
"Sial" Gumam Gu fei manyun cemberut.
"Semuanya gara gara kau!" Gumam Gu fei.
"La kok aku?" Kata Za Can senyum.
"Iyalah " Kata Gu fei.
"Udahlah jangan cemberut mulu nanti mukanya jadi ga imut lagi.." Kata Za Can.
"Kamu!" Kata Gu fei geram.
Za Can hanya tersenyum dan melanjutkan berjalan ke arah kamar Gu fei.
"Sudah sampai.." Kata Za Can menurunkan Gu fei di kursi kamar Gu fei.
"Huh.." Kata Gu fei.
Za Can pergi lagi dengan senyuman.
"Hah.. Akhirnya sendirian.." Batin Gu fei.
"Yay!" Kata Gu fei.
"Aku seharusnya mengunci pintukan? agar Kak Can tidak nongol!" Gumam Gu fei.
"Nanti sajalah!" Batin Gu fei.
"Ceklek" Suara pintu terbuka.
"Sial siapa lagi ini!" Batin Gu fei menutup matanya karena geram.
Gu fei pelan pelan membuka matanya dan melihat Za Can yang berkaos dan membawa dua gelas susu hangat.
"Kau lagi!" Teriak Gu fei geram.
"Apa?" Kata Za Can merasa tidak bersalah.
__ADS_1
"Masih tanya apa lagi!" Kata Gu fei sadis.
"Keluar sekarang!" Teriak Gu fei.
"Hah.." Kata Za Can menghela napas.
"Tidak" kata Za Can memberikan satu galas susu hangat kepada Gu fei.
"Aku tidak mau!" Kata Gu fei memalingkan wajahnya.
"Minumlah" Kata Za Can.
"Aku benar benar merasa kamu adalah Zui!" Batin Za Can.
"Aku harus membuktikan dengan satu hal!" Batin Za Can.
"Minum.." Kata Za Can.
"Ku bilang tidak ya tidak, apa kamu tidak dengar?" Tanya Gu fei.
Setelah meminumnya tiba tiba dia mencium Gu fei.
"Uhk!" Gu fei mencoba untuk memberontak namun kedua tangannya di pegang oleh Za Can.
"Aku bukan perempuan murahan!" Batin Gu fei menangis.
"Hanya ada satu kemukinan jika dia Zui!" Batin Za Can melihat pundak Gu fei.
"Benar!" Batin Za Can melihat tanda yin yang pada pundak Gu fei.
"Sialan!" Batin Gu fei memberontak.
"Jadi.. Selama ini.." Batin Za Can.
Za Can melepaskan ciumannya dan memeluk Gu fei dengan sangat erat.
"Zui! itu kamu!" Batin Za Can meneteskan air matanya sambil memeluk Gu fei.
__ADS_1
"Lepaskan aku dasar keparat!" Teriak Gu fei memberontak.
"Maaf.." Gumam Za Can.
Gu fei yang mendengar perkataan Za Can langsung berhenti dari kegiatannya.
"Maafkan aku.. Maaf Zui.." Kata Za Can menangis sedih.
"Hu.. Hu.." Za Can mencoba menahan tangisnya namun tetap tidak bisa karena terlalu senang dan sedih.
"Apa maksudmu?.." Kata Gu fei dengan wajah suram.
"Zui! itu kamu!" Teriak Za Can.
"Dia memiliki tanda yin yang pada pundaknya!" Kata Za Can.
"Tapi bukan berarti aku Zui " Kata Gu fei.
"Aku tak peduli! namun kamu adalah Zui!" Kata Za Can mempererat pelukannya seakan akan tidak ingin kehilangan Gu fei lagi.
"Jangan pergi lagi Zui!" Kata Za Can masih menangis di pelukan Gu fei.
"Aku.." Batin Gu fei.
"Dia sudah tau?" Batin Gu fei.
"Bagaimana Nyida?" Batin Gu fei.
"Aku tidak boleh merebut Za Can dari dirinya!" Batin Gu fei.
"Maaf.. namun aku benar benar bukan Zui!" Kata Gu fei sedih.
"Tidak! Kamu adalah Zui!" Kata Za Can.
Gu fei melepaskan pelukan Za Can dengan sangat kasar.
"SUDAH AKU BILANG AKU BUKAN ZUI! JADI URUSLAH NYIDA JANGAN CARI AKU!" Teriak Gu fei kelepasan.
__ADS_1