Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Sisi ke-2 Gu fei


__ADS_3

"Sudah.. Lewati saja" Kata kakek tua tersebut sambil bergumam mantra.


Sekarang pikiran Gu fei kosong dan sekelilingnya gelap.


"Bukanya aku sedang beli minuman?" Batin Gu fei.


Dari kegelapan muncul secarik cahaya.


"Eh.." Gumam Gu fei.


Dalam cahaya itu muncul seseorang yang sedang Gu fei rindukan.


Yaitu Kak Dei, Kak Qian,dan Lin Nei yang sedang melihat bulan.


"Kalian..." Kata Gu fei.


"Kalian.. Kalian menjemputku?" Gumam Gu fei.


"Gu fei sadarlah!.. Mereka nggak mungkin disini" Batin Gu fei.


Mareka bertiga membalikkan badan dan bicara sesuatu secara bersama "Persahabatan kita sudah berakhir"


Dari lubuk hati Gu fei dia sangat sedih.


"Nggak mungkin.. Usaha kita nggak mungkin sia sia!" Teriak Gu fei.


"Tidak!.." Kata Gu fei histeris.


"Semuanya... Mimpi buruk.. ini hanya ilusi belaka!.. Jangan berakhir..." Teriak Gu fei lagi.


"Kalian... Jangan tinggalkan aku.. Tolong..." Gumam Gu fei.


"Hu.. Hu.. Aku nggak mau sendirian.. Jangan.." Batin Gu fei.


Tangis Gu fei mulai tak terbendung.Ia mulai menangis kecewa.


"Nggak mau.. Aku nggak mau sendirian di dunia yang kejam ini" Batin Gu fei.


Tempat itu mulai ditutupi awan hitam yang menghasilkan hujan seakan akan mengikuti isak tangis Gu fei.


"Aku hanya ingin bahagia.. Apa itu sangat sulit.." Gumam Gu fei.


"Janganlah menyerah... Kamu itu kuat.. Seseorang yang sangat kuat.. Jangan menangis lagi.." Tiba tiba kata kata itu muncul dari sosok yang menghapus air mata Gu fei.


Gu fei hanya diam tak berkata kata.

__ADS_1


Senyuman orang itu sangat indah seperti sesuatu yang membuatmu akan bangkit setelah terjatuh.


"Siapa kau?.. Apa kau akan meninggalkanku seperti yang lain.." Tanya Gu fei menghapus air matanya.


"Tentu.. Tidak.. Aku akan tetap hidup dihatimu.. Jadi tolong bangkit kembali.." Kata orang itu sambil menunjuk Gu fei.


"Kau bohong.. Kau berbohong.. kamu tetap akan ninggalin aku seperti yang lain!" Teriak Gu fei.


"Kalian penipu.. Kalian pembohong.. Janji kalian tetap akan diingkari!.. kalian.." Gumam Gu fei.


"Hu.. Hu.." Suara tangis Gu fei mulai terdengar lagi.


Namun hujan sudah reda dan orang orang itu juga sudah menghilang kini hanya tinggal Gu fei sendiri.


"Mereka benar meninggalkanku... Mereka.. Pergi.." Gumam Gu fei.


"He.. He.. Kalian pergi nggak nepatin janji!" Tawa sedih Gu fei.


Sekarang hati Gu fei hancur berkeping keping dan ia terjerumus dalam pikiran membunuh yang sangat kuat.


Lalu ia sadar jika itu semua adalah ilusi yang dibuat orang tua itu.


Saat sadar ia sudah dikendalikan kebencian yang tersisa dihatinya.


Matanya berubah menjadi merah kembali dengan seluruh tubuhnya diselimuti hawa membunuh yang kuat.


"Kurasa aku menyinggung orang yang salah" Batin kakek itu.


Sementara Gu fei hanya diam tak bersuara sedikitpun.


Ia melangkah satu langkah ke depan dan mengangkat tangannya.


"Yang mengingatkanku akan hal itu.. Harus mati!" Gumam Gu fei.


Tiba tiba "Bomm!" Ledakan besar terjadi.


Orang itu mati tak bersisa dan rumahnya hancur lebur karena serangan itu.


Sementara orang di sekitarnya hanya menelan ludah melihat rumah itu hancur.


Gu fei memalingkan mukanya dan orang orang terkejut mata Gu fei berwarna merah.


Mereka menyoraki Gu fei "Monster"


"Dasar monster kejam!"

__ADS_1


"Pergi dari kota ini!"


"Mati saja kau!"


"Cucu Dewa iblis yang kejam!"


Teriakan itu terus menghantui Gu fei setiap langkah kakinya.


Namun Gu fei sama sekali tak peduli dengan omongan orang orang itu.


Sekarang dihatinya hanya ada kebencian.


Ia telah terjerumus ke dalam kegelapan.


"Aku adalah Zu Gu fei... seseorang yang mencampuri urusanku harus mati!" Kata Gu fei.


"Kau yang mati dasar monster!"


"Bunuh monster itu!"


"Bakar dia hidup hidup!"


"Dasar pembunuh!"


Namun ocehan demi ocehan orang orang semakin menusuk.


Hingga pada akhirnya...


Gu fei terpancing emosi dan membantai habis orang yang menyalahkannya.


"Sudah ku bilang.. Semua orang yang mencampuriku akan mati!" Kata itu terlontar lagi dari mulut Gu fei.


Tapi pada saat terakhir tersisa satu orang.


Saat sedang mengarahkan tanganya ke orang itu Gu fei tersadar dengan apa yang dilakukannya.


Matanya juga kembali berwarna biru lagi.


"Ukh.. " Kata Gu fei.


"Tuan saya mohon ampun!.. Saya akan.. Mematuhi tuan jika tuan.. Tidak membunuhku!" Kata orang yang ada di depan Gu fei gemetar ketakutan.


"Perasaan ini lagi.. " Batin Gu fei.


Gu fei melihat ke belakang dan yang terjadi...

__ADS_1


Gu fei melihat pemandangan yang tidak menyenangkan.


Pemandangan dimana orang orang terbaring di tanah berceceran darah segar.


__ADS_2