS_1