
Gu fei hanya diam dan pergi dari tempat itu dan menuju garasi mengambil sepeda dan pergi.
"Untunglah Gu fei nggak bunuh diri" Batin Kak Vin menghela nafas.
"Kenapa? apa yang terjadi pada Gu fei? " batin Sim bingung.
Sementara itu Gu fei pergi ke atap perusahaan Nan yang telah di bangrut.
"Aaaaaaaaa..." Gu fei Berteriak meluapkan kesedihannya.
"Kenapa!.. kenapa... Mereka pergi begitu saja!... kenapa!... hu hu hu" suara teriakan Gu fei bercampur dengan tangisan.
Tak dia sadari dia tertidur di atap perusahaan Nan sampai sore.
Setelah Gu fei tersadar sudah sore ia pulang kerumah.
"Di bawah sinar rembulan engkau berjanji ๐ถ"
"Tak akan pernah meninggalkanku Sendiri ๐ถ"
"Tapi semua itu hanyalah kebohongan belaka ๐ถ"
"Kemarin kau mengajak belanja ๐ถ"
"Sekarang kau memutuskan ikatan ๐ถ"
"Aku sudah tidak tahan ๐ถ"
"Hidup seperti ini ๐ถ"
"Aku haya ingin bahagia๐ถ"
"Apakah sesulit itu ๐ถ"
Suara nyanyian sedih Gu fei sambil berjalan menuntun sepeda perlahan.
"Tikus Tikus di jalanan mencari kehangatan ๐ถ"
"Saling melindungi dan menyayangi ๐ถ"
"Mengerti apa itu Keluarga ๐ถ"
Seseorang membalas nyanyian Gu fei.
"Siapa kau? kenapa kau membalas nyanyian ku?" Tanya Gu fei sambil menatap serius muka orang itu.
"Hai... Salam kenal Aku Nan Ruyi" Senyum Nan Ruyi sambil mengenalkan diri.
"Tatapan menggoda agar luluh" Batin Gu fei.
"Sayangnya Itu tak berguna bagiku" Batin Gu fei.
"Oh... Nona muda dari keluarga Nan" Jawab menyepelekan Gu fei sambil menaiki Sepeda.
__ADS_1
"Lebih baik jangan terlalu dekat dengannya menurut ku sifat yang seperti itu suka menggoda laki laki orang yang sombong suka berakting Licik" Batin Gu fei.
"Tunggu... Aku belum tahu namamu?" Teriak Nan Ruyi.
"Fei Gu" Teriak Gu fei membalas.
"Lebih baik jangan sampai tahu tentang ku dia pasti akan memanfaatkanku" Batin Gu fei.
Sebelum keluarga Nan bangkrut Gu fei pernah mendengar bahwa Nan Ruyi adalah orang yang Polos dan berhati lembut menjadikan banyak pria suka padanya tapi Gu fei tak tahu sifat aslinya karena belum pernah bertemu dengannya secara langsung.
Sekarang ia bertemu secara langsung ia mengetahui sifat aslinya.
Sesampainya di rumah Gu fei masuk ke kamar dan mandi.
"Gu fei kau udah pulang" Tanya kakak Gu fei sambil melihat ke kamar Gu fei.
"feifei" Kakak Gu fei masuk ke kamar Gu fei.
"Astaga Ini kamar apa kapal pecah" Batin kakak Gu fei.
Kakak Gu fei pun keluar dan memberitahukan bahwa Gu fei sudah pulang.
"Ma.. Gu fei dah pulang" Teriak kakak Gu fei.
"Ok " Jawab mama Gu fei.
"Pa Gu fei udah pulang nanti kita beritahu Gu fei tentang pertunangannya" Tanya mama Gu fei ke papa Gu fei.
"Ya mama sayang" Kata papa Gu fei lembut.
"Fei ada yang mau papa mama bicarain" Tanya papa Gu fei.
"Ada apa ayah" Jawab santai Gu fei.
"Gu fei Kau kan sudah mendekati umur 15 tahun jadi kau harus melakukan pertunangan bagaimana?" Tanya mama Gu fei.
"Kakak nikah dulu aja baru aku tunangan" Jawab Gu fei santai.
"Alah Kakak mu itu kan 2 minggu lagi menikah jadi kau yang harus tunangan 1 minggu lagi" Jawab Mama Gu fei.
"Uhuk... Satu minggu lagi?" Kaget Gu fei.
"lya" Jawab papa Gu fei.
"Nggak aku nggak akan tunangan dan siapa lah itu orang yang akan dijodohkan dengan ku" Bentak Gu fei.
"Gu fei dia adalah Tuan muda Zhang" Jawab mama Gu fei teriak.
"Aku nggak kenal" Jawab Gu fei tegas.
"Pokoknya kau harus pergi ke pertunangan" Bentak papa Gu fei.
"Nggak aku tak akan pergi ke pertunangan" Jawab Gu fei.
__ADS_1
Gu fei pergi ke kamarnya dengan lari.
"Bruk" suara Pintu Kamar yang di tutup.
"Kalian Gila hu.. hu.. hu " Tangis Gu fei.
Dari dahinya tiba tiba muncul Nagara.
"Aish... Akhirnya bangun tidur " Gumam Nagara.
"Eh... Gu fei kau kenapa?" Tanya Nagara bingung.
"Nagara apa kau pernah di jodohkan?" Tanya Gu fei Sedih.
"Pernah lah jika tidak mungkin aku nggak bisa bertemu dengan mu" Kata Nagara sambil tersenyum.
"Lalu kenapa Kau di sini sekarang? kenapa Nggak temui Pasangan mu?" Tanya Gu fei merenung.
"Aku akan ceritakan sebuah kisah di bawah bintang" Senyum Nagara Senang sambil mengengam tangan Gu fei dan menariknya ke balkon.
"Dahulu kala Ada seseorang laki laki manusia yang sering berpetualang di hutan ia jarang kembali hingga suatu hari ia kembali dengan cakaran yang ada di wajahnya ia begitu ditakuti oleh orang dan suka di jadikan bahan Ejekan oleh orang orang ia pun terpikirkan cara mengenakan topeng mata dan pergi menemui keluarganya tapi sudah terlambat keluarganya sudah menjodohkan dirinya dengan seseorang putri yang Arogan dia menolak pinangan tersebut dan berlari ke arah hutan tanpa tujuan dia tersesat hingga ke Klan Mata Merah Kejam... Pemuda tersebut di tolong oleh ketua suku tersebut.. Mereka memperlakukan Pemuda tersebut seperti keluarga.. Pemuda tersebut sangat senang hingga tiba saatnya dimana Istri Ketua Klan tersebut melahirkan seseorang Anak dan pada saat itu juga terjadi penyerangan di klan tersebut yang membinasakan Seluruh klan itu... Dan hanya tersisa pemuda dan anak dari ketua klan tersebut ... Bayi tersebut di hanyutkan ke sungai dan sementara pemuda tersebut Di kutuk sebagai Naga oleh para penyerang... Tapi sebelum Ketua itu mati ia menitipkan sesuatu ia bilang *Lindungilah Anakku jika ia bisa di temukan oleh orang Kau harus memberitahukan bahwa Ia dari Klan Mata Merah Kejam Dan sampai kan Nama ini Hua Hiasa kepadanya aku sayang Hua Hiasa salam dari seluruh Klan* Dan pemuda yang ditangkap oleh seseorang dan di penjara kan ke Hutan Roh sampai bertemu Anak itu sampai jatuh hati padanya" Nagara menceritakan masalalunya.
"Jika kau jatuh cinta kenapa kau tidak mencarinya" Tanya Gu fei.
"Untuk apa mencarinya... Dia sudah ada di sisiku" Jawab Nagara tersenyum.
"Siapa?" Tanya Gu fei.
"Kau" Jawab Nagara.
"Jangan Bercanda deh.. siapa orang itu sih? " Tanya Gu fei tak percaya.
"Aku nggak bercanda ia adalah Kau Zu Gu fei" Nagara mengubah tatapan menjadi serius.
"Nggak mungkin aku kan sudah memiliki orang tua" Jawab Gu fei.
"Mungkin.. Tanyalah pada orang tua mu yang sekarang" Jawab Nagara serius.
"Bagaimana bisa? jika begitu maka akan ku tanya deh tapi mereka pasti Curiga kan" Jawab Gu fei.
"Tenang tanya lah tentang Segel Mata darah kejam dahulu lalu kalung Lahirmu" Jawab Nagara sambil masuk ke dahi Gu fei.
"Baiklah" Jawab Gu fei sambil buka pintu dan turun lagi.
"Ayah.. Aku mau tanya sesuatu" Permintaan Gu fei pada ayahnya.
"Apa Nak? ... Tapi apa kamu sudah memikirkan tunangan itu?" Tanya balik ayah Gu fei.
"Sudah ayah aku menyetujui tunangan tersebut tapi aku ingin mengambil kalung lahirku" Balas Gu fei.
"Ya.. kesini ikut ayah ke ruang Belajar" Jawab Ayah Gu fei.
Mereka berjalan ke ruang belajar dan Ayah Gu fei membuka sebuah peti sesampai di sana.
__ADS_1
"Ini Gu fei " Kata Ayah Gu fei sambil memberikannya kalung itu.
"Makasih ayah tapi apa ini artinya?" Tanya Gu fei sambil menunjukkan Tulisan kuno yang ada pada kalung tersebut.