Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Pingsan


__ADS_3

"Arhhhh!" Kata Gu fei mengacak acak rambutnya.


"Haish.." Gumam Gu fei.


"Aku sudah lelah, aku muak dengan semua ini!" Batin Gu fei.


"Kebenaran yang menyakitkan, hancurnya kehidupanku" Batin Gu fei menutup kedua matanya.


"Apakah aku tidak bisa hidup tenang dengan orang terdekatku?" Batin Gu fei.


"Apakah takdir itu tak mengizinkanku?" Batin Gu fei.


"Lantas kenapa?" Gumam Gu fei.


"Kenapa hanya diriku?" Batin Gu fei tersenyum pahit.


"Aku terus saja harus tersenyum walaupun kecewa maupun sedih?" Kata Gu fei.


"Aku sungguh orang yang bodoh" Batin Gu fei.


"kebodohan itu membuatku menyadari betapa lemahnya diriku" Batin Gu fei.


"Seseorang yang bahkan tidak bisa melindungi orang orang di sekitar diriku" Batin Gu fei.


"Aku hanya menjadi beban jika bersama mereka.. " Gumam Gu fei.


"Bahkan saat ini juga aku dihadapkan dengan orang yang selama ini aku hindari" Gumam Gu fei.


"He.. he.. kehidupan memang mengerikan ya?" gumam Gu fei.


"bisa-bisa aku gila memikirkan kehidupanku yang kacau ini!" Kata Gu fei tersenyum.


"Tok.. Tok.. Tok " suara pintu kamar Gu fei.

__ADS_1


"Siapa?" teriak Gu fei bangun.


"Za Can" Balas Za Can dari luar.


"Oh,sebentar" kata Gu fei berjalan mendekati pintu.


Gu fei membuka pintu dengan sangat pelan. Terlihat seseorang pria tampan yang rambutnya masih basah.


"Apa?" Tanya Gu fei.


"Kamu.. kamu belum mandi?" Tanya Za Can.


"Belum.. malas airnya dingin" Jawab Gu fei memutar kedua bola matanya.


"Hah.. kamu ini ya!" Kata Za Can masuk ke kamar Gu fei namun dihentikan oleh Gu fei.


"Kau masuk ke kamarku dengan rambut basah kuyup kek gini?" Tanya Gu fei tidak senang.


"Yah" jawab Za Can tidak merasa bersalah.


"Jelas dikamarkulah!" Jawab Za Can.


"Ihhhh, gak banget!" batin Gu fei menahan amarah.


"Nggak!" Kata Gu fei.


"Kau keluar dan tidak boleh ke kamarku!" Teriak Gu fei.


"Aku bukan murahan!" Batin Gu fei marah.


"Alah, rambut pendek kek gini ngga bakalan basahi kamarmu kalik" Kata Za Can menyepelekan.


"Heh.." Gumam Gu fei tidak habis fikir.

__ADS_1


"Kesini kamu!" Teriak Gu fei menarik Za Can keluar ke ruang tamu dikapal.


"ingat ya! jangan pergi ke kamarku lagi!" Kata Gu fei marah.


Za Can berpura pura sedih dan gemetar ketakutan. "Ka.. kamu.. ga izinin aku?" Kata Za Can.


"Dia kira apa aku ini kalo aku izinin!" Batin Gu fei tambah marah.


"Duakk!" Gu fei memukul kepala Za Can hingga bengkak. Setelah memukulnya Gu fei merasa amarahnya berkurang secara drastis.


"Aduh!" Teriak Za Can kesakitan.


"Sakit ya?" Tanya Gu fei.


"Iya" Jawab Za Can.


"Rasain! salahnya menganggap aku ini cewek murahan!!" Kata Gu fei memalingkan kepala.


Za Can tiba tiba tidak sadarkan diri setelah Gu fei pukul.


"Eh, hei! kau tidak apa apakan?" Tanya Gu fei berbalik melihat Za Can yang pingsan.


"Can?" Tanya Gu fei menoel pipi Za Can.


Gu fei kira Za Can hanya berpura pura pingsan untuk mendapatkan perhatian dari Gu fei.


"Bukankah aku tadi tidak memukulmu dengan keras?" kata Gu fei mulai panik.


"Kenapa bisa pingsan?" Tanya Gu fei.


"Bahkan saat pertarungan yang sesungguhnya kamu juga tidak pingsan dipukuli sekeras apapun" Kata Gu fei.


"Hei!" Kata Gu fei mulai mendudukan Za Can.

__ADS_1


"Asataga! apa dia beneran pingsan?" Kata Gu fei kaget.


"Apa yang harus aku lakukan!?" Gu fei panik.


__ADS_2