
Setelah ada taxi yang berhenti Gu fei pun naik.
"Mau kemana Kak" Tanya supir taxi.
"Ke institut Roh" Kata Gu fei sambil duduk.
"Baik" Jawab supir taxi.
Supir Taxi itu melihat ke kaca mobil dan melihat pakaian Gu fei yang berlumuran darah.
"Kak... Pakaian itu kenapa berlumuran darah?" Tanya supir taxi.
"Diam" Teriak Gu fei seram sambil menodong pisau ke leher Supir Taxi.
"Antarkan saya.. Kalau tidak akan saya bunuh kamu" Gumam Gu fei.
"B.. Baik" Kata supir taxi gemetar.
"Gu fei santailah" kata Nagara.
"Kau ini benar benar Kejam" Kata Nagara sambil tersenyum.
"Huh.. Baiklah" Jawab Gu fei kembali duduk.
"Dari pada nanti kayak yang ada di Komik jika ditodong lalu di bunuh mendingan aku nyelakain diri aja" Batin supir taxi.
"Pas sekali ada kendaraan" Batin supir taxi.
"Oke aku akan kecelakaan" Batin supir taxi siap melompat keluar mobil.
Mobil tanpa supir itu menabrak kendaraan lain yang sedang melaju.
"Dhuar" Suara ledakan mobil.
"Ukh.. Apa supir ini gila!" Batin Gu fei yang sempat menghindar dari ledakan.
"Hmm.. Nagara" Teriak Gu fei.
"Ukh.. Uhuk.. Uhuk.. " Suara batuk Nagara.
"Untung saja selamat tapi apa Gu fei selamat" Batin Nagara.
Tiba tiba terjadi ledakan ke dua.
"Dhuar... " Suara ledakan.
di saat bersamaan Gu fei melihat Nagara yang dekat dengan mobil itu Gu fei pun lari mendorong Nagara agar menjauh dari mobil itu.
__ADS_1
"Gu fei!" Teriak Nagara kaget kalau ia di dorong Gu fei.
Gu fei terkena ledakan sebelum dia sempat menghindar dari ledakan.
"Gu fei.. Apa kamu tidak apa apa!" Teriak Nagara mencari Gu fei dalam kepingan Mobil yang hancur.
"Gu fei! " Batin Nagara melihat Gu fei yang tergeletak tertusuk kepingan mobil yang hancur.
"Gu... Gu fei" Kata Nagara gemetar.
"Na.. Ga... Ra.. " Kata Gu fei kesakitan.
"Gu fei akan ku bawa kamu ke rumah sakit" Teriak Nagara panik.
"Ti.. Tidak" Gumam Gu fei.
"Aku akan membantumu berdiri" Kata Nagara sambil membantu Gu fei berdiri.
"Ruang... Rahasia.. Rumah.." Gumam Gu fei sambil menahan sakit.
"Baiklah" Jawab Nagara sambil menggendong Gu fei dan pergi menggunakan teleportasi.
Setelah sampai di rumah Gu fei, Nagara melompat ke balkon kamar Gu fei dan segera menuju ruang rahasia.
Setelah sampai di ruang rahasia Nagara meletakkan Gu fei di atas kasur.
Setelah 2 hari di rawat di ruang rahasia Gu fei pun sadar.
"Ukh... Ini di mana?" Gumam Gu fei.
"Kamu udah bangun Gu fei" Tanya Nagara.
"Nagara aku ada di mana? " Tanya Gu fei sambil mencoba duduk.
"Ukh.. " Suara kesakitan Gu fei.
"Gu fei kau istirahatlah dahulu" Kata panik Nagara sambil bergegas ke arah Gu fei.
"Nagara tenang lah aku tidak selemah itu" Kata Gu fei sambil berbaring lagi.
"Aku sudah tidur berapa jam?" Tanya Gu fei.
"Sekitaran 2 hari" Gumam Nagara sambil mengingat ingat.
"Apa!" Teriak Gu fei kaget.
"Uhuk.. " Suara batuk Gu fei.
__ADS_1
"Gu fei tenanglah" Kata Nagara.
"Iya" Jawab Gu fei.
"Jika begitu apa reaksi ayah dan ibu ya?" Batin Gu fei berpikir.
"Gu fei bagaimana keadaanmu?" Tanya Nagara merasa bersalah.
"Aku sudah lebih baik kok" Jawab Gu fei.
"Maaf... Jika bukan karena aku kamu pasti tak akan mengalaminya" Gumam Nagara menatap keadaan Gu fei.
"Tidak apa apa kok tenang.. Jangan salahkan dirimu... Aku hanya tidak ingin kehilangan orang yang aku sayang lagi" Kata Gu fei sambil memegang tangan Nagara.
#3 hari Setelah Gu fei beristirahat.
Gu fei mulai menulis surat surat untuk perpisahan kepada Kak Dei, Kak Qian, Lin, Xiao Sia, Kak Vin, Sim, Yun, dan Jiaja.
Setelah Selesai menulis Surat Gu fei keluar dari Ruang Rahasia dan menuju pintu depan rumah.
"Gu fei... Kau itu sudah mau tunangan malah pergi 5 hari!" Teriak sambil marah mama Gu fei.
"Iya tuh... Gu fei pergi kemana sih emangnya!?" Singgung kakak Gu fei.
"Aku berlatih.. Jika aku sudah tunangan pasti tidak bisa giat berlatih lagi" Jawab Gu fei dengan Rasa kecewa yang masih membayanginya.
Gu fei dengan tidak senang masuk ke kamar dan mandi.
"Aku akan menulis Surat ke kediaman Zhang" Gumam Ibu Gu fei.
#Sementara kamar Gu fei.
"Aku benci mereka semua!.. Suatu Hari aku akan membuktikan bahwa aku bukanlah seperti anjing yang hanya bisa mengongong!" Gumam Gu fei.
"Sekarangkan ada kelas di Institut" Batin Gu fei berpikir.
"Aku akan pergi sekolah!" Gumam Gu fei sambil mengendog tas dan pergi ke sekolah.
"Ibu... Ayah... Kakak... Aku akan keluar" Teriak Gu fei.
"Hmm" Jawab mama Gu fei.
Gu fei pun pergi menggunakan motor.
Setelah sampai parkiran kampus Gu fei turun dan segera menuju kelas.
Kelas dimulai dengan pelajaran ke 3 yaitu biologi.
__ADS_1