Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Menolong


__ADS_3

Zea tak mau kalah dengan Amel dengan berbelanja yang sama.


Kami bertiga terkejut ketika melihat Seorang Kasir dan Satpam sedang menyidak Seorang Wanita.


" Ya ampun Sen , itu Naomy ". Ucap Zea .


Sebenarnya aku males harus bertemu dengannya lagi namun sepertinya dia dalam keadaan bermasalah.


Zea menarik tanganku untuk menghampiri Naomy.


" Maaf ada apa ini ?". Sahut Zea pada Kasir dan Satpam.


" Mbak ini telah ketahuan membawa barang ini ". Jawab Kasir.


Salah satu Pelayan menyapaku entah mengapa dia mengenali bahkan memanggil namaku.


" Permisi , Saya akan membayar belanjaan mereka . Zea , Amel berikan belanjaan kalian pada Kasir ". Titahku .


" Semua 6 Juta Nona namun anda bawa saja tidak perlu membayarnya karena tadi Tuan sudah berpesan ". Kata Kasir yang melayani kami.


Aku sempat tercengang karena bisa-bisanya Zea dan Amel belanja hingga sampai 6 juta , Uang bulananku saja tidak sampai segitu beruntung Kasir tadi tidak memperbolehkanku untuk membayarnya.


Akan tetapi , .. Tuan ?


" Kalian balik saja dulu sana ada urusan yang harus aku selesaikan ". Kataku pada Zea dan Amel.


Sedangkan Naomy dan Anaknya masih disidak dan jujur aku merasa tidak tega.


" Pak Satpam , Lepaskan Wanita itu ". Kataku .


" Tapi dia melakukan Pencurian dalam jumlah sangat banyak mbk ". Sambar Kasir .


" Lepaskan dia ". Kataku lagi dengan tatapan sinis.


" Baiklah ".

__ADS_1


Naomy menatapku sendu seperti rasanya ingin mengucapkan terima Kasih.


" Gak perlu terima kasih sama gue , pergi dari sini sebelum gue berubah pikiran ". ketusku padanya.


" Terima Kasih Senja ".


Aku tidak menjawabnya , Selepas kepergiannya aku kembali kepada Urusanku yaitu Kasir dan Beberapa Pelayan yang mengenaliku.


" Katakan , Tuan yang kalian maksut itu Siapa ?".


" Su--suami anda , Tuan Candu Bramasta Pemilik Mall ini Nona ". Jawab Kepala Pelayan.


" Jadi Mas Candu yang melakukan ini , Baiklah aku mengerti . Berapa total barang yang dibawa Wanita tadi ?".


" Se--Sepuluh Juta Nona ".


" What ? Sepuluh Juta , Banyak banget memang apa aja yang dia ambil ". Heranku .


" Dia membawa Baju anak branded dan mainan anak Nona ".


Ponselku berdering , Kulihat layar Ponsel ternyata dari Mas Candu.


" Dek , Kamu ada dimana sekarang ?".


" Di Mall mas , ada apa ?".


" Ya uda cepat pulang . Mama nanyain terus nih ."


" Mama apa kamu ?".


" Ya mama , Ya aku juga ? Kenapa , ada masalah yaa ."


" Oke , Aku On The Way dulu ".


" Iya sayang . Hati-hati ".

__ADS_1


Aku menutup Panggilannya.


Kulihat Zea sedang menungguku kembali sepertinya butuh penjelasan tentang Pembayaran tadi.


" Apa ? Kenapa melihatku seperti itu ?". Ketusku.


" Tuan Siapa yang ngebonin Lo di Mall ".


" Mall ini ternyata milik Sahabat Mama dan Papa Gue . Jangan Nething sama gue deh ".


" Ohh , Tapi Tadi gue lihat itu si Naomy gak di bawa ke Ruangan Satpam deh ".


" Benarkah ?". Aku pura-pura gak tahu menahu tentangnya.


" Senjaa ? gue bangaa punya sahabat kek Lo . Gausa ngelak lagi deh , pasti lo kan yang bantu Naomy ".


Aku tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Zea.


" Zee , Sebenarnya ada apa sih diantara Naomy itu sama Senja ? Rasanya aneh gitu ". Sahut Amel.


" Gausa Kepo urusan orang lain , Mau pulang gak ". Jawabku.


" Tapi aku laper nih ". Sambar Zea dengan memegang Perutnya.


" Gue gak mau jadi Bos lagi , enak aja kalian ".


" Oke , Kita bayar sendiri gimana". Gumam Zea.


" Yaudah ayo cepet . Gue banyak urusan ".


Kami bertiga segera pergi ke Cafe Mall .


Ponselku berdering lagi namun tak kuhiraukan.


" Senja kenapa gak diangkat sih ?". Gumam Amel.

__ADS_1


" Makan dulu lah ".


__ADS_2