Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Hanya Nafsu


__ADS_3

Adzan shubuh membangunkanku , entah mengapa kali ini mataku tidak seperti biasanya yang susah sekali untuk membukanya.


Sungguh terkejut kala Aku merasakan sebuah tangan yang melingkar dengan eratnya dibagian perutku.


" Oh , Astaga pria ini makin berani saja ".


Kutatap Wajahnya yang sedang tertidur pulas ini sungguh menawan dan tak terasa tanganku membelai wajahnya.


" Apakah aku ini sangat tampan sayang ". Suara serak khas bangun tidurnya mengagetkanku.


" ihh mengagetkan saja ".


" Aww.. Kenapa malah mencubit ".


" Sudahlah , Ayo mandi sudah Adzan tuh ".


" Mandi berdua !! ide yang bagus ". Tubuhnya yang malas untuk bergerak tiba-tiba berubah menjadi penuh semangat.


" Siapa bilang kita mandi berdua ? enak aja , mandi sendiri-sendirilah ". Geramku .


" Lebih cepat lebih baik berdua sayang nanti keburu siang ".


" Enggak , Mas dulu yang mandi sana ." Kesalku.


" Kamu jangan marah dong kan bercanda ." Tangannya mentoel daguku .


" Dasar ! Enggak Lucu ".


Kami berdua telah melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah.


Lepas itu seperti biasa kami pergi ke Rooftop untuk menikmati Sunrise.


" Mau difotokan lagi ".


" Enggak perlu mas ".


Mas Candu mendekatiku dan menarik pinggang rampingku hingga tubuh ini berada dibagian dadanya.

__ADS_1


" Amazing ". Ungkapku dalam hati.


" Kamu suka dengan dadaku ".


" ishh Pede sekali ".


" Adinda Senja Wijaya harus ku ingatkan padamu sekali lagi jika Aku Candu Bramasta tidak suka melihatmu dekat dengan pria lain selain aku , Mengerti !".


" Tidak perlu banyak Peraturan cukup Pak Oreo saja yang banyak aturan ini dan itu menyebalkan ".


" Pak Oreo ? ".


" Iya si Dosen Killer yang sangat menyebalkan selalu mencari kesalahan orang ". Ungkapku.


" Reonald Abraham ".


Astaga mengapa aku melupakan sesuatu , Pak Reo dan Mas Candu jelas saling mengenal bahkan sepertinya sudah mengenal dekat.


" Kenapa bengong , benar kan Tebakanku ".


" Itu Bukan Tebakan . Jelas kamu tau lah nama Reonald Abraham cuma dia saja".


" itu Plesetan aja tapi Pak Reo orangnya baik sih sebenarnya cukup tampan dan -----". Perkataanku dipotong olehnya.


" Cukup , Kamu tidak boleh memuji Pria lain di depanku ".


" Ya , Maaf ".


" Sudaah , Kenapa aku merasa ada banyak Pria didekatmu ".


" Tapi aku tidak menyukai mereka semua ". Potongku.


" Siapa yang kamu sukai , apa itu aku ?". Terlalu Percaya diri.


" Gak tau ?".


" Loh , Kok gak tau . Ya harus aku lah ".

__ADS_1


" ihh Kok maksa memang Kamu sendiri menyukai aku ".


" Ya , Aku menyukaimu ". Mendekatkan wajahnya ke wajahku.


" Tapi bukan Cinta hanya sekedar menyukai kan ." Tebakku padanya.


Mas Candu langsung terdiam dan menjauh begitu mendengar Perkataan dariku.


" Kenapa ? Apakah perkataanku itu benar". Ku ulangi sekali lagi perkataan itu .


" Senja ? Diamlah . Jangan memancing Emosiku ". Nadanya mulai dingin .


" Oh sudah memanggil nama Senja bukan Adinda lagi , Mas Candu ... Aku heran ya sama kamu kenapa masih ngotot dan maksa minta sesuatu yang jelas akan merugikan hubungan kita kebelakangnya ".


" Maksut kamu ".


" Tentu saja kamu selalu mengatakan Menginginkanku tapi sayangnya semua itu Nafsu termasuk apa yang kau lakukan padaku ".


" Senja !! ".


" Apa mas ? Benar kan Dugaanku . Meski aku Istrimu tapi Hanyalah Pemuas Nafsu saja tapi kamu tenang saja akupun sebaliknya hahahaha karena aku tidak akan memberikan Cintaku pada sembarang Pria ".


" Senja kamu sudah salah paham ".


" Salah paham apa ? Aku jelas berkata kebenaran ".


" Mungkin saat ini belum tapi akan memulainya denganmu Besok ". Lirihnya .


" ihh Menyebalkan sekali ". Aku merasa kesal karena sepertinya dia mempermainkanku.


" Mau kemana ?". Ucapnya sambil menahan tanganku .


" Mau bersiap - siap ". Jawabku sedikit malas.


" Mataharinya belum terbit mau bersiap-siap kemana ?".


" Jogging !!"

__ADS_1


Dia melepaskan tangannya yang menahanku .


__ADS_2