Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Pembalut


__ADS_3

Candu memastikan jika keadaan aman untuknya agar bisa masuk kedalam Rumah dengan membawa Pembalut sebanyak 2 kresek paling jumbo.


*Cklek*


" Kenapa lama sekali ". Kataku sambil menahan rasa sakit di perut.


" Kamu kenapa ? ini pembalutnya ".


Aku tidak percaya dengan yang sedang kulihat saat ini , Bagaimana tidak terkejut melihat Pembalut sebanyak ini.


" Kamu memborong semua Pembalut ini ?". Kataku.


" Iya , Aku tidak bisa memilih karena lebih cepat lebih baik tapi masih saja kamu mengatakannya sangat lama ". Lirihnya.


" Maaf , Aku mau ke Kamar mandi dulu ".


" Tunggu , Pakailah ini setelah itu minumlah ini ".


Dia memberikanku sebuah Kantong yang entah apa isinya dan minuman untuk meredakan Nyeri datang bulan.


" Hah, Celana ganti ? Apa dia yang membelinya sendiri , aduhh kenapa jadi begini sih.. ahh memalukan ".


Aku merutuki atas segala kebodohan yang telah kulakukan sendiri , Meskipun dia suamiku tapi tetap saja memalukan untukku.


*Cklek*


Kulihat , Dia sedang berjalan mondar-mandir seperti tukang parkiran saja.

__ADS_1


" Ahh , Bagaimana keadaanmu ?".


" Aku tidak apa-apa ? terima kasih ". Ucapku padanya.


" Sudah menjadi tanggung jawabku untuk melakukannya untukmu , Sekarang Istirahat saja jangan banyak bergerak " .


" Iyaa ...iyaa Tuan Candu Bramasta ".


" Aku tidak suka dipanggil itu , bukankah kau sudah memiliki sebutan sendiri untukku tadi".


Aku masih bergeming memikirkan maksutnya.


" Oh yang itu , Aku memanggilmu Tuan Candu Bramasta cuma bercanda aja kok mass ".


" Bener nih "


" Aku boleh mengenalmu lebih dekat lagi kan". Ucapnya yang mengejutkan.


" Bukankah sudah kenal bahkan sudah dekat juga ". Jawabku.


" Bukan itu , Aku hanya ingin Pernikahan ini seperti Pernikahan pada umumnya ".


" Jujur saja , Aku masih belum siap mas ". Kataku sambil menundukkan wajahku.


" Aku paham , semuanya butuh proses kan ".


" Benar , dan aku minta Pernikahan kita di Rahasiakan dulu karena yaa itu belum siap ".

__ADS_1


Mungkin Perkataanku ini telah menyakiti hatinya bahkan membuatnya kecewa namun aku tidak bisa memberitahukan pada semua orang apalagi kepada Zea , Zavir , Amel Dkk lainnya.


Jika Kak Awan tau hal ini , habislah riwayatku wkwkwk entah Dalil apa yang akan dikeluarkan untuk menyadarkanku dari Kedzoliman.


" Baiklah , mungkin ini untuk sementara dan aku juga sejalan denganmu karena kita sama-sama baru mengenal satu sama lain"


" Tapi ingatlah , jangan dekat-dekat Pria lain karena aku Pencemburu berat ". Lanjutnya.


" Aku tidak janji tapi diusahakan tidak dekat dan sebisanya untuk menjaga ikatan Pernikahan ini ".


" Baiklah , Karena mungkin saat ini kamu sedang sakit maka beristirahatlah . "


" Aku tidak sakit , dan kamu mau kemana"


" Sholat Dhuhur ? Bisa kan menungguku ".


" ihh untuk apa menunggumu , Lebih baik aku tidur lagi ". Aku menyembunyikan Wajahku yang merona ini , dia pintar sekali menggoda .


Ternyata dia Seorang Pria yang taat dalam Beribadah . Apakah aku harus senang dan bahagia dengan takdir ini ? Harusnya sih begitu meski tidak tau kebelakangnya seperti apa .


Apakah aku harus memulai dari awal dan membuka hati untuk Suamiku ini , Jujur saja ada Perasaan takut yang masih menghantuiku.


Bagaimana tidak Trauma , Seorang yang aku cintai ternyata menghianatiku dengan menjalin hubungan dengan Sahabat dekatku sendiri , Bukan Zea yaa .


Kak Rehan Adalah Spek Idamanku karena dia sangat baik , perhatian bahkan selalu berkorban untukku .


Tidak menyangka saja jika Naomy berhasil merebutnya dariku , sialnya aku memergoki mereka sedang berpelukan dan berciuman mesrah .

__ADS_1


Aku saja belum pernah melakukannya dengan Kak Rehan , Aku berpikir jika Naomy merayu Kak Rehan dengan Jeratan Nafsu Semata


__ADS_2