
"Jadi ini isi suratnya" Batin Gu fei setelah membaca surat tersebut.
"Ibu.. Ayah.. Aku janji akan menjadi lebih kuat, membangun Klan Mata Merah Kejam, dan membalas dendam atas kematian kalian" Batin Gu fei.
"Baiklah aku menemukan tujuan... Dalam waktu dekat ini aku akan melatih kekuatan dan malam sebelum pertunangan aku akan kabur dengan itu pasti pertunangan akan gagal dan aku nggak di cari oleh keluarga Zhang itu!" Kata Gu fei menjelaskan pada Nagara.
"Lah kenapa nggak pergi sekarang?" Tanya Nagara.
"Kalau pergi sekarang aku akan dicari dan nggak bisa membuka Segel ini" Gu fei menjelaskan alasannya.
"Lalu 6 hari ini kamu mau ngapain?" Tanya Nagara.
"Hari aku akan sekolah dan fokus menaikkan kekuatan lalu sehari sebelum pertunangan aku akan membuka segelnya" Jawab Gu fei percaya diri.
"Hmm.. Baiklah.. lalu apa yang akan kau lakukan malam ini?" Tanya Nagara.
"Ikut aku... Tapi kau harus mengati pakaian itu agar terlihat mewah" Suruh Gu fei pada Nagara.
Merekapun naik ke lantai kamar Gu fei
"Oh... Tapi aku nggak punya pakaian lain" Kata Nagara sambil berpikir.
"Ambil ini" Gu fei mencari pakaiannya di Almari.
"Ok" Jawab Nagara.
"Emm aku ganti di mana ya?" Tanya Nagara.
"Kamar mandi itu lo!" Jawab Gu fei.
"Ya" Jawab Nagara sambil bergegas ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Gu fei pun mencari tabungan nya untuk di ambil.
"Dimana sih! " Gumam Gu fei.
"Oh ya ketemu" Teriak Gu fei.
"Aduh.. Aku masih pakai piyama ini!" Gumam Gu fei.
"Ambil uang ini dululah" Batin Gu fei sambil mengambil uang dan memasukkan nya ke dalam kalungnya.
"Hmm... Gu fei dimanakau" Tanya Nagara setelah selesai berganti pakaian.
"Sini" Suara Gu fei.
"Oh... Lagi ngapain" Tanya Nagara.
Gu fei melihat Nagara dengan baju yang ia berikan.
"Emm.. Aku aneh ya kok diliatin apa aku ganti yang lain! " Tanya Nagara nggak peka.
"Tidak.. Tidak.. Tidak" Kata Gu fei sambil mengalihkan pemandangan.
__ADS_1
"Aku... Aku... Mau Ganti baju dulu" Teriak Gu fei malu dan lari ke kamar mandi.
Sesaat setelah Gu fei ganti baju ia keluar.
"Nagara Kau harus menghapus Aura mu ya!" Perintah Gu fei.
"Ya tapi kamu kok masih memiliki Aura?" Tanya Nagara.
"Aku nggak tahu cara ngilangin auranya jadi hanya bisa mencampurnya" Kata Gu fei.
"Ok.. Omong omong kita mau kemana?" Tanya Nagara penasaran.
"Pesta darah!" Ajak Gu fei sambil berjalan ke arah balkon.
"Apa!" Nagara kaget.
"Ayo nanti telat" Gumam Gu fei.
"Ya" Kata Nagara.
"Baiklah! Kita berangkat" Batin Gu fei sambil membuka Jendela balkon kamarnya.
Gu fei dan Nagara melompat ke pohon yang ada di depan rumah.
Sesampai di jalanan mereka memesan taxi untuk berangkat "Taxi" Teriak Gu fei sambil mengandeng tangan Nagara dan naik taxi.
Sementara itu mereka berangkat ke pelelangan.
#Geng Heyun.
"Qian kau harus membunuh Dei atau Dei yang akan membunuhmu untuk ketua baru geng ini" Teriak Tetua Yuan (Ayah dari Jiaja).
"Tapi Master... Dei adalah sahabat ku" Teriak Qian kembali.
"Tak peduli bunuh atau di bunuh, keluarga atau sahabat, sahabat atau teman... Jika kau menginginkan posisi ini bunuhlah dia" Bentak Tetua Yuan.
"Tapi ku harap kau yang menjadi ketua selanjutnya Qian" Bisik Tetua Yuan.
"Hmph... dasar kampungan" Batin Tetua Yuan.
Di saat bersamaan di ruang rapat 2 juga terjadi perdebatan antara Tetua Guan dan Kak Dei.
Dan mereka menjawab bersamaan.
Qian : "Aku akan menyingkirkan diri sendiri saja Tetua"
Dei: "Aku tak akan melukai Kak Qian Tetua maaf atas ketidak sopanan ku"
Para Tetua pun berdiskusi agar Qian yang keluar dengan sendirinya jadi Dei yang akan dijodohkan dengan Jiaja.
"Baiklah sudah di simpulkan bahwa Qian akan mengundurkan diri dari jabatannya menjadi bukan anggota Geng Heyun" Gumam Tetua Guan.
"Benar sekali Dei sangatlah cocok dengan karakter Jiaja" Gumam Tetua Yuan.
__ADS_1
Sementara itu setelah pertemuan itu...
Mereka berdua duduk ditempat yang biasa untuk mereka berempat duduk melihat bulan setiap malam.
Perpisahan yang sangat menyedihkan terjadi..
Mereka bersenang senang sambil mengingat dahulu jika masih ada Gu fei.
Karena Gu fei dan Lin Nei mereka bisa bersatu.
Mereka juga membuat janji yang mengharukan.
Janji itu dibuat dengan mengucapkan kata hati mereka bahwa akan bersama sampai maut memisahkan mereka.
Tapi Janji itu lenyap seketika dan akhir dari persahabatan itu.
"Maaf Dei aku harus meninggalkanmu di sini" Gumam Kak Qian sambil mengelus Rambut Kak Dei.
"Mungkin Jika Lin dan feifei yang ada di posisi ini mereka akan melakukan hal yang sama" Gumam Kak Qian tersenyum dan meninggalkan Kak Dei yang tertidur.
"Aku menyayangi mu Dei selamat tinggal" Batin Kak Qian sambil meneteskan air mata.
Di saat bersamaan Gu fei di dalam taxi menyadari sesuatu dan meminta taxi berhenti sebentar.
Lalu ia keluar dari taxi dan melihat bulan yang sangat jelas.
"Ada apa ini?... Apa yang terjadi?... Kenapa perasaanku campur aduk?" Batin Gu fei dengan perasaan aneh.
"Ada apa Gu fei kenapa mukamu pucat sekali?" Tanya Nagara mengkhawatirkan Gu fei.
"Aku tidak apa apa ayo masuk ke taxi lagi" Gumam Gu fei.
Pada lokasi Lin Nei juga merasa sangat sedih dan tidak tahu kenapa ia sedih.
"Ada apa ini? kenapa perasaan ini? apakah terjadi sesuatu?" Batin Lin Nei.
Gambar 4 Sahabat.
Mereka mengajukan pertanyaan di dalam hati mereka di bawah Bulan.
Apakah kami tidak bisa bersama?
Mengapa kami sangat rapuh?
Apakah kami bisa mengubah takdir?
Kenapa persahabatan ini berakhir begitu menyedihkan?
Kekacauan melanda hati mereka yang saling terhubung.
Dengan mengikuti langkah yang berbeda mereka tidak bisa bersama.
Diri mereka akan membawa cerita di masa depan yang jauh dan penuh rintangan ini.
__ADS_1
...***Disetiap pertemuan pasti ada perpisahan......
...Zu Gu fei***~...