Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Bangun..


__ADS_3

"Aku.. aku.. aku salah.. mengapa aku terus mengira Zin adalah Zui.." Batin Za Can.


"Namun yang paling penting adalah Zin selamat!" Batin Za Can.


"Brukk!" Suara orang terjatuh.


Za Can langsung terjatuh karena racun yang ia pindakan mulai bereaksi di tubuhnya.


Racun yang begitu berbahaya itu terus Za Can coba untuk memurnikannya.


Sementara Gu fei masih belum sadar dari tidurnya.


"Uhk! aku harus bertahan!" Batin Za Can.


"Aku harus kuat!" Batin Za Can.


"Aku masih, harus mencarinya!" Batin Za Can.


Za Can mulai gemetar saat mencoba bertahan.


Pelan pelan ia menutup kedua matanya.


Gu fei yang terbaring tiba tiba bangun.


"Uh.." Gumam Gu fei.


"Ada apa ini?" Batin Gu fei bingung.


"Loh!.. Za Can!?" Kata Gu fei saat melihat Za Can.


"Uy!" Kata Gu fei memanggil Za Can.


Gu fei mencoba untuk meraih Za Can yang terbaring itu namun kondisi Gu fei juga terbatas.

__ADS_1


Dia mencoba banyak hal untuk meraih Za Can, saat dia semakin banyak bergerak pandangannya mulai menjadi buram.


"Kenapa ini?" Gumam Gu fei.


"Aku.. Za Can..." Gumam Gu fei.


"Za Can" Lirihnya.


"Za Can!" Teriak Gu fei dengan tenaga yang hampir habis.


"Uhuk!.. Uhuk!" Gu fei batuk keras karena teriak itu.


Namun teriakan itu membuat orang orang yang berada diluar kamar kaget.


Mereka langsung menerobos masuk dan memapah Za Can ke kursi yang berada di kamar Gu fei.


Sementara Gu fei dia sudah tidak bisa menopang tubuhnya jatuh dan terpeleset dari atas kasur.


Dia juga dibaringkan dengan kondisi tubuh sangat lemah, tidak bisa apa apa.


"Kenapa aku sangat lemah..." Batin Gu fei termenung.


"Aku.." Batin Gu fei.


"Jika seperti ini aku akan terus dibawah.." Batin Gu fei.


"Aku.. aku belum cukup kekuatan untuk melindungi mereka.." Batin Gu fei sedih teringat kembali para sahabatnya.


"Aku.. tidak mau harus pergi kembali" Batin Gu fei.


Perlahan lahan air mata Gu fei menetes sedikit demi sedikit.


"Kenapa.. kenapa juga hatiku terasa sangat sakit.." Batin Gu fei.

__ADS_1


"Namun sudah 1 bulan lebih aku pergi.." Batin Gu fei.


"Mereka juga mungkin sudah mulai melupakanku.." Batin Gu fei.


"Aku.. yang terlalu banyak berharap.." Batin Gu fei.


"Dunia ini seakan akan menyuruhku untuk pergi dan tak kembali lagi.." Batin Gu fei.


Air mata Gu fei semakin mengalir deras.


"Gu fei.. Ingat kamu tidak boleh menangis.. itu tidak ada gunanya.. lebih baik hadapi kenyataan pahitmu ini.." Batin Gu fei.


"Aku harus kuat.." Batin Gu fei.


"Namun.. kenapa.. bolehkah aku menangis sekeras kerasnya namun orang tidak mengetahuinya?" Batin Gu fei.


"Saat aku sedih aku akan tetap tersenyum didepan mereka agar mereka tidak mengkhawatirkan aku" Batin Gu fei.


"Namun hatiku malah merasa lebih sakit" Batin Gu fei.


"Kenapa.. kenapa.. aku.. kenapa aku tidak bisa menipu hatiku!" Batin Gu fei.


"Aku selalu menaruh harapan besar kepada orang orang.. namun mereka mengecewakan!" Batin Gu fei.


Gu fei mencoba mengusap air matanya namun tangannya bahkan tidak bisa di gerakan olehnya.


"Aku.." Gumam lirih Gu fei.


"Aku.. kenapa?" Batin Gu fei.


"Kenapa harus menangis?" Batin Gu fei.


"Aku tidak boleh menangis" Batin Gu fei.

__ADS_1


"Aku kuat!" Batin Gu fei yang mencoba untuk menghentikan tangisannya yang sedu dengan mengigit bibirnya sendiri.


...ingatlah manusia juga memiliki sisi rapuh meski terlihat bahagia diluar....


__ADS_2