Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Kesedihan


__ADS_3

#Di dalam kamar Gu fei


"Huhu...hu apa yang harusku lakukan" tangis tersedu Gu fei.


"Benar aku akan membalas dendam pada Xiao sia" kata hati Gu fei.


"Tunggu saja Xiao sia akan ku cabik cabik mayat mu dengan tangan ku sendiri " gumam Gu fei.


#Rumah Xiao sia.


"Uhuk...uhuk... uhuk" Suara batuk Xiao sia.


"Kak Sia kau batuk lagi sekarang kau harus tenangkan diri dulu, biar aku yang mengurus Gu fei" bilang Xiao li .


"Li tenang aja!, Li ambilkan Botol obat di atas mejaku" jawab dan perintah Xiao sia.


"Baik kak" jawab Li.


#Kediaman Han Lebih tepatnya di Kamar Kak Han Dei .


"Dei gimana ini kita kan harus neliti dan Cari kebenaran kenapa terjadi kejadian seperti itu pada Gu fei " Tanya Kak Qian.


"Kak tenang aja kita cari guru aja untuk feifei" jawab tenang kak Dei.

__ADS_1


"Oiya kak katanya markas lagi butuh alaram penyusup baru dan dan kebutuhan lain, kita besok belanja ya!, kan sebagai ketua markas kita harus yang membelinya? " alihkan pembicaraan Kak Dei.


"Lebih tepatnya Ketua Geng Heyun yang misterius, Baiklah ... kita ajak Gu fei gimana kan dia juga wakil ketua yang misterius juga" kata kak Qian.


"Terserah.... Biarku chat dia" jawab kak Dei sambil mengluarkan HP dari sakunya.



gambar chat kak Dei dengan Gu fei.


#Di kamar Gu fei


Gu fei bersiap untuk makan malam bersama keluarga.


"Emm" jawab Gu fei sambil membereskan piringnya dari meja makan.


Gu fei pun pergi ke kamarnya bersiap untuk belajar malam.


Di kamar Gu fei terdapat ruangan rahasia yang sengaja dibuat Gu fei secara rahasia dan pribadi tak ada yang tau tentang keberadaan ruangan itu kecuali Gu fei.


Tapi Gu fei berhenti sejenak berjalan menuju balkon rumah.


Di balkon dia duduk termenung apa yang ia lakukan untuk balas dendam itu salah.

__ADS_1


"Apa dia tak menghentikanku saat aku mau balas dendam ya? " dia bertanya pada diri sendiri.


Tiba tiba Gu fei teringat bahwa perkataan Burung tadi dan menatap langit sambil bertanya.


"Oh tuhan apakah aku salah aku memang bukan orang yang baik aku memang pantas di hukum tapi jika kau menghukumku janganlah lewat yang lain hukum langsung saja diriku akan aku terima" gumam Gu fei sambil menatap langit.


Tiba tiba saja mata merah Gu fei berubah menjadi biru lagi dan perlahan Gu fei memejamkan matanya dan mengumamkan kata sambil air matanya menetes karena tak bisa ia tahan lagi "datang sendiri pergi bersama " dalam kata itu terdapat sebuah makana bahwa dia ingin mengahiri masalah ini dan hidup dengan bahagia bersama orang yang di cintai dan sayangi.


Tiba tiba setelah Gu fei mengutarkan kata itu turunlah hujan seakan akan bumi juga turut sedih karena kesedihan Gu fei.


"Oh bumi kenapa kau menangis cobalah cerita masalahmu akan ku pinjam kan bahuku ini" Gu fei berkata.


Iringan hujan itu seakan akan juga membantu Gu fei bangkit dari kesedihan mendalamnya.


"Aku ingin seperti hujan Mereka datang bersama, jatuh, di injak injak oleh manusia meskipun begitu hujan akan bangkit kembali dan tak pernah menyerah aku kagum kepadamu hujan" Gumam Gu fei lagi.


Gu fei pun masuk berganti pakaian piyama untuk bersiap ke ruang rahasia.


Setelah Gu fei bergati pakaian ia lalu menekan tombol yang ada di bawah kasur kamarnya dan seketika salah satu kubik lantai kamar yang berada di tengah pun terbuka.


Gu fei masuk melalui lantai tersebut terdapat sebuah tangga di dalamnya dan sampainya di bawah dia menekan tombol lagi dan pintunya pun tertutup kembali di sana sangat lah gelap gulita Gu fei pun menekan tombol lampu dan seketika terang.


Dia pun membaca buku dan menghabiskan malam di sana.

__ADS_1


__ADS_2