
Sim, dan Kak Vin hanya bisa pasrah dengan mereka yang bubar dan mulai menemani Kak Dei.
Sementara Tyasti terus mendekati mereka. Awalnya mereka tidak tau motifnya apa namun mereka sudah terlelap dengannya hingga lupa bahwa Tyasti juga berbahaya.
Hingga akhirnya mereka sadar jika Tyasti berkomunikasi dengan Azalea. Tyasti yang sudah mengetahuinya berhianat secara terang terangan dan tidak main main mengusik hidup mereka.
Namun mereka juga tidak akan kalah mereka langsung setiap bertemu lagsung menyinggung secara terang terangan tanpa pandang kondisi dan tempat.
Saat Gu fei pergi seolah olah keadaan semua teman temannya tidak sedang baik baik saja. Sementara Gu fei tidak mengetahuinya dan sedang dalam pelarian.
Keluarga Gu fei juga selang beberapa hari dari itu muncullah pelakor yang terus memperburuk hubungan kekeluargaan mereka. Kakak Gu fei batal menikah dan dia memilih pergi juga untuk menenangkan diri. Ayah Gu fei dia sering bercanda dengan seorang tetangga hingga membuat Ibu Gu fei marah besar dan berniat untuk pergi dari rumah juga.
Namun pada akhirnya tidak jadi karena kakak Gu fei kembali dan siap menenangkan keluarganya. Dia sudah siap dengan kekuatannya untuk memusnahkan orang yang membuat keluarganya diambang kehancuran itu.
Namun namanya juga perasaan jika sudah disakiti sekali akan membekas meskipun mencoba untuk mengobatinya tapi tidak akan sembuh. Tetap hubungan kedua orang tua angkat Gu fei benar benar tidak seperti dulu.
__ADS_1
Sementara itu Gu fei yang sekarang sedang sibuk mengurusi peta untuk mengukur berapa lama lagi mereka tiba di tempat tujuan.
Lokasi mereka berada di tanda x dan dalam 1 malam lagi mereka akan sampai ke Pulau Batu. Pulau yang terkenal dengan keindahannya namun tidak subur dan tanah disana kerasnya seperti batu. Mereka harus berhenti di pulau batu untuk mengisi beberapa keperluan yang hampir habis.
Malam terakhir Gu fei sebelum sampai di pulau batu adalah menikmati Laut sambil meminum segelas teh hijau dan memakan manisan yang dia buat bersama Za Can.
Kabut sudah mulai terlihat tandanya mereka akan tiba di Pulau itu dalam beberapa jam. Bukan hanya kabut namun ikan ikan di laut itu tampak berbeda.Tidak ada cahaya sedikitpun malam itu. Hanya ada kegelapan dan kabut.
"Huh, Didalam kapal pun udara dinginnya tetap tidak bisa diremehkan!" Gumam Gu fei memakai jaket dan jubah serta menyelimuti dirinya dengan selimut bulu yang dia bawa sembari di temani Za Can yang menyeduh cokelat panas.
"Minumlah" Kata Za Can sambil menyelimuti dirinya juga.
"Di sekitar sini memang sangat dingin, namun setibanya kita di pulau nanti akan terasa hangat" Kata Za Can.
__ADS_1
"Oke, terima kasih" Kata Gu fei meminum cokelat panas itu dengan perlahan.
Mereka terlelap dalam pelukan satu sama lain, dan sadar ketika hari sudah mulai pagi.
"Hoamm" Gu fei menguap sembari meregangkan badanya yang pegal.
"Apakah sudah pagi?" Gumam Gu fei.
"Za Can" Kata Gu fei memanggil Za Can.
"Kenapa dia semalam tidur denganku lagi!?" Batin Gu fei kesal.
"Lalu kenapa juga kita tidur di aula!?" Gumam Gu fei.
Za Can dengan pelan membuka matanya dan menyadari jika Gu fei sudah bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai Zui.." Gumam Za Can langsung sadar tanpa perlu mengumpulkan nyawa.