Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Mengejar


__ADS_3

"Ada yang tidak beres dari penginapan ini" Batin Gu fei mulai curiga.


Gu fei melihat lingkungan sekitar dengan teliti.


"Jadi nona, apakah mau menginap?" Tanya kasir tersebut.


"1 malam berapa?" Kata Gu fei.


"1 koin" Jawab kasir tersebut.


"Baiklah, saya pesan satu kamar" Kata Gu fei.


"Silahkan ikut saya nona" Gu fei langsung di sambut pelayan baru lagi.


Pelayan itu membawa Gu fei ke kamar yang sudah ia pesan sebelumnya.


"Baik, terimakasih" Kata Gu fei sesampai di kamar.


"Kriet" Suara pintu di buka.


Gu fei membuka pintu dan segera masuk, tidak lupa dia menutupnya kembali.


Gu fei melihat sekeliling kamar tersebut dan teringat dengan Za Can.


"Ukh, kenpa aku mengingatnya!?" Gumam Gu fei.


"Hari sudah malam, aku akan tidur" Kata Gu fei bersiap tidur.


"Selamat malam" Batin Gu fei.


....


Keesokan paginya..

__ADS_1


Gu fei bangun dari tidurnya. Dia melihat ke jendela. Ternyata salju yang sangat dingin kemarin meleleh. Pemandangan yang sangat cantik itu dia saksikan sendirian.


"Woah, indahnya" Kata Gu fei tersenyum bahagia.


Gu fei mulai berganti pakaian dan keluar dari penginapan. Sesampai di luar, Gu fei berjalan pelan sambil menikmati udara segar.


"Hah, memang pergantian musim adalah hal terbaik!" Kata Gu fei tersenyum lebar.


"Namun, aku kedepannya harus bagaimana?" Batin Gu fei termenung.


"Aku bahkan tidak tau arah jalan ke laut" Gumam Gu fei.


Gu fei menutup matanya sambil berfikir tentang bagaimana dia kedepannya.


"Aku juga, uangku di sini sangat menipis!" Kata Gu fei.


"Apakah aku harus mencari uang lagi?" Kata Gu fei.


"Tapi bagaimana?" Gumam Gu fei.


"Mama!, kenapa kamu ninggalin Jiang?" Kata seseorang.


Orang itu menarik baju Gu fei dan menunjuk Gu fei.


Gu fei yang terkejut langsung menoleh dan melihat seorang gadis kecil.


"Siapa Mama?" Batin Gu fei.


"Maaf adik kecil, mungkin kamu salah orang" Kata Gu fei tersenyum ramah.


Tiba-tiba raut muka anak tersebut berubah menjadi ingin menangis. Gu fei yang kebingungan dan tidak berpengalaman menenangkan orang dia hanya terdiam.


"Huwaa!, Mama sudah tidak menginginkan aku!, Huaa, aku mau Papa!!" Kata anak tersebut.

__ADS_1


"Ah, apakah aku salah bicara?" Batin Gu fei.


"Maaf adik kecil, tapi aku bukan Mamamu.." Kata Gu fei mengerutkan dahi.


"Huaa, Mama jahat!" Tangisan adik kecil tersebut semakin menjadi jadi.


Gu fei mulai ditatap orang orang di sekitarnya.


"Eh" Batin Gu fei.


"Bisa-bisa kacau ini" Batin Gu fei.


"Butuh bantuan?" Kata seseorang dari belakang.


"Gu fei menoleh ke arah suara tersebut dan mengetahui jika orang itu adalah Za Can.


"K-kamu!?" Kata Gu fei gemetar.


"Za Can!?" Batin Gu fei.


"Nanti aku jelaskan" Kata Za Can menggendong anak tersebut.


"Papa!" Anak kecil itu terlihat tertawa riang gembira.


"Adik kecil, aku bukan papamu, tapi kamu boleh memanggilku paman" Kata Za Can tersenyum.


Mereka jalan perlahan lahan, sambil berbincang. Sementara Gu fei masih terdiam. Dia sangat terkejut dengan Za Can yang tiba tiba datang lagi.


"Zui, ayo, apakah kamu akan terus di situ?" Kata Za Can seolah tidak terjadi apa-apa.


"Tu-tunggu" Kata Gu fei terbata bata.


Gu fei mengejar mereka dengan sangat antusias. Meskipun dia hanya berniat bertanya pada Za Can.

__ADS_1


"Kenapa kamu kembali?" Tanya Gu fei.


"Bukankan aku sudah berniat membunuhmu?" Tanya Gu fei mengerutkan dahi.


__ADS_2