Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Cerita Dibalik Pulau Megah Itu.


__ADS_3

Hingga siangnya mereka terduduk diam di lantai pintu tersebut.


Za Can mulai bangun dan berjalan ke kamarnya sendiri.


Sementara Gu fei tenaganya sudah pulih, dia berdiri dan pergi keluar dari kamarnya sambil ada sepucuk harapan kalau dia akan disapa oleh Za Can.


"Sudahlah.. jangan naif" Batin Gu fei berjalan lurus ke depan.


"Aku harus menjadi diriku sendiri" Batin Gu fei.


"Jangan mengharapkan banyak pada seseorang!" Batin Gu fei.


"Aku hanyalah orang ke- 3 diantara mereka" Batin Gu fei.


"Semuanya sudah tidak bisa diperbaiki Gu fei!" Batin Gu fei.


"sekarang hanya bisa menjalani semampu kita" Batin Gu fei masih terus berjalan dari lorong lorong.


"Dan tidak merepotkan masing masing.." Batin Gu fei dengan muka datar.


Gu fei pergi berjalan ke aula untuk mengecek dia sudah sampai di mana.


Gu fei bertanya pengemudi kapal yang biasa disebut Nakhodanya berada di mana.


Salah satu yang Gu fei tanyain memberitahu bahwa dia sedang di ruang istirahat.


Gu fei langsung pergi ke ruang istirahat dan melewati sebuah ruangan tersembunyi.


"Ruang apa ini?" Gumam Gu fei.


Gu fei ingin membuka ruangan tersebut namun dia berhenti seketika.


"Untuk apa aku peduli?" Batin Gu fei.


"Lagian bukan urusanku" Batin Gu fei kembali berjalan.

__ADS_1


Gu fei pergi meninggalkan ruangan mencurigakan tersebut dengan biasa.


Dia sampai di ruang istirahat dan langsung mencari pengemudi kapal.


"Seharusnya ada di sini?" Batin Gu fei.


"Tok.. Tok.." Gu fei mengetuk pintu dengan sangat sopan.


"Masuk" Suara dari dalam ruangan terdengar.


"Maaf mengganggu waktunya.." Kata Gu fei.


"Eh, tidak apa apa kok" kata orang itu.


"Apa nona penyewa kapal?" Tanya orang itu.


"Iya, apa benar kamu pengemudinya?" Tanya Gu fei.


"Benar" Kata orang itu.


Gu fei langsung duduk dan berterima kasih dengan orang itu.


"Saya mau tanya.. kita sebenarnya sudah sampai diwilayah mana?" Tanya Gu fei langsung ke intinya.


"Kita sudah berada di wilayah..." Kata orang itu sambil berfikir.


Orang itu kemudian mengambil sesuatu dari bawah meja.


"Kira kira kita sudah hampir sampai di peristirahatan pertama kita.." Kata orang itu.


"Pulau Batu.." Kata orang itu.


"Pulau Batu?" Tanya Gu fei.


"Benar" Kata orang itu.

__ADS_1


"Apa pulau itu.." Kata Gu fei.


"Pulau Perdagangan yang daerahnya bisa dikatakan kacau.." Kata orang itu.


"Aku hanya tahu sedikit tentang pulau itu.." Kata Gu fei.


"Aku pernah mendengar bahwa disana menjual berbagai barang dari penjuru dunia Bela Diri" Kata Gu fei.


"Iya" Jawab orang itu.


"Kalo begitu apakah ada sesuatu yang lain, kenapa daerahnya disebut kacau?" Tanya Gu fei.


"Karena.." Kata orang itu ragu ragu.


"Jangan ragu.." Kata Gu fei.


"Mungkin.." Kata orang itu.


"Aku pernah mendengar namun tidak pasti.." Kata orang itu.


"Katanya disana banyak iblis berkeliaran.." Kata orang itu.


"Iblis?" Tanya Gu fei.


"Ya, Iblis.." Kata orang itu.


"Tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana, bahkan jika itu pemimpin negara.." Kata orang itu.


"Disana adalah tempat dimana hukum tidak berlaku..." Kata orang itu.


"Karena disana terdapat peraturan sendiri.." Kata orang tersebut.


"Manusia dilarang terluka sedikit pun disana.." Kata orang itu.


"Jika sampai terjadi para iblis akan menyerang manusia yang terluka dengan brutal" Kata orang itu.

__ADS_1


__ADS_2