
#Kesokan harinya
"Hmm... Aku ada di level Petarung Bintang 1 lumayan" Gumam Gu fei.
"Nagara dimana kau? " Teriak Gu mencari Nagara.
"Oiya... kira kira di mana ular yang aku bawa kemarin ya" Gu fei lupa akan ular itu dan mulai mencarinya.
"Ukh... Racun Debu" Gu fei Bergumam karena terkena racun debu, racun debu adalah racun yang dapat membuat seseorang pingsan dan demam selama 1 bulan tapi jika bisa menyerap racun debu tersebut dia bisa menggunakan untuk alat menyerang lawan Namun jika gagal dalam penyerapan kekuatan spirit diri akan hilang selama 2 bulan.
Gu fei pun memulai penyerapan tersebut.
…
Sudah 2 jam ia menyerap tapi tak kunjung terserap dia batuk darah lagi karena sebagian kekuatan Gu fei belum Terbuka Segel.
Hingga dia akhirnya hampir terlahap oleh racun tersebut tapi di saat detik terakhir racun debu melemah dan menjadikan kesempatan untuk memutar keadaan Gu fei.
Setelah racun tersebut Selesai di serap Gu fei mencoba menghubungi Nagara melalui segel yang dia berikan ke Gu fei.
#Alam perhubungan
"Nagara kau sedang di mana" Tanya Gu fei.
"G.. u.. Gu fei tolong" Jawab Nagara lemah.
"Nagara apa yang terjadi kau ada di mana" Gu fei terkejut dan berteriak khawatir pada Nagara.
"Di... Danau.. teluk.. biru.." jawab Nagara kesusahan.
"Aku akan ke sana Nagara tunggu lah aku" Batin Gu fei sambil bertelepostasi ke danau teluk biru.
#Danau Teluk Biru
"Nagara kau tak akan berhasil melawanku dasar bodoh" Suara Ma Jiaja (Jiaja adalah Orang yang suka mencari masalah dan hanya menginginkan kekuatan).
"Kau tak akan bisa mengambil ku aku haya untuk Gu fei" Teriak Nagara sambil mengeluarkan sisa kekuatanya tersebut.
__ADS_1
Tak lama kemudian Gu fei muncul dengan Penuh amarah Gu fei menyerang Jiaja dengan menggunakan tekanan aura sambil melindungi Nagara Gu fei memanggil para Binatang lain untuk berkumpul di danau itu.
"Nagara berlindung lah di belakangku.. Jiaja orang yang sangat berbahaya" Teriak Gu fei memohon.
"Jangan harap bisa bersembunyi" Teriak Jiaja.
"Bunuh atau di bunuh" Gumam Gu fei.
Tiba datang lah sekumpulan Binatang penghuni Hutan dengan keyakinan mereka bisa melawan Jiaja akhirnya terjadi pertempuran besar.
"Wahai semut merah Bawalah nagara ke sungai Iblis dan bawalah Siput penyembuh juga yang di sini serahkan pada ku" Gumam Gu fei menunjuk semut merah dan siput penyembuh.
"Tapi Gu fei... (Dalam bahasa hewan)" Kata semut merah menghawatirkan Gu fei .
"Pergi" Teriak Gu fei.
"Dan sekarang Jiaja akan ku bunuh kau" teriak Gu fei ke Jiaja.
"Coba saja" Teriak balas Jiaja sambil mengeluarkan jurus hujan bara api.
"Jiaja " suara Gu fei yang bisa bertahan dari bara api menggunakan Bunga yang telah ia serap dan ia membuka matanya menjadi merah lagi semua orang maupun binatang yang ada di sekelilingnya tiba tiba tidak bisa bergerak sama sekali karena tekanan aura membunuh mata merah keji milik Gu fei.
"Jiaja saatnya ajal menjemput " Singgung Gu fei.
"Hmm... Seharusnya aku yang mengatakannya " Jawab Jiaja sambil menyerang tanpa ragu.
"Jiaja akan ku bunuh kau" teriak Gu fei sambil berjalan mendekati Jiaja dengan pelan.
Para Hewan pun berusaha melindungi Gu fei dari serangan kedua Jiaja menggunakan kekuatan mereka.
"Bunuh" Teriak Jiaja memberikan perintah ke pada Pengawalnya.
"Tidak pernah Menyerah Kesedihan akan menjadikan kekuatan" Gumam Gu fei sambil menatap tanah.
Tanpa Jiaja sadari Gu fei sudah menyerangnya menggunakan tanah yang disalurkan racun bunga.
Jiaja teriak histeris kesakitan karena racun bunga yang sudah menjalar ke tubuh Jiaja dengan cepat.
__ADS_1
"Tuan muda! anda kenapa?" teriak salah satu pengawal Jiaja.
"R.. Racun.. " Gumam Jiaja lemah kesakitan.
"Racun dari mana?" Gumam pengawal Jiaja bingung.
"Semua pengawal ambil posisi lindungi Tuan muda" Teriak pengawal Jiaja lagi.
"Aku akan mengeluarkan Racun tersebut" Gumam pengawal yang memberi perintah tadi.
"Tak berguna dia akan mati dalam 3 menit" Gumam Gu fei sirik.
"Para binatang Tolong kembalilah beraktivitas seperti biasa Biar aku yang mengurus Jiaja dan para serangga itu! " Teriak Gu fei memberikan perintah.
Para hewan kebingungan karena Gu fei yang mereka kenal bukan lah Gu fei yang seperti sekarang sangat ambisius dan kejam.
"Tapi Gu fei bagai mana dengan mu (dalam bahasa hewan)" Tanya salah satu hewan.
"Orang yang melukai teman ku harus membayar atas perbuatannya" Teriak Gu fei.
"Pergi" Teriak Gu fei lagi.
Para hewan pun pergi mereka tidak bisa menenangkan Gu fei yang sekarang , selain mengikuti kata kata Gu fei para hewan khawatir akan keselamatan Gu fei.
Setelah mereka pergi Gu fei mengucapkan sebuah mantra lagi.
"Di bawah sinar matahari aku berkibar di bawah sinar Bulan aku bersumpah" seketika Gu fei mengucapkan mantra itu terjadi gelombang air yang asalnya tidak di ketahui dan menenggelamkan para pengawal Jiaja.
"Tolong tolong" teriak pengawal Jiaja yang tergelam sementara jiaja Tidak ditergelamkan Oleh Gu fei.
Gu fei berjalan mendekati Jiaja dan mengucapkan "Belum cukup atas perbuatanmu Ma Jiaja" .
"Pergi keluarga Ma tak akan memaafkan mu Gu fei jika kau membunuhku" Teriak Jiaja ketakutan.
"Huh... Tak akan melepaskan Sama saja lah Jika aku tidak membunuh mu juga tidak akan di lepaskan" Gumam Gu fei sinis.
"Tenang Jiaja kau tak akan mati semudah itu sebelum mati kau harus melakukan 100 percobaan bunuh diri" Kata Gu fei sambil tersenyum Kejam.
__ADS_1