
Zea tak mau kalah dengan Amel dengan berbelanja yang sama.
Kami bertiga terkejut ketika melihat Seorang Kasir dan Satpam sedang menyidak Seorang Wanita.
" Ya ampun Sen , itu Naomy ". Ucap Zea .
Sebenarnya aku males harus bertemu dengannya lagi namun sepertinya dia dalam keadaan bermasalah.
Zea menarik tanganku untuk menghampiri Naomy.
" Maaf ada apa ini ?". Sahut Zea pada Kasir dan Satpam.
" Mbak ini telah ketahuan membawa barang ini ". Jawab Kasir.
Salah satu Pelayan menyapaku entah mengapa dia mengenali bahkan memanggil namaku.
" Permisi , Saya akan membayar belanjaan mereka . Zea , Amel berikan belanjaan kalian pada Kasir ". Titahku .
" Semua 6 Juta Nona namun anda bawa saja tidak perlu membayarnya karena tadi Tuan sudah berpesan ". Kata Kasir yang melayani kami.
Aku sempat tercengang karena bisa-bisanya Zea dan Amel belanja hingga sampai 6 juta , Uang bulananku saja tidak sampai segitu beruntung Kasir tadi tidak memperbolehkanku untuk membayarnya.
Akan tetapi , .. Tuan ?
" Kalian balik saja dulu sana ada urusan yang harus aku selesaikan ". Kataku pada Zea dan Amel.
Sedangkan Naomy dan Anaknya masih disidak dan jujur aku merasa tidak tega.
" Pak Satpam , Lepaskan Wanita itu ". Kataku .
" Tapi dia melakukan Pencurian dalam jumlah sangat banyak mbk ". Sambar Kasir .
" Lepaskan dia ". Kataku lagi dengan tatapan sinis.
" Baiklah ".
__ADS_1
Naomy menatapku sendu seperti rasanya ingin mengucapkan terima Kasih.
" Gak perlu terima kasih sama gue , pergi dari sini sebelum gue berubah pikiran ". ketusku padanya.
" Terima Kasih Senja ".
Aku tidak menjawabnya , Selepas kepergiannya aku kembali kepada Urusanku yaitu Kasir dan Beberapa Pelayan yang mengenaliku.
" Katakan , Tuan yang kalian maksut itu Siapa ?".
" Su--suami anda , Tuan Candu Bramasta Pemilik Mall ini Nona ". Jawab Kepala Pelayan.
" Jadi Mas Candu yang melakukan ini , Baiklah aku mengerti . Berapa total barang yang dibawa Wanita tadi ?".
" Se--Sepuluh Juta Nona ".
" What ? Sepuluh Juta , Banyak banget memang apa aja yang dia ambil ". Heranku .
" Dia membawa Baju anak branded dan mainan anak Nona ".
Ponselku berdering , Kulihat layar Ponsel ternyata dari Mas Candu.
" Dek , Kamu ada dimana sekarang ?".
" Di Mall mas , ada apa ?".
" Ya uda cepat pulang . Mama nanyain terus nih ."
" Mama apa kamu ?".
" Ya mama , Ya aku juga ? Kenapa , ada masalah yaa ."
" Oke , Aku On The Way dulu ".
" Iya sayang . Hati-hati ".
__ADS_1
Aku menutup Panggilannya.
Kulihat Zea sedang menungguku kembali sepertinya butuh penjelasan tentang Pembayaran tadi.
" Apa ? Kenapa melihatku seperti itu ?". Ketusku.
" Tuan Siapa yang ngebonin Lo di Mall ".
" Mall ini ternyata milik Sahabat Mama dan Papa Gue . Jangan Nething sama gue deh ".
" Ohh , Tapi Tadi gue lihat itu si Naomy gak di bawa ke Ruangan Satpam deh ".
" Benarkah ?". Aku pura-pura gak tahu menahu tentangnya.
" Senjaa ? gue bangaa punya sahabat kek Lo . Gausa ngelak lagi deh , pasti lo kan yang bantu Naomy ".
Aku tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Zea.
" Zee , Sebenarnya ada apa sih diantara Naomy itu sama Senja ? Rasanya aneh gitu ". Sahut Amel.
" Gausa Kepo urusan orang lain , Mau pulang gak ". Jawabku.
" Tapi aku laper nih ". Sambar Zea dengan memegang Perutnya.
" Gue gak mau jadi Bos lagi , enak aja kalian ".
" Oke , Kita bayar sendiri gimana". Gumam Zea.
" Yaudah ayo cepet . Gue banyak urusan ".
Kami bertiga segera pergi ke Cafe Mall .
Ponselku berdering lagi namun tak kuhiraukan.
" Senja kenapa gak diangkat sih ?". Gumam Amel.
__ADS_1
" Makan dulu lah ".