
Gu fei hanya bersikap bodo amat dengan perkataan Za Can yang Gu fei anggap sepele.
Gu fei pun mulai merapikan dapur yang sangat berantakan.
Za Can ikut membantu Gu fei merapikan dapur.
Adonan kue yang Gu fei buat sudah habis karena untuk pertarungan mereka berdua tadi.
Sekarang Gu fei mulai membuat adonan baru lagi.
"Pergi mandilah jika kau sudah membereskan bagianmu!" Kata Gu fei.
"Nanti saja! aku akan membantu dirimu lebih dulu" kata Za Can tersenyum.
"Terserah!" Kata Gu fei.
"Za Can dengan diriku sangat beda.. dari segi dunia maupun apa pun" batin Gu fei bengong.
"Aku tidak boleh berharap dengan dirinya" kata Gu fei.
"Apanya?" Tanya Za Can.
"Hah?" Gu fei menjawab bingung.
"Apanya yang tidak boleh berharap?" Tanya Za Can.
"Apanya?" Tanya Gu fei masih belum sadar.
"Kamu.. apa kamu lupa?" Tanya Za Can.
__ADS_1
"Yang kamu katakan tadi" Tambah Za Can.
"Uhmm" Gumam Gu fei.
"Aku keceplosan!" Batin Gu fei.
"Bagaimana ini?" Batin Gu fei.
"Oh Tidak! Apa setelah ini aku akan terjebak dalam permainan bodoh ini?" Batin Gu fei panik.
"Tenang Gu fei! Kamu harus tetap tenang!" Batin Gu fei.
"Akukan anak yang tenang!" Batin Gu fei.
"aku tidak mengatakan apa-apa" kata Gu fei mencoba mengelak.
"Sudahlah jika kamu tidak mau bicara" kata Za Can berbalik.
"Maaf.. aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya" Kata Gu fei menunduk sedih.
"Kenapa juga sih! kenapa aku harus sedih coba?" batin Gu fei tidak karuan.
"Arghhh!" Batin Gu fei suram sambil meninggalkan dapur yang sudah bersih.
"Aku tidak boleh memikirkan hal bodoh itu" gumam Gu fei.
"Aku tidak boleh! aku tak boleh berhenti untuk seseorang yang akan mati di kemudian tahun" batin Gu fei masuk ke kamarnya.
"Manusia adalah makhluk yang tidak abadi.." Kata Gu fei berbaring.
__ADS_1
"Aku belum siap untuk patah hati" kata Gu fei pelan pelan bangun dan menutup pintu.
"Aku hanya akan bergantung pada diriku sendiri!" kata Gu fei kuat.
"Namun aku mungkin sudah tidak memiliki keluarga lagi.." Gumam Gu fei sedih.
"Sudahlah.. jika aku memikirkan hal buruk itu aku akan sedih!" Batin Gu fei.
"Aku hanya harus berfikir baik dan tidak berfikir buruk!" Batin Gu fei.
Gu fei menepuk kedua pipinya agar dia tidak memikirkan hal itu lagi.
"Oiya, aku hampir lupa!" Kata Gu fei duduk.
"Aku mungkin bisa diterima di keluarga Zu lagi?, tapi hanya sebagai bayangan" Gumam Gu fei.
"Saat aku sebelum pergi kencan dengan si bajingan itukan ayah sempat mengkode diriku agar pergi kemana asalkan tidak ditemukan orang dari keluarga itu jika aku tak mau menerima perjodohan bodoh ini!" Kata Gu fei mengingat kembali.
"Tunggu dulu.. kenapa selama ini aku menginginkan pencarianku ya?" Batin Gu fei.
"Baguslah jika aku bebas!" Kata Gu fei berbaring kembali dengan senang.
"Namun bagaimana kodisi ayah dan ibu.." Batin Gu fei tidak tenang.
"Apakah keluarga si bajingan itu menekan mereka?" Kata Gu fei.
"Aku tau ibu bersikap agresif itu karena dia terjebak dalam permainan ini.." Kata Gu fei.
"Mereka diawasi sepanjang waktu!" Batin Gu fei.
__ADS_1
"Lalu untuk aku yang sering dimarahi aku juga tidak boleh berfikiran buruk, ibu hanya ingin aku menyadari jika diriku salah tapi dia menggunakan cara yang salah.." Gumam Gu fei.