Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Menjalankan Rencana 1


__ADS_3

Setelah pelajaran biologi Gu fei pergi meninggalkan kelas menuju ke pasar gelap kota.


Sesampai di pasar gelap Gu fei memanggil Nagara keluar dan melihat lihat pedang.


Hingga akhirnya Gu fei menemukan pedang dan senjata lainnya yang cocok untuk Gu fei.


"Nagara!.. Bagaimana menurutmu senjata ini? " Tanya Gi fei pada Nagara sambil memperlihatkan benda itu.


"Pedang ini?.. Kenapa terasa familiar ya?" Gumam Nagara berpikir.


"Mungkin perasaanmu saja.. kelihatannya Pedang ini cocok untukku" Kata Gu fei sambil mengangkat Pedang itu.


"Pak ini berapa harganya?" Tanya Gu fei pada pak penjual.


"Oh.. benda itu hanyalah 10 koin perak" Jawab Penjual itu.


"Mahalnya!.. Boleh kurang nggak Pak!" Kata Gu fei mencoba menawar.


"Nggak boleh" Kata penjual itu.


"Tapi Pak 5 Perak aja ya!" Kata Gu fei membujuk.


"Pokoknya nggak boleh!" Kata pak penjual itu.


"Ya udah gak jadi beli.. Nagara ayo pergi! " Kata Gu fei sambil menarik Nagara.


"Tunggu.. Ya 9 koin Perak lah gak kurang!" Teriak Pak penjual.


Gu fei dan Nagarapun kembali ke penjual tersebut.


"8 Koin perak aja lah nggak lebih!" Kata Gu fei sambil mencoba menawar harga lagi.


"9 koin perak pokoknya nggak kurang!" Kata Penjual tersebut.


Gu fei menoleh senjata lain yang ada di toko itu.


"Hmm.. Bagaimana jika dengan ini dan ini!" Kata Gu fei sambil menunjuk busur panah dan sebuah cambuk duri.


"Jadinya.. 59 koin perak" Kata penjual itu.


"Nggak 40 aja sekalian pak!" Kata Gu fei yang masih mencoba menawar.


"Ya.. 45 koin perak aja Nggak kurang!" Kata penjual itu.


"Nah begitukan gampang" Kata Gu fei sambil mengeluarkan lembaran koin perak dari sakunya.


"Ini.. saya beri bonus.. Batu kristal Ini.. Selama ini hanya di sini terus belum nemu tuan yang cocok! " Kata penjual tersebut sambil membungkuskan barang barang itu.


Sesudah di bungkus Gu fei memasukkannya ke dalam kalungnya.


Gu fei dan Nagarapun pergi dari pasar gelap menuju rumah.


Seusai perjalanan Gu fei pun tiba di Rumahnya.


Ia langsung merebus semua tanaman yang ada di kalungnya itu untuk menghilangkan segel kekuatannya.


Setelah itu ia langsung berendam selama 10 menit dan setelah berendam Gu fei di panggil ibunya.


"Gu fei.. Nak ayo turun!" Panggil mama Gu fei.

__ADS_1


"Ada apa Ibu.." Jawab Gu fei.


"Gu fei..Besok pagikan kamu bertunangan.. Jadi.. pakailah gaun ini!.. Pemberian dari keluarga Zhang" Kata mama Gu fei.


"Iya bu.. Aku akan simpan di almari!" Jawab Gu fei sambil menggambil gaun tersebut dan membawa ke atas.


"Tunggu dulu!.. Kamu harus bertemu dengan calon tunangan mu hari ini.. hantilah baju mu itu dan segera turun ke bawah untuk nunggu jemputan ke rumah keluarga Zhang" Kata Ayah Gu fei.


"Iya" Jawab Gu fei.


Dalam hati Gu fei Rencana sudah di susun secara teliti dan matang.


"Malam ini mungkin adalah malam terakhir ku di kota ini" Batin Gu fei sambil naik tangga menuju kamarnya.


Setelah berganti pakaian Gu fei membawa semua peralatan untuk kabur dengan barang barang yang ia perlukan dan memasukkannya ke dalam kalung.


"Ayah aku siap.." Teriak Gu fei sambil keluar dari kamar.


"Baguslah.. Jemputannya sudah datang" Kata mama Gu fei.


Setelah itu Gu fei pun pergi menemui yang seharusnya menjadi calon tunangannya.


Setelah sampai di kediaman keluarga Zhang Gu fei bertemu dengan Zhang Fian yang seharusnya menjadi calon tunangan Gu fei.


"Nona Zu ya? " Tanya Zhang Fian.


"Benar" Jawab Gu fei tenang.


"Perkenalan nama aku Zhang Fian" Kata Zhang Fian.


"Jadi ini tuan muda Zhang" Kata Gu fei.


Tapi dengan cepat Gu fei menarik tangannya kembali.


"Maaf.. Tuan muda Zhang" Kata Gu fei.


"Janganlah Panggil Tuan Muda Zhang .. panggil saja Fian dan kelak kan kita akan menjadi pasangan aku pun juga akan memanggil anda feifei" Kata Zhang Fian.


"Pasangan?.. Benar benar mimpi!.. Kau tak pantas menjadi pasanganku! " Batin Gu fei negatif.


"Tapi kita tidak akrab jadi nggak bisa panggil anda seperti itu" Kata Gu fei.


"Biar akrab.. Panggil lah begitu" Kata Zhang Fian.


"Dasar pemaksa!.. Dasar orang aneh!" Batin Gu fei.


"Hachuu... " Suara bersin Zhang Fian.


"Penyakitan lagi.. Pasti orangnya jorok gitu! " Batin Gu fei.


"Buset.. Ini orang ya kali nggak peduli sama aku!" batin Zhang Fian.


Mereka pun naik mobil dan menuju ke Restoran Bing.


Restoran Bing adalah Restoran paling mewah dan menonjol di kota biasanya Restoran itu adalah tempat para orang kaya kelas atas.


Sesampai di Restoran Bing Gu fei dan Zhang Fian masuk ke ruangan yang sudah di pesan dan memesan makanan.


"Jadi Nona Zu.. Bagaimana pendapatmu tentang Restoran ini?" tanya Zhang Fian.

__ADS_1


"Ni orang Gak jelas banget.. Tanya topiknya Restoran!.. Dasar orang bodoh" Batin Gu fei jengkel.


"Oi.. jangan katain orang terlalu sadis juga kali fei!" Kata Nagara di alam bawah sadar Gu fei.


"Biasa saja" Kata Gu fei.


"Biasa saja?... Apa kita perlu pindah Restoran?" Tanya Zhang Fian.


"Nggak perlu" Jawab Gu fei.


"Ni orang nggak peka banget lagi.. Kan udah jelas jika Restoran ini luar biasa " Batin Gu fei marah.


Setelah makanannya datang Gu fei dan Zhang Fian menyantapnya.


"Tuan muda Zhang.. apa kamu tahu tentang kriteria laki laki yang saya inginkan?" Tanya Gu fei membuka topik pembicaraan.


"Tahu" jawab Zhang Fian.


"Apa saja coba? " Tanya Gu fei senyum dendam.


"1. Laki laki tersebut tampan



Mempunyai etika


Cerdik" Jawab Zhang Fian.



"Itu hanya kriteria luarnya saja!" Kata Gu fei.


"Saya bisa menjadi apa pun yang Nona Zu inginkan" kata Zhang Fian.


"Yakin" Kata Gu fei senyum.


"Ya" jawab Zhang Fian.


"Ini kriteria intinya" kata Gu fei.


"1. Harus tahan di tusuk pisau beracun mematikan 20 kali" kata Gu fei sambil mengiris steak dengan penuh tenaga.


"2. Tidak memiliki istri lagi sebelum maupun sesudah menikah dengan saya dan jika saya sudah mati tidak boleh menikah lagi!" Kata Gu fei sambil menusuk steak nya.


"3. Orangnya tunduk pada saya" kata Gu fei sambil memakan steaknya.


"Jika melanggar salah satunya aku akan membunuh orang itu dan memisah misah bagian tubuhnya hingga tak dikenali orang lagi" Kata Gu fei sambil menyodongkan pisau yang ada di tangannya.


" Hanya itu saja kriterianya" Kata Gu fei sambil meletakkan pisau itu dan mengelap bibirnya menggunakan tissue.


Zhang Fian yang mendengar itu langsung berkeringat dingin.


"Kok bisa ya punya calon istri psikopat" Batin Zhang Fian gemetar.


"Jadi gimana?.. apakah bisa tuan muda Zhang mewujudkannya?" Tanya Gu fei santai.


"Te.. Tentu" Jawab Zhang Fian.


Selesai berbicara hari sudah sore dan Gu fei menjalankan Rencana 2 (Kabur dari Restoran).

__ADS_1


"Hmm... Tuan muda Zhang saya mau ke belakang dulu ya?.. Pikirkanlah syarat itu baik baik ya!" Kata Gu fei sambil meninggalkan ruangan dan menuju ke kamar mandi.


__ADS_2