
"Lain kali jika tidak tau jangan beri saran!!" Kata Za Can ngegas.
"Umm" Gumam iblis itu.
"Sudahlah! tidak ada gunanya berdebat denganmu!" Kata Za Can pergi mengejar Gu fei.
"ZUI!" Teriak Za Can.
Gu fei yang berjongkok sambil menatap salju yang sudah menyentuh tanah pun terkejut karena teriakan tersebut. Gu fei langsung saja berdiri dan berlari pergi dengan cepat.
Gu fei sengaja menghindari upaya Za Can untuk mengejar dirinya. Dia sangat kecewa dengan Za Can.
Sementara itu Za Can terus mengejar Gu fei dengan berlari sangat cepat. Za Can sangat takut jika Gu fei menemui bahaya. Karena di Pulau ini tidak ada hukum yang mengatur, dan hanya ada pribahasa "yang kuat menindas yang lemah"
Hal itu spontan saja membuat Za Can khawatir sekaligus merasa bersalah kepada Gu fei. Sementara itu Gu fei yang sedang bersembunyi pun langsung pergi lagi karena teriakan Za Can semakin mendekat.
Hingga akhirnya Gu fei terhenti ketika melihat sebuah Kedai Teh di jalanan yang ramai itu. Dia berhenti sejenak dan terbengong tidak jelas. Tiba tiba saja ada sepintas sebuah ingatan terlintas ke benak Gu fei.
__ADS_1
Ingatan yang menceritakan tentang kehidupan seseorang yang cantik dan selalu meminum teh saat memiliki waktu luang. Gu fei tidak tau ingatan siapa itu dan tiba tiba saja "Bruk" Gu fei jatuh pingsan.
Namun saat Gu fei terjatuh ada seseorang yang menghampirinya dan langsung menangkap Gu fei, orang itu adalah Za Can yang sudah melihat Gu fei. Dia menangkap Gu fei dengan sangat gesit dan langsung membawa Gu fei pergi ke penginapan lagi.
Setelah itu malamnya Gu fei tersadar. Dia sangat terkejut akan dirinya yang tiba tiba telah berada di penginapan lagi. Dalam hatinya bertanya tanya, siapa yang membawaku pulang?.
Za Can dengan pelan mengetuk pintu dan membawakan segelas susu hangat dan sepiring biskuit yang dia pesan untuk Gu fei.
"Siapa" Teriak Gu fei.
Za Can masuk secara perlahan lahan karena agar barang yang dia bawa tidak tumpah di lantai penginapan. Gu fei melihat Za Can dan merasa sedikit canggung setelah apa yang dilakukan Gu fei tadi Za Can masih bisa memperlakukan Gu fei dengan lembut.
"Turunlah dan makan" Kata Za Can lagi.
"Tidak!" Kata Gu fei.
Za Can kemudian berdiri dan menghampiri Gu fei sambil membawa makanan tersebut. Sesampainya Za Can duduk dan menyuapi Gu fei biskuit tersebut dengan sangat lembut.
__ADS_1
Namun perilaku Gu fei tetap tidak menyenangkan dan sangat tidak baik. Dia terus menolak suapan Za Can hingga akhirnya..
"Jika kamu menyukaiku makanlah ini" Kata Za Can sambil tersenyum.
"Aku.." Batin Gu fei tergengun dengan perkataan Za Can.
"Apa aku mencintainya, aku takut jika ini adalah obsesi padanya" Batin Gu fei.
Raut wajah Gu fei sangat tidak menenakkan, dia sangat tertekan dengan perkataan Za Can barusan.
"Aku.." Kata Gu fei.
Gu fei langsung pergi dari kamarnya dan menuju kamar mandi.
"Apakah aku mencintai dirinya!?" Gumam Gu fei menutup pintu kamar mandi.
"Aku hanya takut dia pergi lagi, aku takut jika.." Gumam Gu fei menyenderkan dirinya di pintu.
__ADS_1
"Aku.. aku harus bagaimana?" Kata Gu fei.