
"Persoalan ini terlalu membingungkan!" Gumam Gu fei.
"Ada hal aneh di pulau ini!" Kata Gu fei.
"Grep" Tiba tiba ada yang menepuk pundak Gu fei dan itu adalah Za Can.
"Za Can?" Gu fei menoleh.
"Apakah kamu barusan bertemu serpihan jiwa?" Tanya Za Can.
"Ti.. Tidak!" Kata Gu fei gugup.
"Kamu tidak bisa bohong dengan diriku" Kata Za Can.
"Apakah dia mengetahui identitas diriku?" Batin Gu fei tercengang.
"Aku harus membunuhnya" Batin Gu fei.
Gu fei pelan pelan mengeluarkan pisau kecil yang berada di saku Gu fei. Za Can juga tau yang akan terjadi jika dia berbicara seperti itu kepada Gu fei.
"Aku tau kamu ingin membunuh ku jika aku mengetahui identitas dirimu" Kata Za Can serius.
"Lalu?" Tanya Gu fei.
"Yah, aku akan mengubah takdir untuk dirimu" Kata Za Can bersikap sombong.
"Tidak perlu!" Kata Gu fei tegas.
Za Can langsung menggendong Gu fei pergi ke suatu tempat yang sangat cantik.
"Untuk apa kita ke sini?" Tanya Gu fei.
__ADS_1
"Zui... Aku mencintaimu apakah kamu mau menjadi kekasihku satu satunya dalam kehidupan ini dan selanjutnya?" Tanya Za Can membungkukkan badannya yang lumayan tinggi. Za Can mengeluarkan sebuah bunga yang tampak indah.
Gu fei terdiam sejenak dengan perkataan Za Can. Gu fei masih bingung mau menjawab apa, disisi lain Gu fei berdebar, namun juga dia tidak tau jika itu cinta dan dia masih bimbang apakah itu cinta atau hanya sekedar obsesi.
"Hah" Jawab Gu fei.
"Bagaimana jika aku menolak dirimu?" Tanya Gu fei tidak menerima bunga itu.
"Sebenarnya aku masih bimbang dengan perkataan dirimu" Kata Gu fei.
"Aku tidak tau, apakah ini cinta atau obsesi" Kata Gu fei sambil menunduk lagi.
"Jadi.. kamu belum yakin?" Tanya Za Can.
"Maaf, tapi iya, kenyataannya memang seperti itu" Kata Gu fei.
"Jangan terlalu berharap kepada diriku" Kata Gu fei memalingkan badanya.
"Sudahlah! aku tak mau memikirkan hal yang sulit jika ada yang mudah!" Kata Gu fei.
Gu fei kembali menatap Za Can namun kali ini dia menjadi serius.
"Apakah kamu mau melindungiku siapapun identitasku ataupun musuhku?" Tanya Gu fei.
"Tentu, aku akan selalu melindungimu" Kata Za Can.
"Apakah kamu juga tidak akan meninggalkan diriku lagi?" Tanya Gu fei.
"Ya tidak akan pernah!" Jawab Za Can.
"Hah" Gumam Gu fei.
__ADS_1
"Namun itu semua hanyalah perkataan yang bisa di ingkari kapan saja" Batin Gu fei.
"Jika kamu belum pasti rasa itu cinta, maka akan aku buat agar kamu mencintai ku sepenuhnya" Kata Za Can.
"Aku hanya membutuhkan waktu saja!" Kata Za Can percaya diri.
"Aku beri waktu 7 hari untuk menaklukkan diriku" Kata Gu fei tersenyum tak percaya.
"Baiklah, jika kamu takluk, kamu harus menjadi kekasihku" Kata Za Can senang.
"Sepakat" Kata Gu fei tenang.
"Akhirnya aku mendapatkan kesempatan lagi!" Batin Za Can.
"Itu tidak memungkinkan untuk diriku mencintaimu lagi Za Can" Batin Gu fei.
"Aku tidak ingin berebut bersama Nyida" Batin Gu fei.
"Yang aku inginkan adalah kebebasan" Batin Gu fei pergi.
……
tidak disangka mereka berjalan sampai ke sebuah kolam berbentuk lingkaran dengan tumbuhan yang tumbuh di sampingnya.
"Kenapa bisa ada kolam disini?" Tanya Gu fei.
"Ini adalah kolam iblis pengikat cinta" Kata Za Can seolah olah tau.
"Hah?" Kata Gu fei.
"Apa kamu sengaja membawaku kesini" Kata Gu fei waspada.
__ADS_1
"Menurutmu" Tanya Za Can tersenyum licik.