
"Namun aku malah bingung sekarang mau buat apa.." Gumam Gu fei.
"Aku mau buat apa kira kira lagi..." Batin Gu fei berhenti sejenak.
"Bagaimana jika..." Gumam Gu fei berfikir.
"Aaaa! sekarang malah bingung mau buat apa.. bahannya terlalu lengkap!" Batin Gu fei.
"Dulu Ibu selalu mengarahkan aku saat memasak..." Gumam Gu fei teringat kembali.
"Sekarang..." Batin Gu fei sedih menatap sekitarnya.
"Hah.." Gu fei menghela napas panjang.
"Kamu harus menerimanya Gu fei.. kamu itu sudah sendirian dari awal... " Gumam Gu fei.
"Ada saat dimana aku tak terhentikan!" Kata Gu fei kembali semangat lagi.
"Coba aku masak yang aku janjikan pada kakak hari itu..." Gumam Gu fei.
"Namun itu hanya coba coba... " Kata Gu fei.
"Apakah akan jadi?" Batin Gu fei.
"Bodo amat! yang penting memasak!" Kata Gu fei percaya diri.
Gu fei mulai menakar bahan bahan yang dia perlukan.
Za Can yang berjalan hendak ke dapur untuk mengambil air terhenti sejenak karena melihat Gu fei.
"Zui?" Batin Za Can.
Gu fei masih sibuk dengan pekerjaannya yang sedang mencari peralatan untuk mencampur bahan bahan yang sudah ia takar.
__ADS_1
"Aku butuh sejumput garam" Kata Gu fei.
"Garam akan lebih menyedapkan masakanku.." Kata Gu fei.
Za Can hanya melihat dari kejauhan dan tidak berani mendekati Gu fei yang tengah sibuk.
"Dia sangat serius dalam melakukannya..." Gumam Za Can lirih.
Saat Gu fei menuangkan tepung terigu tidak sengaja tumpah dan mengenai baju yang dia kenakan.
Gu fei sudah terbiasa dengan hal itu saat memasak.
"Prang" Saat Gu fei hendak mengangkat piring untuk wadah hiasan makanan yang dia buat tiba tiba piringnya pecah.
"Sial kenapa hal ini selalu terjadi!" Batin Gu fei maklum dengan dirinya sendiri.
"Pantaslah aku disebut pengrusak.." Batin Gu fei menyentuh kepalanya sendiri.
Gu fei jongkok sambil mengambil pecahan pecahan dan serpihan piring yang pecah.
Za Can sangat ingin membantu Gu fei namun dia tertahan akan kekhawatiran dirinya.
"Penakut?" Batin Za Can.
"Aku tidak pernah menjadi penakut!" kata Za Can mendekati Gu fei.
Za Can tiba tiba jongkok sambil membantu Gu fei membersihkan serpihan serpihan pecahan piring.
"Ngapain?" Tanya Gu fei tidak senang.
"Bantu kamu!" Kata Za Can lugas.
"Aku tidak perlu bantuanmu!" Kata Gu fei.
__ADS_1
"Namun aku ingin membantu!" Kata Za Can berdiri setelah membereskan serpihan serpihan pecahan piring.
"Aku bilang aku tidak perlu bantuan dirimu!" Teriak Gu fei.
"Bukk!" Tangan Gu fei tidak sengaja menyenggol papan kayu yang sebelahnya diisi oleh tepung.
Tepung itu terlempar dan mendarat pada kepala mereka berdua.
Mereka sekarang tergeluputi tepung putih itu.
"Pufft.." Za Can menahan tawa melihat wajah Gu fei yang juga terkena tepung.
"Tertawa apa kau!" Teriak Gu fei kesal.
"Ha.. Ha.. Ha.." Za Can tidak bisa menahan tawa lagi dan tertawa keras.
"Lihatlah wajahmu!" Kata Za Can masih tertawa.
Gu fei pun menyahut kaca yang berada di dekat pisau.
"Aaaaah!" Teriak Gu fei kaget.
"Kuntilanak!" Kata Gu fei.
"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Za Can tertawa semakin menjadi jadi.
Gu fei yang sangat kesal mengambil adonan basah dan memberikannya ke muka Za Can yang agak terkena tepung.
"Ha.. Ha.." Tawa Gu fei.
"Lihatlah kau juga sama seperti ku!" Kata Gu fei riang.
"Oh.. aku akan membalasnya" Kata Za Can mengambil adonan basah seperti Gu fei.
__ADS_1