
"Makanan laut aku datang!" Batin Gu fei riang.
"Aku udah nggak sabar ingin makan makanan laut!" Batin Gu fei.
Sesampai Gu fei diatas kapal ia melemparkan pancingnya yang berumpan roti.
Dalam keadaan kapal berjalan secara cepat Gu fei menunggu pancingnya hingga tengah hari.
"Hosh.. Hosh.. " Suara Gu fei kelelahan.
"Panasnya.." Gumam Gu fei.
Tiba tiba dari atas Gu fei ada sebuah payung.
"Eh.. " Batin Gu fei menoleh ke atas.
"Kau!" Kata Gu fei.
"Tidak akan pernah bisa selesai memancing jika kapal ini terus melaju.." Kata orang itu.
Kemudian orang itu memberikan payung itu kepada Gu fei dan pergi lagi.
Kapal yang awalnya melaju cepat seketika berhenti dan Za Can juga kembali lagi dengan membawa dua topi.
"Kapalnya berhenti?" Kata Gu fei.
"Iya.. Kau ingin ikan laut kan?" Tanya Za Can.
"Benar!" Jawab Gu fei.
"Mari aku ajari cara memancing" Kata Za Can sambil menarik pancing yang berada ditangan Gu fei.
Za Can menaikkan pancing itu ke permukaan dan mengganti umpan Gu fei menjadi daging ayam yang sudah dipotong kecil.
"Tunggu beberapa menit lagi.." Kata Za Can memakaikan Gu fei topi dan menancapkan payung itu di sebuah kursi.
"Apakah bisa tertangkap ikanya?" Tanya Gu fei.
__ADS_1
"Iya.. Tinggal tunggu aja sebentar.." Kata Za Can.
"Oke.. " Jawab Gu fei.
Setelahnya suasana kembali menjadi diam, mereka canggung untuk bicara satu sama lain.
"Emm.." Gumam Gu fei.
"Hei!" Kata Gu fei bareng dengan Za Can.
"Hei" Kata Za Can bareng dengan Gu fei.
"Kau duluan!" Kata mereka bareng lagi.
"Kenapa bisa bareng gini sih.." Batin Gu fei.
"Duh.. Jadi canggung mau bilang.." Batin Za Can.
"Eh iya.. Terima kasih untuk sendoknya.." Kata Za Can.
"Nggak apa apa kok.. Itu juga salahku sudah memuntahkan sendoknya di laut" Kata Gu fei.
"Hah? Can Can?" Kata Za Can.
"Iya mulai sekarang aku putuskan aku panggil kamu Can Can!" Kata Gu fei.
"Puftt!.. Ha.. Ha.." Tertawa Za Can.
"Apa yang lucu!" Teriak Gu fei dengan kesal.
"Nggak ada kok nggak ada yang lucu.. Ha.. Ha.. Ha.." Kata Za Can sambil tertawa.
"Nggak lucu tapi kok tertawa!" Gumam Gu fei memalingkan mukanya kesal.
"Udah.. Udah jangan kesel ih.. Gitu aja kesel.." Kata Za Can meraih wajah Gu fei ajar menatapnya.
"Can Can.. Nama panggilan yang ia buat untukku.." Batin Za Can.
__ADS_1
"Dia dan orang yang berada di depanku itu mirip dari segi manapun.." Batin Za Can.
"Saat Kesal muka menjadi semakin imut.." Batin Za Can.
"Namun sekarang kau dimana.." Batin Za Can sedih.
"Kenapa raut wajahmu berubah seketika?" Tanya Gu fei.
"Nggak berubah kok.." Kata Za Can sambil tersenyum.
"Heleh.." Gumam Gu fei.
Tiba tiba pancing itu bergerak dan semakin bergerak dengan cepat.
Za Can lagsung secara refleks menarik pancing itu dan Gu fei mencari jaring.
"Woah.. Berat juga ini ikan.." Kata Za Can.
"Apa ikanya besar?" Tanya Gy fei.
"Kemungkinan besar.." Kata Za Can.
"Wah!.. Ayo tarik lebih kuat Can Can!" Teriak Gu fei riang.
"Senyuman ini.." Batin Za Can.
"Aku akan berusaha!" Kata Za Can.
Tak lama kemudian dari air muncul ikan yang besar.
Gu fei langsung menangkap ikanya dengan jaring.
"Wow!" Kata Gu fei senang melihat ikanya yang begitu besar.
"Siang ini kita akan pesta ikan!" Gumam Gu fei langsung berlari membawa ikanya ke dapur.
Gu fei membawa ikan itu yang belum terlepas dari pancing.
__ADS_1
Hasilnya Za Can ikut tertarik ke dapur bersama Gu fei.