Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Kebenaran "Dia"


__ADS_3

Perlahan lahan kesadaran Gu fei mulai menghilang sedikit demi sedikit.


"Hik.. Hik.." Ada suara tawa dari belakang Gu fei.


"Orang yang ingin kau lindungi akan musnah" Kata orang itu.


"Haya ada kejahatan dudunia ini" Kata orang itu.


"Siapa kamu sebenarnya.." Gumam Gu fei.


Orang itu hanya tersenyum kejam dan mulai pergi meninggalkan Gu fei.


"Kenapa aku selalu sendiri" Batin Gu fei dengan tatapan kosong yang mulai memudar.


"Mereka pergi meninggalkan aku.." Batin Gu fei.


Gu fei pelan pelan menutup matanya dan pasrah.


Saat dia tersadar dari tidurnya ternyata sudah sore.


Gu fei langsung berdiri dan menatap kaca kecil yang berada di kamar Za Can.


"Mama.. Papa.. Maafkan aku.. aku yang membuat kalian pergi!" Gumam Gu fei dengan raut wajah sedih.


"Hiks.. Hiks.. Mimpi itu seakan akan nyata!.. Hiks" Gumam Gu fei mulai menangis.


"Aku selalu sendiri.. Hiks.." Batin Gu fei.


"Tok.. Tok.." Suara ketukan pintu terdengar.


Gu fei langsung mengusap air matanya dan berkata "Masuklah".


"Apa kau merasa baikan Zin?" Tanya Za Can.


"Ya" Gumam Gu fei tidak bersemangat.

__ADS_1


"Eh, apa kamu habis menangis?" Tanya Za Can.


"Tidak" Kata Gu fei.


"Matamu bengkak, hidungmu merah, kamu tak bisa terus berbohong" Kata Za Can.


"Hu.. Hu.." Air mata Gu fei sudah tidak tertahan lagi dia ingin menangis sekeras kerasnya.


"Duduk dan ceritalah ke aku" Kata Za Can.


"Hu.. Hu.. Hu.." Tangis Gu fei langsung memeluk Za Can.


"Huaaaaa!" Tangis Gu fei semakin menjadi jadi.


"Mama! Papa!" Teriak Gu fei.


Za Can yang melihatnya hanya bisa diam dan menepuk pundak Gu fei dengan lembut.


"Mereka pergi! Huaaa!" Kata Gu fei.


"Hiks! Hiks!" Gu fei menangis kembali dan kembali.


Hingga setengah jam kemudian Gu fei tertidur kembali karena kelelelahan menangis.


"Sebenarnya kehidupan apa yang kamu alami gadis kecil?" Kata Za Can mengelus elus kepala Gu fei.


"Kenapa kamu terlihat sedih saat dibelakang.." Gumam Gu fei.


"Apakah kehidupanmu begitu susah?" Kata Gu fei.


"Zui.. Apa sebenarnya yang terjadi?" Tanya Za Can.


"Kenapa aku lagi lagi menyamakan Zin dengan Zui!" Batin Za Can berjalan keluar kamar.


"Zin dan Zui beda Za Can!" Kata Za Can.

__ADS_1


"Sial!" Kata Za Can.


"Aku terus teledor hingga melupakan Nyida!" Kata Za Can.


"Aku harus membuat perhitungan dengannya karena memisahkan aku dengan Zui!" Kata Za Can berlari ke arah suatu ruangan.


Sementara Gu fei ternyata dia hanya pura pura tertidur lelap.


"Aku mendengarnya.." Kata Gu fei.


"Aku.." Gumam Gu fei.


"Aku ingin mati!" Kata Gu fei mencari pisu di laci dekat kasur yang berada di meja.


"Aku ingin mati!" Gumam Gu fei.


Gu fei akhirnya menemukan pisau kecil dilanci itu.


Namun ada yang salah dengan pisau itu.


Gu fei pernah melihatnya, pisau itu adalah pisau couple dengan merpati sebagai bandolnya.


"Ini.. inikan!" Gumam Gu fei.


"Ini sama dengan miliknya!" Gumam Gu fei.


"Persis seperti milik kami!" Gumam Gu fei.


"Ternyata apakah selama ini.. Za Can adalah.. " Gumam Gu fei.


"Za Can ternyata... adalah dia!?" Gumam Gu fei.


"Tidak mungkin.. ini pasti hanyalah.." Gumam Gu fei.


"Ha.. Ha.. Aku sudah Gila!" Gumam Gu fei.

__ADS_1


__ADS_2