
#Keesokan Paginya.
Keluarga Zhang mencari seisi kota dengan harapan Gu fei ketemu.
Tiba saatnya pertunangan dan akhirnya keluarga Zhang harus melakukan pertunangan dengan mengganti wanitanya.
Perempuan pengganti itu dirias agar seperti Gu fei.
#Sementara Tempat Zhang Fian.
"Gu fei... Hi.. Hi.. Hi.. Aku akan tetap mendapatkanmu hidup maupun mati!.. Kamu ini wanita yang sangat menarik.. Bisa melawan aku.. Berarti pantas menjadi Istri utamaku" Gumam Zhang Fian.
Pertunangan pun dilakukan dengan sedikit kecurigaan.
Para Sahabat Gu fei tak percaya jika Gu fei yang ditunangkan kepada Zhang Fian.
Karena Gu fei mengirim surat tadi malam yang menyatakan bahwa Gu fei pergi.
Dengan sengaja Kak Vin Sim,Kak Dei, Lin Nei berkumpul.
Mereka saling bertanya apa mereka mendapatkan surat dan Gu fei.
"Hei.. Apa kalian mendapatkan surat dari Gu fei?" Tanya Kak Vin.
"Aku Dapat" Jawab Kak Dei.
"Aku Juga" Kata Sim.
Saat pertengahan mereka bertanya tanya, Lin Nei datang sendirian menghampiri mereka.
"Lin Nei.. Ada Apa kamu ke sini!" Teriak Kak Dei tak senang.
"Tenang Kak.. aku hanya bertanya apa yang terjadi pada Gu fei?" Tanya Lin Nei.
"Bukan urusanmu!" Jawab Kak Dei.
"Apa kalian mendapatkan surat dari Gu fei?" Tanya Lin Nei.
Kak Vin mengerutkan alis dan mencurigai Lin Nei jika mendengar pembicaraan mereka.
"Aku hanya akan bilang jika aku menerima surat dari Gu fei" Kata Lin Nei.
"Apa?!" Mereka terkejut bersama.
"Kenapa Gu fei mengirim surat juga pada Lin Nei" Batin Kak Vin.
"Ada apa dengan Gu fei!" Batin Kak Dei.
"Aku percaya bahwa Gu fei tak akan mengkhianati kami!" Batin Sim.
"Apa benar dia sudah pergi?" Kata Lin Nei.
__ADS_1
"Apa isi suratmu?" Tanya Kak Dei.
"Isinya Ia berpamitan untuk pergi" Jawab Lin Nei.
"Ada yang tidak beres!?" Batin Kak Vin curiga.
"Jika benar apa yang akan kamu lakukan?" Kata Sim.
"Oh.. Nggak melakukan apa apa" Jawab Lin Nei meninggalkan mereka.
Didalam hati Lin Nei ia menangis sedih karena kepergian Gu fei.
Tapi ia tetap tidak mengungkapkan perasaannya kepada semua orang.
Ia tahu bahwa Gu fei memiliki kemampuan yang bisa membaca ekspresi orang... Jadi ia tahu jika Lin Nei yang sekarang nggak bahagia sepenuhnya seperti yang dulu.
"Jika Gu fei masih di sini apa ia tau kalau aku sedih?" Batin Lin Nie termenung.
"Aku ingat apa yang kamu katakan pada waktu itu... 'Lin ayo kita jelajahi dunia ini bersama saat besar sebagai pahlawan Tim Ling' Itulah katamu yang membuat aku termenung sampai sekarang" Batin Lin Nei memandang kursi tempat duduknya.
"Pasti jika Gu fei dan aku nggak bermusuhan ia akan duduk di sampingku dan semua tak akan terjadi.." Gumam Lin Nei.
Lin Nei duduk sambil memandang tempat pertunangan.
"Gu fei.. Aku kangen dengan sifatmu... Meskipun nggak pernah serius dalam menghadapi suatu hal kamu adalah pahlawan di hidupku... Apa kamu ingat kamu pernah berkata akan melindungi sahabatmu selamanya!... Saat itu kamu berkata seperti itu karena menahan serangan kilas waktu jiwa dari Yuan ... Saat itu memang aku dan kakak kakak nggak bisa melawan Yuan... Kamupun hampir mengorbankan jiwamu dalam serangan itu... Dan lagi saat kita bertarung melawan hewan Macan Emas Api Biru... Kamu dengan nekat melindungi kami yang terluka karena serangan itu dengan kemampuanmu yang lemah... Jika saat itu tak berhasil juga mungkin kamu akan mati" Batin Lin Nei sambil meneteskan air matanya tanpa sadar.
"Aku akan menunggumu pulang Gu fei.. " Gumam Lin Nei.
#Sementara itu Tempat Kak Qian Berlatih.
"Nggak ada gunanya Alin Gu fei nggak ada di sana!" Kata Kak Qian sambil mengambil handuk dari alin.
"Lah bukanya nona Zu tunangan ya?!" Kata Alin terkejut.
"Tenanglah Alin... Gu fei memiliki alasan tersendiri!" Kata Kak Qian.
"Alasan?... Ya nona Qian" Kata Alin.
"Aku sudah sejak kecil di bawa oleh Kak Qian.. Dibawa pulang dari tempat Kak Yuan.. Mereka menyelamatkan aku... Tadi malam aku melihat nona pulang dengan mata merah akibat menangis dan membawa sepucuk surat.. Apa sebenarnya isi suratnya ya?" Batin Alin.
"Nona Alin pergi duluan ya" Kata Alin meninggalkan ruangan menuju kamar Kak Qian.
Alin secara diam diam masuk dan mencari surat yang di bawa Kak Qian kemarin.
"Dimana ya?" Batin Alin.
Alin membuka semua Almari dan akhirnya tersisa lorong bawah kasur.
"Bawah kasur ada nggak ya?" Batin Alin sambil memeriksa bawah kasur Kak Qian.
"Eh kotak apa ini?" Gumam Alin sambil menarik kotak Itu.
__ADS_1
Setelah kotak itu keluar Alin mencoba membuka Kotak itu tapi gagal di halang Oleh kode sandi yang di tanamkan pada kotak itu.
"Aneh petunjuk apa ini?" Batin Alin.
"Melawan Semua Rintangan,Menyambung Jalan Buntu,Bersama Selamanya" Bunyi petunjuk yang ada.
"Apa maksudnya?" Batin Alin.
Alin Pun membaca Petunjuk Selanjutnya.
"Di Bawah Sinar Rembulan Kami Bersaksi Bahwa Kami akan bersama Selamanya Hingga Bulan Menghilang dari Alam Semesta, Di Sana Ada Bulan Berarti Di Sana ada Kami" Bunyi petunjuk tersebut.
"Aku nggak bisa mengerti kata kata ini!..." Gumam Alin.
Tiba tiba terdengar suara pintu dibuka.
Alin pun langsung memasukkan kotak tersebut ke bawah kasur lagi dan berdiri di sebelah kasur sambil berpura pura merapikan kasur.
"Alin?!...Nagapain kamu di sini?" Tanya Kak Qian.
"Merapikan kasur nona" Jawab Alin sambil tersenyum.
"Oh.. Kamu keluar dulu aku mau tidur!" Kata Kak Qian.
Alin pun keluar dan Kak Qian pun tiduran di atas kasur sambil meraba kota yang ada di bawah kasur.
"Aman!.. Kotak ini memiliki banyak kenangan juga barang yang ada di dalamnya" Gumam Kak Qian sambil melihat kotak itu.
"Mu Qian... Han Dei... Lin Nei... Zu Gu fei Bersumpah akan terus Bersama sebagai Sahabat" Gumam Kak Qian.
Seketika kotak itu hening dan menunggu sebentar kotak itu terbuka.
Kak Qian pun mengambil Giok berwarna putih yang ada pada kotak itu.
Seketika Kak Qian memandang dan tergelam dalam pikiran.
"Mengingat masa kami bertemu Gu fei lah yang paling lucu" Batin Kak Qian tersenyum.
"Dulu aku merasa Gu fei itu orang yang suka mengkhianati temannya" Batin Kak Qian.
#Sementara dalam pikiran Kak Qian ia berpikir saat ingatan bertemu dengan Tim Ling.
"Hai perkenalan nama Aku Zu Gu fei panggil aja Gu fei" Kata Gu fei dalam ingatan Kak Qian.
Sekilas kata itu hilang dan menjelajah pada 3 tahun kemudian dimana saat Lin Nei berkhianat.
"Kak Qian... Kak Dei... Kalian harus bertahan!" Teriak Gu fei dalam ingatan Kak Qian sambil menyalurkan kekuatannya pada Kak Qian dan Kak Dei.
Sekilas kata itu hilang lagi hingga yang terakhir kata Gu fei sebelum pergi.
"Kak Qian.. Kak Dei... Pasti aku akan membawa Lin Nei kembali!..."
__ADS_1
"Kak takdir Itu menyatukan kita... Takdir itu juga yang memisahkan kita"
Kata Gu fei dalam ingatan Kak Qian.