Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Kota Gurun Tak Berair.


__ADS_3

Sementara itu sekarang Gu fei pergi menuju Kota Gurun Pasir Tak Berair.


Sesampai dikota dekat gurun itu Gu fei turun mencari penginapan karena sudah malam.


"Maaf saya mau tanya penginapan dekat sini ada nggak ya?" Tanya Gu fei pada salah satu pedagang yang masih berjualan.


"Penginapan?... Ada Tapi apa kau yang akan ke sana!?" Jawab pedagang itu.


"Iya... Memangnya ada apa di sana?" Tanya Gu fei lagi.


"Kamu pasti orang yang baru tiba di kota ini!... Di sana itu jika ingin menginap harus bertarung dengan penjaga penginapan itu!... dan kabarnya lagi nggak bisa suap pakai uang... Tapi juga kalau berhasil mengalahkan Penjaga itu akan gratis menginap disana dapat kartu VIP lagi!" Kata penjaga itu memperingati.


"Oh.. Ya sudahlah... Terimakasih" Kata Gu fei pergi sambil menuju ke salah satu kedai arak dan kopi malam.


"Coba aku lihat seberapa kuatnya penjaga itu!" Batin Gu fei.


Sesampai dikedai tersebut Gu fei memesan kopi dan mencoba mendapatkan Informasi.


Sambil menunggu Gu fei memainkan batu yang ada di meja makannya.


Seketika ada orang yang datang dengan babak belur seperti sehabis dipukuli.


"Aku peringatan kalian.. Jangan pergi ke Penginapan Iblis itu jika tak ingin menyerahkan nyawa!" Teriak Orang itu.


"Ada juga yang membahas!" Batin Gu fei senyum.


"Wah diakan orang terkuat di Kota ini bisa seperti itu kok bisa!" Bisik bisik orang yang disamping Gu fei.


"Benar benar ya!"


"Penjaganya terlalu baik ya! bisa membiarkan Ia lolos!"


"Padahal Ia kan orang yang kuat, Ramah, Baik hati lagi! kok sesial itu!"


Bisik bisik orang orang.


"Mungkin ini akhir hidupku!" Kata orang itu.


Seketika datang satu penjaga penginapan yang mengejarnya.


Penjaga itu terus menyerang orang itu sampai kedai akan roboh.


Hingga akhirnya Ada kursi yang melayang hampir mengenai Gu fei.


Dengan Gesit Gu fei menangkis serangan itu yang membuat kursi Itu hancur.


Gu fei pun menjadi perhatian orang orang karena hanya menyentuh kursi itu bisa hancur menjadi serpihan kecil yang berserakan.


"Eh.. kok penyakitku umat lagi disaat seperti ini... " Batin Gu fei.


"Huh... Apa kalian bisa bertarung ditempat lain!" Teriak Gu fei.


"Kalian sadar nggak sih di sini banyak orang nggak bersalah!... Kemungkinan bisa menjatuhkan korban! " Teriak Gu fei sambil berjalan menuju dua orang yang berkelahi itu.


"Siapa kau!... Berani beraninya Kamu!" Kata penjaga itu sambil mengarahkan pukulan ke arah Gu fei.


"Sombong sekali!" Gumam Gu fei.

__ADS_1


"Jika bisa mengalahkan orang ini pasti bisa menginap gratis!...He.. He.. He.. Gratisan! aku datang!" Batin Gu fei tersenyum.


Dengan cepat Gu fei menghindari pukulan itu.


"Hai.. Kelinci percobaan 1" Gumam Gu fei.


Gumaman Gu fei didengar oleh penjaga itu hingga marah dan mengluarkan pisau dari saku belakangnya.


"Pembela diri tingkat dasar... Kau ini masih terlalu lemah untukku! Pulang dan berlatihlah lagi" Kata Gu fei.


"Siapa yang lemah!" Teriak orang itu sambil mencoba menusukan pisau.


Insting Gu fei langsung memegang ujung pisau itu tapi belum bisa mematahkan pisau itu dengan kekuatannya yang sekarang.


"Apa!" Teriak penjaga itu kaget karena Gu fei nggak terluka.


"Hmm.. Jadi ini salah satu kekuatanku?... Bagus cocok denganku!.. Tinggal ku satukan penyakitku beres.." Batin Gu fei.


"Pasti matilah orang ini jika penyakit itu kambuh... Aku pun juga nggak bisa mengendalikannya... Dulu kalau dirumah jurus itu keluar tiba tiba yang membuat semua peralatan makan keluarga rusak.. dan lagi belum merusak pedang besi terkuat ayah!" Batin Gu fei.


"Bye... Kelinci percobaan 1" Kata Gu fei.


Gu fei pun mematahkan pisau itu dan mengubah arah tusukan pisau menjadi arah ke penjaga itu.


Sehingga penjaga itu mati dan menghilang meninggalkan satu token emas.


"Token?" Gumam Gu fei.


"Hai saudaraku kau telah menyelamatkan aku dan mendapatkan token ini... Pergilah Ke penginapan itu" Kata Orang yang terluka tadi sambil menepuk bahu Gu fei.


"Ih.. Siapa lagi yang yang saudaramu.. Kenal juga nggak.. " Batin Gu fei.


"Hei berapa harga kopi itu tadi?" Tanya Gu fei.


"3 koin emas tuan" Jawab kasir itu.


"Astaga... ini kedai perampok ya! Pantesan orang tadi nggak mau bayarin aku!" Batin Gu fei.


"Aku kan jadi hampir miskin lagi... " Gumam Gu fei sambil mengeluarkan uang dari sakunya.


Gu fei pun menoleh ke semua orang yang ada di kedai itu sambil berteriak "Hei... Kalian jika ingin hidup enak pergi saja ke Kota Zhang! Tapi jangan ikut urusan apapun yang berkaitan orang yang bernama Zu Gu fei di kota itu!" Teriak Gu fei sambil berlari pergi menjauh.


Saat sampai di penginapan Gu fei berpikir bahwa mungkin di sana ia akan bertarung lagi.


Ternyata perkataannya itu benar ia akan bertarung lagi.


Karena anak buah yang ia bunuh rohnya melaporkan bahwa ia sangat kuat.


Gu fei pun bertarung lagi namun saat tengah Pertarungan tangan Gu fei yang satunya menahan sakit secara tiba tiba.


Ternyata tangannya itu retak disaat ia kecelakaan.


Kalo nggak inget baca ulang cahpter yang judulnya kecelakaan.


Akan tetapi Gu fei dapat menahan serangannya karena di dalam hati Gu fei ia berkata "Hanya sakit segini!... Lebih sakit di mana saat para sahabatku meninggalkan aku!... Aku harus kuat!" batinan Gu fei.


Batinan itulah yang membuat Gu fei bisa bertahan dan pada akhirnya.

__ADS_1


Tanpa sadar Gu fei memakai tangan yang retak itu untuk menahan serangan lawannya.


Yang terjadi tangan yang retak itu menjadi patah tapi Gu fei masih di bilang beruntung karena tangan yang patah adalah tangan kirinya.


di akhir pertarungan Gu fei hampir dibunuh akan tetapi Gu fei dapat menghindari serangan itu dan malah membalikkan keadaan menjadi Gu fei yang membunuh.


Pada akhirnya Penjaga itu bisa terbunuh dan mayatnya sama menghilang entah ke mana dan berubah menjadi Giok Emas Permata yang berkilauan.


Ekspresi Gu fei hanya tersenyum kecut sambil menahan rasa sakit melihat Giok itu.


"Sungguh berkilauan... " Gumam Gu fei.


"Ukh.." Suara Gu fei yang kesakitan.


"Huh... Dasar tangan ini!.. Sungguh sangat menyiksa!" Gumam Gu fei sambil mengambil giok itu.


"Jika ku potong tanganku apa lebih sakit lagi?" Batin Gu fei.


"Janganlah setelah sembuh juga masih berguna ini tangan" Batin Gu fei.


"Apa di sana ada dokter obat?... " Batin Gu fei.


"Kekuatan yang belum pulih... Bahkan nggak bisa nyembuhin patah tulang!.. Badanku aja penuh luka tusuk... Tapi untung Ngg dalam!" Batin Gu fei sambil berjalan mendekati pintu masuk sambil memegang tangannya yang sakit.


Di dalam penginapan ia terkejut ternyata lantai satu berisi ruang medis dan banyak orang yang sakit karena luka maupun racun disana.


"Sungguh penginapan yang mengerikan!" Gumam Gu fei.


Gu fei pun berjalan mengantri untuk diobati.


Dengan kesabaran Gu fei mengantri tapi ia tiba tiba melihat ada orang yang berjalan terhuyung huyung ke arah lorong yang bertulisan Emas Permata.


"Emas Permata?" Gumam Gu fei.


"Tuan baru ya?" Tanya orang yang ada di belakang Gu fei.


"Iya... Apa tuan tahu lorong itu kenapa bertulisan Emas Permata?" Tanya Gu fei.


"Oh... di situ tempat tamu VVIP hanya orang yang memiliki Giok Emas permata yang bisa masuk" Jawab santai orang itu.


"Tapi juga susah buat ngalahin orang yang kuat dan juga sangat sulit di jumpai" Tambah orang itu.


"Emas Permata?!" Kata Gu fei.


"Apa ini Giok Emas Permata?" Kata Gu fei sambil mengangkat Giok dari sakunya.


"GIOK EMAS PERMATA YANG LANGKA!" Teriak orang itu spontan kaget melihat Giok itu.


"Seharusnya tuan ke lorong itu!" Kata Orang itu.


"Nggak lah!.. Nanti aku nunggu lama lagi" Kata Gu fei nggak senang.


"Tidak mengantri kok kan tamu VVIP kekuasaannya lebih tinggi dari VIP" Kata orang itu.


Gu fei tak percaya dengan orang itu dan akhirnya ia mengeluarkan sisa tenaganya untuk membuat bayangan penjaga dan langsung pergi ke lorong itu.


Sesampai dilorong ternyata perkataan orang itu benar nggak perlu mengantri.

__ADS_1


Gu fei pun menghilangkan bayangan yang ada di tempat umum itu.


__ADS_2