
"Jika bisa dibunuh untuk apa dilepas?" Kata Gu fei.
"To.. tolong.." Gumam Ikan Duyung tersebut ketakutan.
"Saya akan menghentikan Ritual jika putri melepaskan saya.." Kata Ikan Duyung itu.
"Aku bisa menghentikannya sendiri tanpa bantuanmu.." Gumam Gu fei tersenyum kejam.
"Ti.. Tidak.." Gumam Ikan Duyung itu.
"Ukh!" Gu fei kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Sial!" Gumam Gu fei.
"Tenagaku hampir habis!" Batin Gu fei.
"Baiklah, kali ini akan ku lepaskan.. namun tepati janjimu!" Kata Gu fei.
"Baik.." Kata Putri Duyung itu mengode ke arah bawahannya untuk menghentikan Ritual.
"Selesai.." Batin Gu fei.
"Brukk!" Gu fei tiba tiba terjatuh karena kekuatannya habis dipakai.
Za Can yang mendengar semuanya meskipun belum melihat dengan jelas dia tau bahwa seseorang yang selama ini berada disisinya adalah Putri dari Klan kuno yang sudah musnah tersebut.
Setelah itu pagi kemudian..
Orang orang keluar dan melihat Za Can dan Gu fei tergeletak berdampingan dan masih hidup.
Karena pada malam setelah menghentikan Ritual itu.
Putri Duyung itu berubah menjadi manusia dan mengangkat Gu fei agar berbaring di sebelah Za Can.
Kemudian dia menyembuhkan luka luka yang dialami mereka.
Sekarang Gu fei dan Za Can tertidur lelap sambil berpelukan satu sama lain.
__ADS_1
Mereka yang melihatnya ikut bahagia karena kedekatan Gu fei dan Za Can.
Namun mereka juga bergerak cepat, mereka memindahkan Za Can dan Gu fei ke kamar tamu.
Dengan posisi berpelukan yang mereka buat lagi.
Akhirnya sorenya Za Can sadar.
"Ukh.." Gumam Za Can.
Za Can dengan pelan membuka kedua matanya.
"Aku.. dimana?" Gumam Za Can.
Za Can langsung memalingkan wajahnya ke arah Gu fei.
"Imutnya saat dia tertidur lelap.." Gumam Za Can belum sadar jika mereka berdua saling berpelukan.
Gu fei pelan pelan membuka kedua matanya juga, dan hal yang pertama kali dia lihat adalah Za Can yang sedang tersenyum.
"Aku.." Batin Gu fei.
"Aaaaaaaaah!" Teriak Gu fei kaget.
"Plak" Satu tamparan secara tidak sengaja melayang di pipi Za Can.
Gu fei langsung menarik selimutnya dengan cepat.
"Uh.. sial.." Batin Za Can saat ditampar.
"Ke.. kenapa.. kenapa kau dikamarku!" Teriak Gu fei.
"Coba lihat sekelilingmu.. ini bukan kamarmu.." Kata Za Can.
Gu fei menengok ke arah kiri dan kanan sambil mengamati ruangan itu.
"Eh.." Gumam Gu fei.
__ADS_1
"Ini dimana?" Gumam Gu fei.
"Hah.." Za Can menghela nafas panjang.
"Ini dikamar tamu milik salah satu kru.." Kata Za Can duduk.
"Loh tapi kok kita bisa disini?" Kata Gu fei bingung.
"Pasti perbuatan mereka!" Gumam Za Can.
"Aku mengerti.." Gumam Gu fei.
"He.. He.. awas saja mereka! akan aku hukum!" Batin Gu fei.
"Tapi kau tidak berbuat sesuatu kepadaku kan?" Tanya Gu fei melototi Za Can.
"Uhum.. kamu tahu aku baru bangunkan?" Tanya Za Can.
"Tidak.." Kata Gu fei muka polos.
"Ukh.." Batin Za Can dari ngeri dengan Gu fei.
"Haish.." Gumam Za Can berdiri.
"Aku mau mandi.." Kata Za Can mengambil handuk yang berada di meja samping kasur.
"Jangan berfikir aneh aneh ya.." Kata Za Can menepuk kepala Gu fei dengan lembut.
"Huh! Siapa yang berpikir sembarangan!" Kata Gu fei memalingkan mukanya seperti orang yang sendang ngambek.
"Puft.. Ha.. Ha.." Tawa Za Can berjalan ke arah kamar mandi.
"Eh.. seharusnya aku marah karena tidur dengannya kan!?" Gumam Gu fei.
"Sial! dia mengambil keuntungan!" Batin Gu fei.
"Awas saja kau!" Gumam Gu fei.
__ADS_1