
Gu fei mulai membuka matanya pelan.
"Semuanya berakhir... Blub" Gumam Gu fei.
"Tidak! Rui.." Batin Gu fei masih berjuang ke dasar laut.
"Aku tak boleh menyerah sebelum kalah! Masih ada harapan meskipun sedikit!" Batin Gu fei.
"Abaikan rasa sakit ini! mulai pulihkan diri!" Batin Gu fei.
Gu fei terus berenang ke arah dasar laut dengan diombang ambingkan gelombang air.
Akhirnya Gu fei sampai, namun belum sempat dia meraihnya Gu fei sudah kehilangan kesadaran.
"Sial! padahal sedikit lagi!" Batin Gu fei.
"Tubuhku mati rasa, bahkan tanganku saja aku tidak bisa merasakannya" Batin Gu fei.
"Aku mulai pusing..." Batin Gu fei.
"Ini akhir dariku.." Batin Gu fei.
"Aku.." Batin Gu fei.
Gu fei menutup matanya dan kembali membuka matanya.
Pupil matanya berubah menjadi merah kembali dan seluruh tubuhnya terasa penuh dengan energi.
Namun Gu fei sudah tak bisa berfikir jernih lagi.
Pikirannya dikendalikan oleh iblis.
Dia sudah tidak bisa membedakan mana lawan dan kawan yang dia inginkan adalah membunuh.
Keinginan yang begitu besar itu terus merasuki hati Gu fei.
__ADS_1
"Hik.. Hik.. sangat menarik.." Batin Gu fei.
Gu fei bergumam sesuatu dan bawah kaki Gu fei tiba tiba muncul sebuah segel yang berbentuk sebuah bunga.
Segel itu mengeluarkan gelembung gelembung udara.
Gu fei lalu mencabut salah satu rambutnya dan bergumam mantra.
Rambut yang Gu fei cabut itu berubah menjadi sebuah tongkat pusaka yang sangat cantik.
Bahkan luka yang Gu fei dapat sembuh dengan cepat.
Gu fei mengayunkan tongkatnya dan Segel itu membuat Gu fei naik ke permukaan.
"Hik.. Hik.." Gumam Gu fei.
Arus gelombang yang begitu dahsyat hancur saat Gu fei mengayunkan tongkatnya.
Hingga sampailah di permukaan.
Gu fei terus naik ke langit dengan sangat cepat.
"Hik.. Hik.." Tawa Gu fei sambil menunduk.
"Ternyata kau cukup hebat.." Kata Ikan Duyung tersebut.
Tanpa suara Gu fei tiba tiba sudah berada di belakang Ikan Duyung tersebut dan menyerangnya.
Namun Duyung itu juga bisa mengimbangi kecepatan Gu fei dan menangkis serangan Gu fei.
"Teleportasi" Batin Ikan Duyung tersebut.
Gu fei terus bertarung tanpa melihat Ikan Duyung tersebut dengan menundukkan kepalanya.
"Ck.." Gumam Gu fei.
__ADS_1
Kecepatan Gu fei terus bertambah, pertarungan itu tidak bisa dilihat oleh orang awam.
karena kecepatan mereka berdua melebihi kemampuan manusia.
"Apa kau benar benar manusia?" Kata Ikan Duyung tersebut.
"Menurutmu?" Gumam Gu fei.
"Crashhh!" Gu fei berhasil melukai ekor duyung itu dengan mudah.
"Sial!" Batin Ikan Duyung tersebut tidak bisa berenang.
"Mati atau tunduk.." Kata Gu fei berhasil memojokan Ikan Duyung tersebut.
"Heh.. aku tidak akan tunduk pada manusia!" Gumam Duyung tersebut.
"Apa kau yakin aku adalah manusia?" Kata Gu fei sambil menatap Ikan Duyung tersebut dan menkankan aura membunuhnya.
Terlihatlah sepasang mata berwarna merah yang sangat mengerikan hingga membuat Ikan Duyung itu tau siapa identitas Gu fei.
"Ka.. Kau.." Kata Duyung tersebut ketakutan sampai terbata bata.
Gu fei menyeret ikan tersebut ke arah kapal menggunakan teleportasi (ceritanya Gu fei sedang terbang).
Sesampai di kapal Gu fei masih menatap Ikan tersebut.
Za Can masih memiliki sedikit kesadaran dan melihat Gu fei yang sudah berubah.
"A.. apa dia Zin?" Batin Za Can kaget.
"Bagaimana pilihanmu?" Kata Gu fei.
"Putri.. Putri dari Klan Mata Merah Keji!" Teriak Ikan Duyung itu.
"A.. Apa!?" Batin Za Can terkejut.
__ADS_1
"Heh" Gu fei hanya tersenyum.
"Jangan bunuh saya putri!" Kata Duyung tersebut.