
Candu melihat Zea sepertinya ingin mengatakan sesuatu padanya
" Kamu Zea kan ? bisa keruanganku sekarang". Kata Candu .
Amel tercengang kala melihat candu yang meminta Zea untuk ke ruangannya.
" Ehh Zee , bisa aku saja ya yang pergi ?." Kata Amel.
" Gila lo ya , orang dia bilang Zea buka amel ". Ucap Zea.
" Uuh pelit loe ". olok Amel pada Zea.
Siapa yang tak senang jika Ceo tampan memanggil untuk ke ruangannya dan ini pertama kalinya bagi Zea setelah sekian lama penuh harap .
*Toktoktok*
Zea mengetuk pintu ruangan Ceo atau ruangan Candu.
" Masuklah ". Teriak Candu dari dalam.
" Pak Candu , ada yang bisa saya kerjakan ?". gumam Zea.
" Tolong bersihkan ruangan Rapat dan atur serapi mungkin karena akan ada rapat klient 2 jam lagi ". Kata Candu.
" Baik pak ".
" Masih ada lagi . Karena Senja tidak masuk maka kamu yang akan menggantikannya sementara menjadi sekretarisku ". Ucap Candu.
" Baik pak ".
Zea tidak tau harus senang ataukah susah karena sebelumnya tidak pernah menghandle pekerjaan yang dilakukan sekretaris bahkan pekerjaannya cukup lemot tidak secepat Senja.
Aruni menghampiri Verald ke dalam ruangannya.
Saat akan memasuki ruangan CEO yang tidak tertutup rapat lumayan terbuka , Zea melihat dengan jelas yang terjadi didalam.
__ADS_1
Zea sangat terkejut hingga sampai menutup mulutnya .
" Mataku sudah ternodai , astaga mereka lagi ngapain sih sampai aarggghhh ". Ucap Zea dalam hatinya.
Dibelakang Zea ada Elang yang sepertinya juga melihatnya ,
" Paak .. Pak elang ? aku... ". Zea mulai panik.
" Pergilah , mana dokumennya biar aku saja ". ucap elang.
Elang sudah terbiasa melihat kemesraan kedua sejoli itu bahkan sudah lumrah untuknya.
*Toktoktok*
" Candu , rapat hampir dimulai bersiaplah . Lanjutkan nanti saja ". Ucap Elang dari luar .
Candu paling tidak bisa melihat seorang wanita yang menggodanya apalagi Aruni adalah kekasihnya .
Amel dan Zea ingin membuat surprize untuk Senja nanti sepulang kerja.
" Kita bawakan makanan kesukaannya aja Zee ..". gumam Amel.
Jam menunjukkan pukul 15.00 waktunya untuk pulang .
Candu bersiap akan pergi ke rumah sakit karena sudah berjanji pada Senja untuk menemaninya.
Senja terlihat sedang mengobrol dengan Zavir diluar luar ruangan pasien mereka sangat asyik hingga membuat Candu seakan tidak terima .
Senja melihat Candu yang akan mendekatinya namun dengan cepat dia memberi bahasa isyarat agar tidak mendekat dulu.
" Oh iya Za , Gue mau istirahat dulu . Udah lelah". Ucap Senja yang sengaja .
" Baiklah baik-baik ya jaga kondisimu ". Kata Zavir.
Setelah Zavir pergi barulah Candu mendekati Senja dengan wajah yang masam .
__ADS_1
" Kenapa dia ada disini ?". ujar candu.
" Dia sahabatku mas , ada masalah ".
" Sepertinya dia menyukaimu sangat jelas ". Ucap candu yang mulai radak posesif.
" Iya sepertinya sih begitu . Mau dia menyukai aku , mencintai aku kan hak dia mas .. ". Jelas Senja.
" Aku tidak suka !!". Ucapnya dengan nada tinggi.
" Mas Candu , kamu pikir aku akan berbuat apa dengan Zavir . Kecuali kamu yang bermain apa dibelakangku sama pacar kamu itu ?". Sindir Senja.
" Mana ada ". elaknya.
Candu terlihat memeluk Senja dengan mesrah hingga Zea dan amel memergokinya diam-diam.
Zea tercengang kala mendapati Candu memeluk mesra sahabatnya , dia sempat marah dan ingin memukul Candu namun amel mencegahnya agar tidak membuat masalah di rumah sakit.
Amel membawa Zea menjauh dari ruangan mama Senja.
" Zea !! Lo kenapa sih ? darah tinggi ya ". Ucap Amel.
" Dia.. !!! Sahabat gue mel.. ahhh bajingan banget ya si candu , sialann beraninya menyentuh sahabat gue ". Emosi Zea .
" E tapi , mereka punya hubungan apa ya kok bisa semesrah itu ". Amel mulai curiga.
" Pokoknya nih gue gak setuju karena tadi aja gue lihat pak candu sedang beradegan hot sama wanita di ruangannya ... gue gak sudi dia punya hubungan sama sahabat gue !!?". Ucap Zea dengan mencak-mencak.
" Tunggu dulu , kita harus selidiki baik-baik dan itu kenapa lo gak merekam saja kan bisa jadi bukti ". Ujar Amel.
" Taukk ahhh pusing pala gue ". keluh Zea sambil memegangi kepalanya.
Setelah lebih tenang mereka kembali menghampiri Senja lagi namun yang dilihatnya malah semakin membuat keduanya shock.
Senja tiduran disamping Candu sambil memeluknya .
__ADS_1
Zea masih tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini , benar-benar diluar dugaannya.
Zea ingin meneriakinya namun Amel segera membekap mulut Zea yang cempreng.