
"Pulau tanpa hukum itu,bukanlah hanya dongeng"
Gu fei sudah berganti pakaian dan tengah menuju ke aula. Disana terlihat Za Can yang bersandar di dinding sambil menunggu Gu fei.
"Tampan.." Batin Gu fei melonggo melihat Za Can yang tampak berbeda.
"Eh, aku bilang apa tadi!?" Batin Gu fei sadar.
"Sial aku terpesona dengannya!" Batin Gu fei muka kesal.
"Zui, apakah aku tampan?" Kata Za Can menyombongkan diri.
"Huh, tampan apanya!?" Teriak Gu fei agak salah tingkah.
Za Can merasa terpukul mendengar omongan Zui tadi. Sepatah kata yang menusuk hatinya.
"Sudahlah" Kata Za Can.
"Apa kamu sudah siap Zui" Kata Za Can lembut sambil berjalan mendekati Gu fei.
"Ya" Jawab Gu fei tersenyum agak takut.
__ADS_1
Za Can memegang tangan Gu fei dan menariknya perlahan lahan sambil berjalan. Mereka pelan pelan naik ke atas kapal. Gu fei yang saat itu mengenakan pakaian yang sedikit sepecial baginya sedikit takut.
Gu fei mengenakannya karena mengingat perkataan ibunya "Pakailah pakaian yang bagus jika kamu pergi dengan orang yang spesial di hidupmu".
Gu fei pada akhirnya memutuskan untuk memakai pakaian yang baginya spesial.
Sekarang mereka sudah berada di atas kapal, Terlihat sebuah gerbang gelap yang dijaga oleh dua orang gagah dan kuat. Za Can menunjukkan sebuah giok dan orang itu mempersilakan masuk namun hanya Za Can dan Gu fei saja yang diperbolehkan masuk.
Semua orang yang ada di kapal harus mengitari pulau itu. Karena hanya iblis ataupun iblis setengah manusia yang diperbolehkan masuk.
Saat itu Gu fei masih tidak tau peraturannya, namun Za Can sudah tau jika Gu fei adalah keturunan iblis. Jadi untuk membuktikan omongan Putri Duyung hari itu adalah kenyataan Za Can membawa Gu fei.
Mereka dipandu oleh penjaga dan langsung menaikinya sambil saling perpegangan karena Gu fei takut. Selepasnya mereka sampai di sebuah portal yang sangat bersinar.
Penjaga itu bilang bahwa portal itu adalah pintu menuju ke kota Pulau Batu. Za Can dan Gu fei melangkahkan kakinya perlahan masuk ke portal itu.
"Tempat ini.. sungguh mengerikan!!" Batin Gu fei gemetar ketakutan.
"Lebih mengerikan dari perkiraan diriku!" Batin Gu fei semakin mempererat pegangannya pada Za Can.
"Apakah kamu takut?" Gumam Za Can berbisik ke Gu fei.
__ADS_1
"Ti.. Tidak" Jawab Gu fei terbata bata.
"Haeh" Gumam Za Can melepaskan nafasnya.
Za Can menggendong Gu fei secara tiba tiba sambil berjalan ke portal tersebut. Gu fei yang ketakutan secara refleks memeluk Za Can sambil menutup matanya. Sementara Za Can tersenyum melihat Gu fei memeluknya.
Mereka sampai dibalik portal tersebut. Gu fei membuka matanya perlahan dan alangkah terkejutnya ketika Gu fei tau bahwa dalam kota itu sangat cantik, ditambah sedang turun salju.
"Wahh!" Gumam Gu fei.
"Cantiknya" Batin Gu fei.
Salju perlahan lahan turun menyentuh ke tanah, disana juga terlihat ada seorang iblis yang bentuknya mengerikan namun Gu fei tidak terkejut enatah mengapa.
Gu fei turun dari pelukan Za Can dan langsung berlari melihat salju itu turun.
"Ha.. Ha.. Ha.." Gu fei tertawa lepas dan terlihat sangat bahagia melihat salju.
......‹••••›......
Selamat tahun baru bagi para pembaca. Terima kasih sudah bisa menunggu novel ini up ya. Terima kasih juga untuk selalu support author🤗. Intinya Selamat Tahun Baru untuk semuanya!! ditunggu part selanjutnya ya😊
__ADS_1