Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Awal Rencana besar dimulai.


__ADS_3

Sementara itu di Rumah Xiao Sia.


"Ha.. Ha.. Ha" Tawa senang Xiao Sia.


"Kakak!.. akhirnya kita menang" Kata Xiao Li.


"Ya adik kesayanganku kau harus mengundang Kak Binyo memberitahukan kabar baik!" Kata Xiao Sia senang.


"Iya Kak Sia" Kata Xiao Li sambil mengeluarkan ponsel.


Setelah beberapa saat mengirimkan pesan Kakak Xiao Sia dan Xiao Li datang.


"Sia!.. Apa benar kamu yang menang?" Teriak Xiao Binyo.


"Kakak lama tak jumpa" Kata Xiao Sia.


"Iya... Udah lama tak jumpa" Kata Xiao Binyo sambil duduk.


"Xiao Li.. sekarang tuangkan anggur ke gelas untuk Kak Binyo " Perintah Xiao Sia.


Xiao Li pun menuangkan anggur itu ke gelas Xiao Binyo.


"Jadi bagaimana rencananya kok bisa?" Tanya Xiao Binyo.


"Dimulai dengan Dersa... Aku... Lalu Jiaja... dan yang terakhir Azalea yang akan maju" Kata Xiao sia sambil meminum anggurnya.


"Jadi itu semua ulahmu Sia!" Teriak Xiao Binyo kaget dan bahagia.


"Jadi ramalan itu tak akan terjadi!.. Baguslah!" Gumam Xiao Binyo.


"Kita harus menemui mama untuk memberitahunya!" Kata Xiao Binyo.


"Tapi aku masih tidak tenang tentang Qian dan Gu fei itu lah!" Gumam Xiao Binyo.


"Kakak Binyo tenang Qian bukan apa apa ketika aku mengeluarkan kartu AS ku" Gumam Xiao Sia.


"Kartu AS?.." Tanya Xiao Binyo.


"Iya... Azalea dan Tyasti!" Jawab Xiao Sia.


"Bukannya Tyasti itu keluarganya Gu fei!" Tanya Xiao Binyo.


"Iya.. Makanya itu bisa deketin Gu fei" Kata Xiao Sia.


"Terserah kamu!" Kata Xiao Binyo.


#Sementara itu direstoran Bing.


"Hmm.. Kau tak pantas menjadi suamiku! " Gumam Gu fei sambil menatap cermin kamar mandi.


"Sekarang aku akan pergi berkelana... selamat untuk semuanya " batin Gu fei.


Gu fei mengganti baju Gaun menjadi pakaian laki laki.


"Seharusnya penyamaran ini nggak ketahuan" Gumam Gu fei.


"Tapi aku seharusnya ganti di kamar mandi laki laki lah" Kata Gu fei.


"Sekarang pasti akan ada masalah!" Gumam Gu fei sambil mengintip keluar.


"Ada 3 wanita satu Sedang cuci tangan yang satunya sedang make up dan yang satunya lagi sedang mengeringkan tangan" Gumam Gu fei.

__ADS_1


"Tunggu yang cuci tangan pergi!" Gumam Gu fei.


"Aku serang yang make up dulu!" Gumam Gu fei sambil bersiap menyerang.


Gu fei memukul bagian belakang leher mereka tanpa suara Pukulan yang membuat mereka pingsan.


"Selesai" Gumam Gu fei lalu keluar dan menatap CCTV yang berada di luar pintu kamar mandi.


"Humph... Tidak ada yang bisa mencegahku! " Gumam Gu fei sambil mengode ke arah CCTV.


Gu fei keluar dengan santai menuju luar restoran yang sudah senja.


"He..He..Ha.. Ha.. Ha" Tawa Gu fei senang.


"Saatnya mengubah dunia telah tiba... Kalian akan menderita Keluarga Xiao jika aku sudah kembali!" Gumam Gu fei.


Gu fei berjalan ke gang sepi yang ada di depan restoran.


Setelah berjalan menuju gang... Gu fei sudah mencapai ujung gang yang menghubungkan pasar gelap.


Karena ada pencuri yang melihat tas Gu fei yang berisi perhiasan.ada yang ingin mencuri tas itu.


Pencuri tersebut berlari sambil menarik tas itu.


Setelah menarik pencuri itu berlari ke arah gang yang gelap tapi sayangnya ini bagian dari rencana Gu fei.


Gu fei hanya terus berjalan hingga sampai di ujung pasar gelap yang tertutup dinding batu bata Gu fei melompat ke atas dinding tersebut.


"Hmm.. Kekuatan ini lumayan... Setelah di buka aku bisa melewati dinding itu tanpa harus memanjat dengan susah" Gumam Gu fei sambil mengangkat kedua tangannya dan melihatnya.


Gu fei melanjutkan perjalanannya hingga malam ia sampai di rumah neneknya Zhao lu.


"Akhirnya sampai juga dirumah tua bangka licik itu!" Gumam Gu fei.


"Palingan yang itu.. " Gumam Gu fei sambil melompat ke balkon kamar.


Gu fei mengintip kamar itu tapi ia salah kamar karena kamar itu adalah kamar sepupu tirinya.


"Ukh... Salah kamar" Gumam Gu fei.


Tanpa Gu fei sadari Ia ketahuan oleh Peliharaan kakek tirinya yaitu makhluk gaib yang hanya bisa di lihat oleh seseorang yang memiliki kekuatan melihat gaib.


Makhluk itu berbentuk tubuh manusia tapi memiliki cakar pada tangan dan pada kakinya yang berbentuk tulang tak berdaging dan tak berkulit sedangkan kepalanya penuh dengan luka bakar... Memiliki rambut yang keluar nanah yang seperti magma sedangkan mulutnya memiliki taring untuk menyobek Jiwa seseorang yang dijadikan tumbal.


Makhluk itu salah satu dari penghuni neraka yang berhasil lolos tapi tetap terkena hukuman dan menunggu sampai dunia ini kiamat dan hancur Binasa, Biasa di sebut sebut Iblis neraka level 20.


Gu fei tidak bisa melihat makhluk itu karena tidak mengaktifkan mata merahnya.


"Sial ada aura jahat... pasti ini Ibis tua bangka yang satunya lagi!" Gumam Gu fei merasakan kehadiran makhluk itu.


Gu fei pernah menjadi Sasaran neneknya sendiri karena dulu ia masih kecil tidak tahu tentang hal hal itu dan karena dekat dengan neneknya.


Iblis neraka itu pergi menemui kakek tirinya Gu fei setelah menyadari keberadaan Gu fei.


Gu fei pun naik ke balkon kamar yang benar.


Di kamar tersebut terdapat neneknya Gu fei.


Gu fei pun membuat suara di luar balkon agar neneknya keluar.


"Klang... " Suara lemparan batu ke kaca.

__ADS_1


"Siapa sih yang berulah malam malam!" Batin nenek Gu fei.


Nenek Gu fei pun keluar dari kamarnya menuju balkon.


"Siapa!" Kata nenek Gu fei.


Di bawah sinar bulan Gu fei muncul sambil berdiri di atas pagar balkon.


"Lama tak jumpa Tua bangka bau tanah!" Kata Gu fei.


"Untuk apa kamu kesini dasar tak tahu malu!" Teriak nenek Gu fei (Zhao lu).


Sesudah nenek Gu fei teriak kakek tiri Gu fei muncul dan berteriak "Gu fei untuk apa kau ke sini!".


"Ck.. dasar para tua bangka ini!" Batin Gu fei kesal.


"Aku hanya memberitahukan jika kalian berani menyerang keluarga Gu fei lagi setelah ini aku akan mendatangi kalian dan membuat kalian merasakan kematian berulang!" Kata Gu fei.


"Dasar tua bangka Bau tanah!" Gumam Gu fei sambil pergi.


Kepergian Gu fei di iringi angin yang berhembus.


Gu fei melanjutkan perjalanannya ke Rumah kakek sepupunya.


Sesampai dirumah kakek sepupunya Gu fei mengetuk pintu dengan sangat sopan.


"Tok... Tok.. Tok" suara ketukan pintu.


"Iya silakan masuk" Jawab nenek Ke 2 Gu fei.


"Nenek ke 2" Kata Gu fei.


"Gu fei... Masuklah... Duduklah" Kata Nenek Ke 2 Gu fei.


"Tidak perlu repot repot Nek.. Aku kesini ada perlu!" Kata Gu fei.


"Nenek Ke2 Aku boleh minta tolong.... Panggilkan Kakek ke2 bisakah?" Kata Gu fei.


"Baiklah akan aku panggilkan" Jawab Nenek ke 2.


"Wan Lan!... Dicari seseorang ini" Teriak nenek Ke 2.


"Ya!" Balas kakek Ke 2.


"Siapa?" Kata kakek ke 2 sambil berjalan mendekati nenek ke 2.


"Gu fei ada perlu denganmu" Kata nenek ke 2.


"Kakek ke 2 aku akan meminta pertolonganmu.... Tolong lindungi keluarga Zu saat aku pergi ya?... Setelah kembali aku akan melindungi keluargaku sendiri" Kata Gu fei.


"Gu fei! mau pergi kemana?" Tanya Kakek Ke 2.


"Mengarungi dunia yang luas ini... Selamat tinggal kakek ke 2, nenek ke 2" Kata Gu fei sambil kembali pergi lagi.


Setelah Gu fei pergi ia memanggil beberapa burung hantu dan gagak.


Gu fei memainkan seruling yang ia bawa dengan merdu.


Dalam seketika datanglah beberapa ekor burung hantu dan gagak.


"Kalian aku minta tolong antarkan surat ini pada Kak Dei, Kak Qian, Yun, Kak Vin, Sim,dan Lin Nei" Kata Gu fei menunjuk burung hantu.

__ADS_1


"Sementara gagak kamu kirim surat ini pada Xiao Sia" Kata Gu fei.


Para burung itu pun pergi meninggalkan Gu fei.


__ADS_2