Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Makan, hancur?


__ADS_3

"Hei, Za Can!" Kata seseorang dari belakang.


Dia adalah iblis yang memberikan saran dengan Za Can pada saat Gu fei marah di penginapan.


"Kamu" Kata Za Can.


"Hehe, jadi ini kakak ipar?" Kata Iblis itu.


"Oh iya, salam kenal, aku calon istri Za Can" Jawab Ling kepedean.


Iblis tersebut memandang Ling dari atas sampe bawah, dia sangat sinis menatap Ling.


"Apakah kamu yakin kak, mau menjadikannya calon istri" Bisik Iblis tersebut.


"Hah?, dia bukan calon istriku" Kata Za Can.


"inilah calon istriku sesungguhnya" Kata Za Can memperkenalkan Gu fei.


"Uhukk!!" Gu fei sontak sangat terkejut.


"Iya!!, Mama dan papa sangat serasi" Kata Xiu Jiang.


"Eh?, ini anakmu?" Kata Iblis tersebut.


"Uwu, imutnya!" Kata Iblis tersebut.


"Sayang!, bagaimana jika kita memiliki satu" Kata Iblis tersebut berpaling ke arah lain.


Disisi lain terlihat perempuan elegan, yang sedang minum segelas wine.


Iblis itu berjalan perlahan ke arah perempuan itu.


"Gak!" Jawab sadis perempuan itu.


"oh ayolah!, dia sangat imut!" Kata Iblis itu dengan muka kasihan.


"ingatlah, kita belum menikah!!" Kata perempuan itu.

__ADS_1


"Iya, iya!, pokoknya kita akan menyelenggarakan acara pertunangan sebentar lagi!!" Kata Iblis itu penuh keyakinan.


"ayo kita ke sana!" Kata iblis tersebut menarik perempuan itu.


"Za Can, perkenalkan ini, istriku" Kata iblis tersebut percaya diri.


"Belum menjadi istri, baru pacar!" Kata perempuan itu menegaskan kata pacar, sambil menatap Ling dengan tajam.


"Wuss, ngeri juga ini orang!" Batin Gu fei.


"Hehe, namanya An Annchi"


Kata iblis itu.


"Zui perkenalkan, dia temanku, Fengyin" Kata Za Can.


"Zui" Jawab Gu fei singkat.


"Aku tidak peduli" Batin Gu fei membulatkan mata.


"Kemari, duduklah" Kata Za Can mengajak.


"Tidak, di sini ada wanita kotor" Jawab An Annchi.


"Pufttt" Gu fei yang sedang minum tersedak hebat.


"Uhuk! Uhuk!"


"Apa katamu?" Kata Gu fei berdiri.


"Oh, ini kesempatan bagus" Gumam Ling.


"Pria yang bernama Fengyin itu juga lumayan" Kata Ling sinis.


"Aku akan mendapatkan dua dalam sekali pancing" Kata Ling berfikiran jahat.


"Ah, sudahlah, kakak-kakak untuk apa berdebat?, kita harus bekerja sama" Kata Ling mencoba memisahkan.

__ADS_1


"Cih!, tidak tau malu" Kata Gu fei menatap Ling dengan tatapan penuh dendam.


"Apa maksud kakak?" Tanya Ling berpura-pura polos.


"Ck, ck, apakah kamu bodoh?" Tanya Gu fei, mulai mendekati Ling.


"Beberapa saat yang lalu, kamu memanggilku seorang perusak hubungan orang?" Kata Gu fei tersenyum.


"Sekarang berubah menjadi kakak?" Kata Gu fei.


"Kakak, aku benar-benar tidak tau apa yang kamu ucapkan?" Kata Ling sedikit panik.


Ling merangkul Gu fei, sambil mencubit sedikit tangan Gu fei.


"CIH, dasar wanita Zini!, Jangan menyentuhku" Teriak Gu fei menepis Ling dengan kasar.


"Ahhh" Ling tersungkur diantara kursi.


"Aku, aku tidak.. " Kata Ling sedikit berakting.


"Huhuhu" Kata Ling mulai mengeluarkan air mata.


"Sini, aku bantu" Kata An Annchi yang menjulurkan tangannya.


"Terimakasih" Kata Ling.


"Brukk!" Ling di jatuhkan oleh An Annchi.


"Kakak!,, kamu boleh menyakiti ku!, lampiaskan sesukamu!" Kata Ling dengan ekspresi yang sangat menghayati.


"Orang seperti itu tidak perlu di urus" Kata Gu fei memperingati An Annchi.


"Dia milikku" Kata Gu fei tersenyum.


"Silahkan, aku hanya memberikan pelajaran kepadanya" Kata An Annchi menatap tajam ke arah Ling.


"Untuk tidak melihat kekasihku, dengan tatapan menjijikkan seperti itu" Kata An Annchi mengelap tangannya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa.

__ADS_1


__ADS_2