
Adzan shubuh membangunkanku , entah mengapa kali ini mataku tidak seperti biasanya yang susah sekali untuk membukanya.
Sungguh terkejut kala Aku merasakan sebuah tangan yang melingkar dengan eratnya dibagian perutku.
" Oh , Astaga pria ini makin berani saja ".
Kutatap Wajahnya yang sedang tertidur pulas ini sungguh menawan dan tak terasa tanganku membelai wajahnya.
" Apakah aku ini sangat tampan sayang ". Suara serak khas bangun tidurnya mengagetkanku.
" ihh mengagetkan saja ".
" Aww.. Kenapa malah mencubit ".
" Sudahlah , Ayo mandi sudah Adzan tuh ".
" Mandi berdua !! ide yang bagus ". Tubuhnya yang malas untuk bergerak tiba-tiba berubah menjadi penuh semangat.
" Siapa bilang kita mandi berdua ? enak aja , mandi sendiri-sendirilah ". Geramku .
" Lebih cepat lebih baik berdua sayang nanti keburu siang ".
" Enggak , Mas dulu yang mandi sana ." Kesalku.
" Kamu jangan marah dong kan bercanda ." Tangannya mentoel daguku .
" Dasar ! Enggak Lucu ".
Kami berdua telah melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah.
Lepas itu seperti biasa kami pergi ke Rooftop untuk menikmati Sunrise.
" Mau difotokan lagi ".
" Enggak perlu mas ".
Mas Candu mendekatiku dan menarik pinggang rampingku hingga tubuh ini berada dibagian dadanya.
__ADS_1
" Amazing ". Ungkapku dalam hati.
" Kamu suka dengan dadaku ".
" ishh Pede sekali ".
" Adinda Senja Wijaya harus ku ingatkan padamu sekali lagi jika Aku Candu Bramasta tidak suka melihatmu dekat dengan pria lain selain aku , Mengerti !".
" Tidak perlu banyak Peraturan cukup Pak Oreo saja yang banyak aturan ini dan itu menyebalkan ".
" Pak Oreo ? ".
" Iya si Dosen Killer yang sangat menyebalkan selalu mencari kesalahan orang ". Ungkapku.
" Reonald Abraham ".
Astaga mengapa aku melupakan sesuatu , Pak Reo dan Mas Candu jelas saling mengenal bahkan sepertinya sudah mengenal dekat.
" Kenapa bengong , benar kan Tebakanku ".
" Itu Bukan Tebakan . Jelas kamu tau lah nama Reonald Abraham cuma dia saja".
" itu Plesetan aja tapi Pak Reo orangnya baik sih sebenarnya cukup tampan dan -----". Perkataanku dipotong olehnya.
" Cukup , Kamu tidak boleh memuji Pria lain di depanku ".
" Ya , Maaf ".
" Sudaah , Kenapa aku merasa ada banyak Pria didekatmu ".
" Tapi aku tidak menyukai mereka semua ". Potongku.
" Siapa yang kamu sukai , apa itu aku ?". Terlalu Percaya diri.
" Gak tau ?".
" Loh , Kok gak tau . Ya harus aku lah ".
__ADS_1
" ihh Kok maksa memang Kamu sendiri menyukai aku ".
" Ya , Aku menyukaimu ". Mendekatkan wajahnya ke wajahku.
" Tapi bukan Cinta hanya sekedar menyukai kan ." Tebakku padanya.
Mas Candu langsung terdiam dan menjauh begitu mendengar Perkataan dariku.
" Kenapa ? Apakah perkataanku itu benar". Ku ulangi sekali lagi perkataan itu .
" Senja ? Diamlah . Jangan memancing Emosiku ". Nadanya mulai dingin .
" Oh sudah memanggil nama Senja bukan Adinda lagi , Mas Candu ... Aku heran ya sama kamu kenapa masih ngotot dan maksa minta sesuatu yang jelas akan merugikan hubungan kita kebelakangnya ".
" Maksut kamu ".
" Tentu saja kamu selalu mengatakan Menginginkanku tapi sayangnya semua itu Nafsu termasuk apa yang kau lakukan padaku ".
" Senja !! ".
" Apa mas ? Benar kan Dugaanku . Meski aku Istrimu tapi Hanyalah Pemuas Nafsu saja tapi kamu tenang saja akupun sebaliknya hahahaha karena aku tidak akan memberikan Cintaku pada sembarang Pria ".
" Senja kamu sudah salah paham ".
" Salah paham apa ? Aku jelas berkata kebenaran ".
" Mungkin saat ini belum tapi akan memulainya denganmu Besok ". Lirihnya .
" ihh Menyebalkan sekali ". Aku merasa kesal karena sepertinya dia mempermainkanku.
" Mau kemana ?". Ucapnya sambil menahan tanganku .
" Mau bersiap - siap ". Jawabku sedikit malas.
" Mataharinya belum terbit mau bersiap-siap kemana ?".
" Jogging !!"
__ADS_1
Dia melepaskan tangannya yang menahanku .