
"Kamu adalah Zui!" Kata Za Can.
"Kenyataannya kamu tahu tentang Nyida!" Kata Za Can.
"Aku bukan Zui!" Kata Gu fei mendorong Za Can dan mencoba berdiri.
Namun tenaga Gu fei belum cukup untuk berjalan hingga dia terjatuh.
Namun lagi lagi Za Can menangkap Gu fei dengan cepat.
"Untung saja.." Gumam Za Can.
"Aku tak akan membiarkanmu terluka!" Kata Za Can.
"Kamu adalah segalanya bagiku!" Kata Za Can.
"Jika kamu tidak ingin aku terluka maka jangan mengusik hidupku mulai sekarang!" Kata Gu fei.
"Sekarang bisakah kita mengurusi kehidupan masing masing?" Kata Gu fei.
"Kamu dengan Nyida! biarlah aku sendiri.." Kata Gu fei.
"Kamu benar benar Zui! apakah masih menyangkal?" Kata Za Can tidak habis pikir.
"Aku tak akan menyangkalnya.." Kata Gu fei duduk di kasur lagi.
"Namun itu juga kalo aku benar benar Zui!" Teriak Gu fei.
"Maksudnya?" Tanya Za Can.
"Aku mungkin bukan Zuimu itu.." Kata Gu fei.
__ADS_1
"Aku bahkan tidak memiliki ingatan tentang Zui ataupun Kau.." Kata Gu fei berbohong.
"Tidak mungkin!" Kata Za Can geleng geleng kepala.
"Maaf.. Namun kenyataannya adalah seperti itu!" Kata Gu fei tegas.
"Aku sekarang hanya bisa menghadapi dirinya dengan tegas meskipun hatiku sakit seperti ditusuk ribuan jarum" Batin Gu fei.
"Kamu adalah Zui pokoknya aku tak mau tau!" Kata Za Can.
"Kau sangat keras kepala!" Kata Gu fei mulai kesal.
"Sekarang pergilah dari sini!" Kata Gu fei.
"Tidak!" Kata Za Can.
"PERGI! ATAU KAU TAK AKAN MELIHATKU LAGI!" Teriak Gu fei.
"Brakk!" Suara pintu tertutup dengan lumayan keras.
"Maaf.." Gumam Gu fei merangkak ke arah pintu dan bersandar disana.
Sementara diluar Za Can terduduk didepan pintu dan menangis sakit kalau bahwa Gu fei tidak mengingatnya.
"Hu.. Hu.. Zui.." Gumam Za Can tidak bisa menahan air matanya.
Sementara Gu fei yang berada di dalam juga penuh penyesalan.
"Maaf.. Kak.. Aku tak ingin kamu sakit meninggalkan Nyida karenaku " Kata Gu fei.
"Aku hanya orang bodoh! jangan memilihku!" Gumam Gu fei.
__ADS_1
"Hiks.. Hiks.." Gu fei mulai menangis sambil memegang kedua lututnya.
"Aku menyesal!" Batin Gu fei.
"Aku menyesal sudah menyangkalnya bahwa aku adalah Zui.." Batin Gu fei.
"Ini semuanya demi kebaikan kita!" Batin Gu fei.
"Aku harus menahan rasa sakit ini dan kamu harus bahagia bersama Nyida.." Batin Gu fei.
"Kamu harus pergi hidup menjauh dari diriku" Batin Gu fei.
Gu fei menangis sangat menyesal dibalik pintu dan terjadi sama halnya pada Za Can.
Dia juga menyesal telah menyakiti Gu fei hingga Gu fei sudah melupakan dirinya.
"Semuanya salahku kalo bukan aku yang menyakiti Zui dulu.." Batin Za Can.
"Pasti Zui tak akan menjadi seperti ini!" Batin Za Can.
"Aku hanya pecundang yang tidak bisa melindungi orang orang di sekitar diriku" Batin Za Can juga sangat menyesal.
"Aku tidak pantas untuk dirinya!" Batin Za Can.
"Aku harus kuat! biar Zui bahagia bersama pilihannya!" Batin Za Can.
Mereka saling tersakiti satu sama lain merasa diri mereka tidak mampu menutupi kekurangan itu.
Za Can dan Gu fei, mereka tidak bisa memahami kondisi hati mereka dan terus menipu hati mereka sedalam dalamnya.
Rasa sakit yang mereka derita juga karena ke egoisan mereka yang tidak ingin mereka akui.
__ADS_1