
Ketika Belva memasuki ruangan dokter kandungan yang tak terduga ternyata dokternya Aruni.
" Sangat kebetulan sekali dapat bertemu dengan teman lama disini , hai dokter Aruni ?". Sapa Belva.
" Duduklah , apa keluhanmu ?". Ucap Aruni.
" Kalian berteman kenapa dokter Aruni tidak memperlakukan istriku dengan ramah ". Sahut Panji.
" Oh tidak apa-apa sayang , aku mah sudah terbiasa ". Gumam Belva sambil melirik.
" Bel , gue gak mau loe mancing-mancing emosi ya ". Lirihnya pelan.
" Ya , ya . Oh iya aku mau USG keadaan bayiku ? ." Kata Belva sambil memegangi perut buncitnya .
" Baiklah , ayo naik ke atas bed pasien karena aku akan melihat keadaan bayimu ". Kata Aruni .
Aruni melakuan scan diperut Belva agar bayi yang berada didalam kandungannya terlihat.
" Semuanya Oke , usia kandunganmu sudah mencapai trimester kedua ". Ucap Aruni .
" Terima Kasih ".
Belva senang karena keadaan bayinya baik-baik saja .
" Sayang , baby kita sehat dan itu karena kamu telah memperlakukan aku dengan baik". Ucap Belva di depan Aruni.
" Ya sayang ".
__ADS_1
Aruni ingin muntah ketika melihat Belva yang sok mesrah di depannya.
Dia dengan cepat menuliskan resep obat untuk kandungan Belva sekaligus memberikan print out hasil USG .
" Sayang , mampir ke tante shinta dulu karena Candu titip sesuatu padaku ". Ujar Panji .
" Oh , memang Candu nitip apa ? ". tanya belva.
" Kasihkan ini ke kakak iparnya ".
Meski samar-samar namun Aruni mendengarnya .
" Candu punya kakak ipar ? itu berarti dia ----". Belva sama sekali tidak percaya.
*
*
*
*Cklek*
Candu tidak ada di kamar entah kemana perginya . Senja segera membersihkan diri dan segera tidur untuk bersiap besok kembali magang.
" Dimana mas candu ? mobilnya ada . Ya sudahlah aku mau tidur ". Ujar Senja sembari melemparkan tubuhnya diatas ranjang yang berukuran king size.
Beberapa menit kemudian candu datang dan betapa kagetnya saat melihat senja sudah tertidur pulas di kamaar.
__ADS_1
" Kapan datangnya ? kasihan sekali mungkin kelelahan ". Kata Candu.
Candu mendekati Senja dan naik ke atas ranjang bahkan memeluknya dengan penuh kasih sayang.
Candu sangat nyaman saat berada didekat senja , entah mengapa saat ini dia sangat takut jika suatu saat harus berpisah dengannya.
" Kebersamaan ini membuatku terhanyut dalam buaian cintanya , benar-benar tidak bisa kehilangan dia ". Lirih Candu sambil memeluk Senja .
Adzan shubuh sudah berkumandang waktunya untuk melaksanakan kewajiban.
Senja tidak bisa karena berhalangan .
Candu menangis ketika berdoa karena selama ini dia telah menghianati istrinya dengan melakukan hal yang tak semestinya dengan wanita lain.
Dia begitu dibodohi oleh nafsu bahkan sempat ragu pada cintanya terhadap Aruni.
" Apakah selama ini aku tidak mencintainya dan hanya nafsu saja , dia selalu memancingku hingga berlarut - larut ? perasaan ini tidak seperti saat aku jatuh cinta pada belva ataupun senja saat ini , Ya Allah selama ini aku telah berbuat dusta maka ampunilah hambamu ". Lirih Candu dalam hatinya seraya mengucurkan air matanya tiada henti.
Senja menikmati sunrise dari rooftop sambil menelpon kakaknya untuk menanyakan kondisi mamanya.
Selesai bertelponan , Zea mengirim pesan pada Senja jika harus berhati-hati pada seorang pria yang dekat dengannya saat ini karena pria tersebut tidak baik untuknya.
Seketika dia ingat pada Candu , ya sepertinya Zea telah mengetahui hubungan yang telah dirahasiakan olehnya.
" Zea , maafkan aku ". Lirihnya sambil menggenggam ponsel dengan erat.
Senja sebenarnya tahu jika Candu masih memiliki hubungan dengan Aruni namun saat ini berusaha untuk tetap tenang walaupun sebenarnya teramat sakit.
__ADS_1