Senja Milik Candu

Senja Milik Candu
Nafkah


__ADS_3

Kami masuk ke rumah yang sepertinya akan manjadi tempat persinggahanku setelah menikah.


Kulihat Mertuaku sedang sibuk yang entah sibuk dengan apa .


Ketika melihatku Mama Mertua lah yang selalu berhamburan menyambutku.


" Sayang , Kalian berdua darimana sih ? Mama khawatir lho ".


" Kita dari Hotel Dubras maa ". Jawab Mas Candu.


Mendengar Ucapan Mas Candu seketika kedua orang tuanya berbinar.


" Kalian ke Hotel yaa ...wahh Pa , Sepertinya kita akan segera Launching nih ".


" Launching apa ma ". Kataku yang Penasaran.


Mas Candu mungkin tau maksut perkataan Mama mertua namun entah mengapa dia malah membawaku ke kamar.


" Mas , Aku belum selesai ngobrol sama mama ".


" Nanti saja , sekarang aku yang akan berbicara padamu ".


" Mas sebenarnya mau bicara apa sih, Kenapa gak langsung bicara aja tadi di perjalanan membuang waktu tau gak sih ".


Mas Candu menarik tanganku dan segera masuk ke dalam kamar.


" Duduklah, Mari kita bicara tentang hubungan kita dengan serius ".


" Hubungan kita emang ada main-main kah ". Selorohku.


" Bukan itu , Kita menikah karena Perjodohan Orang Tua dan sudah dipastikan tidak ada Perasaan disini . Aku ingin memulai dari awal denganmu , Bagaimana".


" Da--dari Awal maksutnya . Oh , jadi selama ini kamu menganggap hubungan ini tidak resmi karena kamu tidak mencintaiku ".

__ADS_1


" Adinda Senja Wijaya tolong dengarkan dulu".


" Tidak perlu memanggil nama Panjangku , Cukup Senjaa saja ".


" Tidak mau , bagaimana jika aku memanggilmu Sayang saja ". Godanya padaku dengan memainkan kedua alisnya.


" Terserah saja yang penting tidak sampai ketahuan karena kita harus merahasiakan hubungan ini dulu , terlalu cepat untukku ".


" Oke , Tapi Ingat jaga Perasaanku ".


" Tunggu , Apakah kamu mencintaiku ?".


Belum ada Sepatah katapun yang keluar darinya , Aku begitu penasaran dengan jawabannya.


" Susah ya untuk menjawabnya , ya uda deh aku ngerti kok ".


" Maafkan aku , karena ini juga terlalu cepat untukku ". Selorohnya.


" Oh , Lalu untuk apa aku harus menjaga Perasaanmu jika kamu saja tidak bisa tentu tidak adil untukku ".


" Kalo begitu mari buat Perjanjian ".


Mas Candu masih enggan menanggapi Perkataaanku , Aku mulai merasa bingung dengannya .


" Takut yaa ? Jadi sejak tadi mau bicara apa sih jadi Penasaran ". Ungkapku dengan menarik Perhatiannya.


" Aku ingin Hubungan kita seperti layaknya suami istri lainnya ".


*Deg*


*Deg*


*Deg*

__ADS_1


Aku terperangah kala mendengar permintaannya , Sungguh-sungguh diluar dugaanku.


" Emang hubungan kita tidak layak yaa ". Kataku yang berpura-pura tidak paham.


" Kamu pasti tau kan kewajiban seorang Istri yang sempurna untuk seorang Suami ." Lirihnya yang membuat tubuhku merinding kala mendengarnya.


Sepertinya Mas Candu ini sengaja membuatku tak bisa berkutik lagi , Seharusnya memang wajib untuk melayani suami namun ketakutan yang sedang melandaku.


" Kenapa kamu hanya diam saja , itu berarti kamu sudah paham kan ".


" Tidak , Aku tidak tau tentang itu . Aku masih banyak tugas Kuliah untuk dikumpulkan besok, Apa bicaranya sudah selesai ".


" Apa Tugas itu Lebih penting dari suamimu ".


" Untuk saat ini lebih penting karena aku tidak ingin berurusan dengan dosen Killer ". Ungkapku .


" Siapa Nama Dosen Killermu itu ? Apakah sudah tua bangkotan ".


" Sudah ya Mas Candu , Aku harus menyelesaikan Tugas ".


" Tugasmu sebagai Istri Bagaimana ? Apa kamu mau jadi Istri Durhaka ".


" iihh Kenapa jadi nyebelin gini sihh , taukk ahh ". Sulutku.


" Marah juga tidak diperbolehkan ?".


" Mas Candu yang Terhormat , mau kamu apa sebenarnya ?."


Dia tidak menjawab malah pergi sepertinya mengambil sesuatu.


" Ini Adalah Nafkah untukmu.. Pergunakanlah semaumu aku tidak perduli itu tapi ...".


" Ta--pi apa ? ".

__ADS_1


" Kau paham kan Nafkah Lahir Batin dan -----".


__ADS_2