
Hari semakin siang, cuaca berubah menjadi panas. Gu fei dan Za Can yang sedang menunggu mulai kehausan.
"Can, gimana kalo kita pergi ke salah satu tempat yang teduh??" Kata Gu fei.
"Kamu terlihat sangat lelah" Kata Gu fei kembali.
"Baik, aku juga haus" Kata Za Can.
"Ayo" Kata Za Can mengandeng Gu fei sambil menggendong Xiu Jiang.
"Iya" Jawab Gu fei.
"Apakah anak itu masih tidur?" Tanya Gu fei.
"Ya, mungkin dia kelelahan" Kata Za Can.
"Emm, seharusnya anak umur segini selalu bersama orang tua" Batin Gu fei.
Tiba-tiba "Bruk" Suara terjatuh terdengar.
Gu fei pingsan, dia sangat pucat. Za Can panik, dia menggendong anak itu juga Gu fei.
"Apa yang harus aku lakukan??" Batin Za Can.
Gu fei perlahan sadar kembali.
"Ukh" Batin Gu fei.
"Aku ada apa?" Gumam Gu fei.
Gu fei langsung berdiri dengan sedikit terhuyung. Dia melihat Za Can yang kesusahan.
"Za Can!?" Gumam Gu fei.
"Kamu!, kamu sedang sakit!, jangan pedulikan aku!" Kata Gu fei panik.
"Jika kamu memaksakan diri, luka kamu akan terbuka lagi!?" Kata Gu fei memapah Za Can.
"Aku bodoh" Batin Gu fei.
__ADS_1
"Kenapa bisa pingsan??, aku sangat beban!!" Batin Gu fei menyalahkan diri sendiri.
"Semua salahku" Batin Gu fei.
"Tidak apa, hanya luka kecil tidak akan menyakitiku" Kata Za Can duduk.
"Tunggu sebentar" Kata Gu fei bergegas ke arah sebuah kedai jalanan.
Tak butuh waktu lama, Gu fei kembali dengan membawa sebotol air mineral yang dia beli. Gu fei membukanya dan memberikan air tersebut kepada Za Can.
"Minumlah" Kata Gu fei.
"Terima kasih" Jawab Za Can tersenyum.
"Kamu duduk lah" Kata Za Can.
"Nanti saja, sini Xiu Jiang denganku saja" Jawab Gu fei.
"Kamu minum dulu" Kata Gu fei perlahan.
"Jangan sampai kamu kenapa - kenpa Can.." Batin Gu fei menggendong Xiu Jiang.
"Mama.." Gumam Xiu Jiang mulai sadar.
"Ma" Gumam Xiu Jiang.
"Jiang sudah bangun nak?" Kata Gu fei.
"Turun" Gumam Xiu Jiang.
Gu fei menurunkan Xiu Jiang perlahan lahan.
"Papa?" Gumam Xiu Jiang.
"Iya?" Jawab Za Can.
Xiu Jiang hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Za Can.
"Baik, Kita bisa berjalan ke arah restoran itu, sebaiknya kita mengisi perut" Kata Za Can.
__ADS_1
"Terserah" Jawab Gu fei.
"Tapi kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Gu fei sedikit ragu.
Za Can menggeleng kepala, dan mengandeng Gu fei.
"Ayo" Kata Za Can.
"Ya" Jawab Gu fei.
"Jiang ikut!" Teriak seseorang yang sedang di abaikan.
"Ah iya, ayo Jiang" Kata Gu fei menggendong Xiu Jiang.
"Hehehe" Tawa kecil Xiu Jiang.
Mereka berjalan pelan menuju restoran. Dengan riang sambil tertawa seperti layaknya keluarga.
Sementara dari kejauhan terlihat seseorang yang mengamati dengan jelas. Dia ingin cemburu akan tetapi tidak memiliki hak itu.
"Kak Za Can.. dia sudah menemukan kebahagiaannya?" Gumam orang itu yang tidak lain adalah Ling.
"Kak Za Can sudah tidak memerlukan diriku lagi ya?" Gumam Ling kembali.
"Apa boleh buat, aku hanya bisa melakukan cara terakhir" Kata Ling tersenyum tetapi sambil meneteskan air mata.
"Semuanya tidak boleh di hancurkan oleh wanita di samping Kak Za Can" Kata Ling berdiri.
"Kak Za Can!!" Teriak Ling.
...~•••~...
"Hai semuanya, apa kabar nih?, maaf ya author nggak bisa sering sering up akhir akhir ini. Terima kasih atas support nya hingga sekarang. Tanpa itu mungkin author nggak bisa mempertahankan ini novel. Author berterimakasih banget!. Jangan lupa like dan favorit kan novel ini ya, sampai jumpa di episode berikutnya"
#cukup sekian dari author, terimakasih, maaf jika ada kesalahan perkataan :)
Selamat menunaikan ibadah puasa ramadan,
bagi yang merayakan
__ADS_1
mohon maaf lahir dan batin.