
Gu fei pelan pelan menutup matanya. Semua rasa sedihnya tiba tiba hilang setelah dia tiba tiba bangun perlahan dari tidurnya.
"Aku.. belum mati?" Batin Gu fei.
"Rasanya hangat" Gumam Gu fei.
Gu fei menoleh ke kanan dan ke kiri dia, menyadari bahwa dirinya tidak ada di kamar mandi.
"Uhh" Gumam Gu fei mencoba untuk duduk.
"Aku masih hidup" Gumam Gu fei melihat tangannya.
"Eh" Gumam Gu fei mulai menyadari sesuatu.
"Ke--kenapa aku bisa di tempat tidur??, dan aku sudah memakai pakaian berbeda!?" Batin Gu fei merasa tidak beres.
"Jangan-jangan..." Batin Gu fei.
"KENAPAA AKU BISA ADA DISINII!!!??" Teriak Gu fei.
"Pakaianku juga...." Gumam Gu fei.
"Apakah.." Batin Gu fei.
"Nona sudah sadar?" Kata lembut terucap dari seseorang.
"Si--siapa kamu!?" Kata Gu fei segera ingin berdiri.
"Aku haya ditugaskan untuk mengenakan nona pakaian" Kata orang itu lembut.
"Hah!?" Batin Gu fei.
__ADS_1
"Terus terus, siapa yang membawaku?" Tanya Gu fei.
"Oh, itu tuan yang ada di depan pintu" Jawab pelayan itu.
"Siapa?" Batin Gu fei.
"Arghhhh!!" Batin Gu fei.
"Siapapun dia, aku tidak peduli!!, aku hanya ingin memberikan dirinya pelajaran karena, sudah mengambil keuntungan!!" Batin Gu fei benar benar marah.
Gu fei berdiri perlahan dan berjalan keluar kamarnya. Sesampai di luar dia melihat Za Can. Za Can terlihat sangat stres. Gu fei curiga dengan Za Can.
Hingga "Bukk" Gu fei memukul Kepala Za Can dengan sangat keras.
"Dia mesum!" Tarik Gu fei.
Gu fei menyeret Za Can ke kamar Za Can dengan sangat marah.
"Aku telah ternodai" Batin Gu fei.
"Tidak! Tidak!" Gumam Gu fei.
"Ini tidak mungkinkan?" Gumam Gu fei.
"Namun ini bukan mimpi" Kata Gu fei.
"Tapi aku merasa sangat kesal!" Gumam Gu fei.
"Lebih baik aku mati dari pada harus seperti ini!" Teriak Gu fei.
Za Can perlahan tersadar dan dia melihat Gu fei yang berbicara sendiri.
__ADS_1
"Zu..i?" Gumam Za Can.
Gu fei menyadari ada suara dan langsung menoleh. Dia mengetahui jika Za Can sadar dan lengsung memukulnya lagi.
"Aku membencimu" Ucap Gu fei dengan nada yang sangat berbeda.
Gu fei mengeluarkan sebuah pisau dari kalungnya, dia langsung menusuk Za Can dengan sangat kejam. Mata Gu fei berubah menjadi merah.
Dia membenci Za Can. Di lubuk hatinya meski sakit, Gu fei menyampingkan rasa tersebut.
"Aku membencimu!" Batin Gu fei.
Setelah Gu fei menusuk Za Can, dia meninggalkan Za Can tanpa mencabut belatinya. Gu fei pergi keluar mengenakan syal bulu dan pakaian hangat. Dengan rasa sedikit bimbang, Gu fei akhirnya tega meninggalkan Za Can.
"Maaf" Batin Gu fei pergi.
Rasa hati yang sangat sakit, dirasakan Gu fei.
Gu fei pergi ke suatu tempat yang sangat sepi untuk menenangkan diri.
Tempat yang sangat tenang itu adalah sebuah kolam ikan berbentuk sangat unik.
"Setelah ini aku tidak tau mau apa, yang aku tau hanya bisa berdiam diri" Gumam Gu fei.
"Byurr" Suara batu di lempar ke air.
"Aku sendirian di negeri yang tak aku kenali ini" Batin Gu fei.
"Semua rasa sakit ini, sangat tidak terbayangkan" Batin Gu fei.
"Aku sudah lelah, sangat lelah" Gumam Gu fei.
__ADS_1
"Siapapun tolong keluarkan aku dari penderitaan ini" Kata Gu fei bersandar di sebuah semak-semak.