
#Sore kemudian
Gu fei sudah menunggu dipelabuhan.
Tak lama kemudian orang orang itu juga datang bersama bosnya.
"Eh.. kenapa kau juga ikut?" Kata Gu fei.
"Ini kapalku jadi terserahku" Jawab bos kemarin itu.
"Tapikan aku undah nyewa!" Kata Gu fei.
"Jangan lupa dengan potongan harga yang banyak" Kata bos itu.
"Kau!" Kata Gu fei geram.
"Hah.. Apa?.. Serahku ini kapalku " Kata bos kemarin itu.
"Dasar tak tahu malu!" Gumam Gu fei.
"Jangan bergumam lebih tak tahu malu kamu.. " Kata bos itu.
"Sudah!.. Ayo berangkat!" Kata Gu fei.
"Tunggu persiapan makan udahkan?" Kata Gu fei.
"Udah.. tenang aja " Kata bos itu.
"Hmm " Jawab Gu fei sambil naik kapal.
Merekapun berangkat ke daratan Shui.
#Malam Harinya.
"Aku bosan... " Gumam Gu fei sambil melihat jendela kapal.
"Apakah malam ini bulanya muncul?" Gumam Gu fei.
Ia pun naik ke atas kapal untuk melihat bulan.
"Hah... Bulannya sudah berubah menjadi bulan sabit ya?" Gumam Gu fei tiduran sambil menatap bulan dilangit.
Tiba tiba muncul kepala yang menghalangi penglihatan Gu fei.
__ADS_1
"Eh.. " Gumam Gu fei.
Kemudian Gu fei langsung bangun terduduk.
"Kenapa kau disini?" Tanya Gu fei.
"Aku haya ingin cari angin tak disangka malah bertemu denganmu" Kata bos kemarin itu.
"Alasan... " Gumam Gu fei.
Orang yang di sampingnya itu melepaskan jaket yang ia kenakan.
"Kalo malam gini pake pakaian tebal nanti masuk angin" Kata bos itu sambil menutupi bahu Gu fei dengan jaket.
"Kenapa dia jadi perhatian.." Batin Gu fei.
"Namun kenapa perasaan ini sangat familiar" Batin Gu fei.
"Makasih" Kata Gu fei.
"Jika besok kamu nggak pakai jaket lagi kalo demam akan aku buang ke laut" Kata orang itu memalingkan wajah.
"Uhuk.. Jadi jangan ke pedean kalau aku khawatir denganmu... " Kata bos itu.
"Huh.. Siapa juga yang kepedean!" Batin Gu fei.
"Emangnya kamu nggak kepedean?" Kata bos itu lagi.
"Jelas banget nggak!" Kata Gu fei.
"Oh... " Jawab bos itu.
"Sudahlah!... Aku tidak mau debat denganmu" Kata Gu fei sambil berdiri.
Orang itu hanya tersenyum sementara Gu fei yang sudah kesal pergi ke kamarnya.
#Sesampainya di kamar.
"Huh!.. Orang itu benar benar menjengkelkan!" Kata Gu fei sambil duduk dikasur.
Gu fei tiduran dikasur sambil mengomel terus.
"Aaaaaaaa!... Kenapa aku harus dikapal bareng si menjengkelkan itu!" Teriak Gu fei.
__ADS_1
"Kenapa harus aku!" Teriak Gu fei.
Gu fei duduk lagi dan ia mencari camilan di kalungnya.
"Camilan!.. Sekarang aku membutuhkan camilan manis" Kata Gu fei.
Setelah ketemu ia mulai makan camilan ringan itu.
Tiba tiba...
"Tok.. Tok.. Tok.. " Suara ketukan pintu terdengar.
"Siapa?" Kata Gu fei sambil berjalan mendekat pintu.
Lalu Gu fei membuka pintu itu.
"Aku... " Kata orang yang berada di depan Gu fei sambil memegang secangkir kopi itu.
"Eh.. Kau!" Kata Gu fei.
"Nagapain disini?" Tanya Gu fei.
"Hanya kebetulan lewat terus mampir.. " Kata orang itu sambil masuk ke kamar Gu fei.
"Hei!.. Ini kamarku!.. Keluar" Teriak Gu fei.
Orang itu tak mempedulikan perkataan Gu fei dan malah duduk di kasur Gu fei.
"Keluar dari sini!" Kata Gu fei geram.
lagi lagi orang itu tak mempedulikan Gu fei dan malah meminum kopinya dengan santai.
"Namaku Za Can jangan panggil aku kau.. " Kata orang itu.
"Aku nggak peduli" Jawab Gu fei kasar sambil menarik orang itu keluar dari kamarnya.
Gu fei menarik dan mendorongnya di depan pintu.
"Brakk!" Suara Gu fei menutup pintu.
"Hah.. Orang itu benar benar!" Gumam Gu fei berjalan ke kasurnya.
"Aku sangat lelah.. " Gumam Gu fei lagi sambil tiduran dikasur.
__ADS_1
Tak lama kemudian ia tertidur karena kelelahan.