Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Warung yang aneh


__ADS_3

Setelah itu Gu fei melihat Fi Yuwuji dan melanjutkan perjalanannya bersama orang orang itu.


Hingga sampai disebuah danau Gu fei memiliki rencana lain.


"Huh... 4 Bulan... Gini Caranya aku.." Batin Gu fei.


"Aku Hanya Akan Berkelana 5 Tahun... dan Memenuhi Janjiku" Gumam Gu fei sambil mencuci tangannya.


"Danau ini..." Gumam Gu fei.


"Aku tau..." Batin Gu fei.


"Sudah di tetapkan aku akan melanjutkan perjalanannya sendiri nanti malam!" Batin Gu fei.


"Sekarang aku harus ambil air ini banyak banyak dan juga cari buah kaktus!" Batin Gu fei.


"Aku memang pintar membuat rencana..." Gumamnya.


Kemudian malampun tiba.


Gu fei bergegas diam diam pergi dari kelompok itu.


"Kak Fi... Aku akan pergi.. Mungkin kamu bisa menemukan tempat baru lagi di sini" Batin Gu fei.


Ia pun pergi ketika semuanya sudah tertidur.


Namun saat Gu fei pergi sudah terlalu jauh Fi Yuwuji bangun dari tidurnya dan pergi keluar tandu.


Ia melihat jejak kaki Gu fei dan tersenyum sirik.



Hari hari setelahnya perjalanan Gu fei sangat lancar.


Ia beristirahat pada siang hari dan melanjutkan perjalanannya pada malam hari.


Bahkan melewati gunung pasir itu.

__ADS_1


Hingga sampai sebuah pelabuhan.


"Hah... jauh sekali tempat tujuanku... " Gumam Gu fei berjalan tanpa tujuan.


"Jika aku naik pesawat... Mungkin sampainya singkat" Gumamnya lagi.


"Tapi... Aku harus mengeluarkan uang" Batin Gu fei.


"Sekarang aku naik kapal aja udah hampir kesusahan" Gumam Gu fei.


"Uang koin emasku hampir habis" Gumam Gu fei.


"Benar benar tak memiliki pemasukan namun banyak pengeluaran" Batin Gu fei.


"Aish... Masa aku harus pakai cara terakhirku sih" Gumam Gu fei.


"Cara yang sangat berbahaya bagiku" Gumam Gu fei.


"Lagian berita tentangku sudah tersebar di penjuru negeri" Gumam Gu fei.


"Akan lebih sulit jika aku tertangkap" Batin Gu fei.


"Sulit sekali!.. Aku butuh minuman dingin untuk berpikir!" Gumam Gu fei.


"Kira Kira disini ada minuman apa saja ya?" Batin Gu fei berhenti di salah satu warung ditepi jalan.


"Permisi mau beli minuman dingin" Teriak Gu fei.


Tiba tiba dari depan Gu fei muncul kakek kakek tua.


"Ya.. Mau.. Beli.. Apa?" Kata kakek tua itu.


"Uh.. Ini warung kok kayaknya aneh ya!" Batin Gu fei.


"Permisi kek saya mau beli minuman dingin... Kira kira apaan ya yang ada?" Tanya Gu fei.


"Banyak... Sekali... Kakek.. Tidak.. Ingat!" Jawab kakek tersebut.

__ADS_1


"Kalo es kopi susu?" Tanya Gu fei.


"Sebentar.. " Kakek itu berjalan pelan ke dalam ruangan.


"Warung ini.. aneh sekali meskipun dari luar terlihat biasa namun di dalam banyak pajangan barang berharga... " Batin Gu fei.


Gu fei berjalan menyisiri sudut sudut warung itu.


"Sudah sangat lama kenapa kakek tua itu belum kembali" Gumam Gu fei.


"Aneh..." Satu kata terucap dari Gu fei.


Tembok yang ditempel berbagai hiasan tiba tiba mengeluarkan debu dan terbelah menjadi 2.


Dari Gu fei berdiri dapat melihat ada tangga naik di tembok yang terbelah itu.


Namun saat itu kakek itu kembali dengan membawa minuman yang Gu fei pesan.


"Jangan!" Teriak kakek itu.


"Kakek kakek itu!" Gumam Gu fei.


"Dia bukan orang biasa! Gu fei.. Kau harus bersiap!" Batin Gu fei.


Ia diam diam meletakan daun beracun ke lantai tempat Gu fei berdiri.


"Aku sudah tau siasatmu anak muda!" Teriak kakek itu.


"Hanya Seorang kakek tua untuk apa membuat ruang rahasia!" Teriak Gu fei.


"Kau benar... Aku hanya kakek tua.. Namun kenangan masalalu apa boleh disimpan!" Kata kakek tua itu.


"Ikutilah aku" Kata kakek tua itu.


"Untuk apa!?" Teriak Gu fei.


"Karena kau sudah mengerti masa laluku... Maka biar aku uji kemampuanmu!" Kata kakek tua itu.

__ADS_1


"Tak akan!" Teriak Gu fei.


__ADS_2