Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Hari Ke2 di penginapan


__ADS_3

Lalu Gu fei Mengatakan tujuannya ke sini.


"Periksalah keadaan lukaku... Aku harus di sini berapa hari?" Kata Gu fei sambil memperlihatkan tangannya.


"Ini!?" Gumam dokter itu sambil memeriksa.


"Kira Kira setengah bulan lagi kamu baru bisa pergi dari sini" Kata dokter itu.


"Terlalu lama... Apa nggak bisa 1 minggu saja?" Kata Gu fei.


"1 minggu?... Bisa sih tapi aku harus membuat kbatnya sangat beresiko apa lagi bahannya kota ini nggak ada" Kata dokter itu berfikir.


"Sebutkan bahannya" Kata Gu fei.


"1 Tangkai Bunga Telaga Suci


1 Sendok Makan Sari Bunga Rawa Hijau.


1 Bulu Rajawali Raksasa" Kata dokter itu.


"Itu ya? " Gumam Gu fei.


"Hanya itu kok aku punya banyak" Kata Gu fei.


"Apa!?" Teriak dokter itu.


"Pu.. Punya banyak!" Kata dokter itu terkejut.


"Uhuk... Nggak mungkinkan.. hanya dewa hebat yang bisa mendapatkannya" Kata dokter itu.


"Nggak percaya?" Gumam Gu fei sambil mengeluarkan bahan bahan tersebut dari kalungnya.


Semua bahan yang di sebutkan dokter itu ada hanya kurang 1 Bulu Rajawali Raksasa.


"Apa!" Teriak dokter itu kaget dan senang.


"Tapi kurang 1 Bulu Rajawali Raksasa" Gumam dokter itu.


"Hanya bulu itu kok" Kata Gu fei.


"Kebetulan aku bisa minta" Kata Gu fei.


Lalu Gu fei berjalan menuju jendela ruangan dan membukanya.


"Ciut" Suara siulan Gu fei memanggil Rui.


Seketika datang rajawali raksasa yang sangat besar.


Sementara itu dokter yang melihat kejadian itu tak percaya.


"Hei Rui... Aku boleh minta bulumu 1 helai saja?" Kata Gu fei.


"Bulu?🤔" (Dalam bahasa hewan).


"iya... Boleh ya?" Bisik Gu fei.


"Tapi... 1 helai saja ya!😞" Kata Rui (Dalam bahasa hewan).


"Iya" Bisik Gu fei.


"Hu.. Hu.. Hu... Nona lama lama buluku bisa bisa habis kamu minta😩" Batin Rui sedih.


Sesudah mencabut bulu Rui Gu fei menyuruh Rui pergi agar tidak jadi kehebohan besar.


Gu fei pun mendekati dokter itu yang masih kaget.


"Hei apa ini cukup?" Gumam Gu fei menjadi dingin kembali.


"Te.. Tentu" Kata dokter itu gemetar.

__ADS_1


Sambil menunggu obat itu Gu fei berjalan melihat sekeliling ruangan dan melihat suatu foto.


Dalam foto itu terdapat foto keluarga dokter itu.


Saat melihat foto seperti orang yang ada di foto begitu bahagia Gu fei diam diam meneteskan air matanya.


"Aku ingin seperti ini" Batin Gu fei sambil mengangkat foto itu ke jendela.


Tiba tiba ada suara dari Hpnya "Ting" Suara pesan.


Dengan santai Ia mengeluarkan ponselnya sambil mengusap air matanya.


"APA!?" Teriak kaget Gu fei melihat pesan itu yang berbunyi.


"Hei feifei...


Apa kamu benar sudah meninggalkan kota dari pagi?


…


Kok kemarin kamu tunangan?" Pesan dari Sim.


#kembali ke alur


"Ya sudahlah lupakan" Gumam Gu fei.


Ia membuang ponsel itu ke luar jendela disampingnya.


Sementara itu dari ruang peracik obat dokter itu keluar.


"Sudah jadi obatnya" Kata dokter itu.


Gu fei pun memancarkan sedikit senyuman yang nggak bisa dilihat.


"Baiklah" Gu fei mengambil obat itu lalu langsung meminumnya.


"Astaga!... Apa kamu nggak butuh air!?" Teriak Dokter itu kaget melihat Gu fei langsung menelan pil itu.


Kemudian ia merasakan tangannya pulih perlahan lahan dan juga luka dalam akibat benturan saat ia kecelakaan mulai pulih tapi luka luarnya tidak merespon.


"Terima kasih" Kata Gu fei.


"Sama sama" Senyum dokter itu.


Gu fei melihat senyuman itu langsung teringat kakaknya.


"Kakak..." Gumam Gu fei sambil meneteskan air matanya yang sudah tak ditahan.


Dokter itu kaget melihat orang yang ada di depannya meneteskan air mata.


"Sumpah demi apapun ini orang bisa nangis?... perasaan kemarin kemarin diakan datar datar aja!?" Batin dokter itu.


"Eh.. Janganlah menangis!" Kata dokter itu sambil memeluk Gu fei.


Gu fei langsung melepaskan pelukannya sambil mengusap air matanya dan kembali menjadi orang yang dingin lagi.


"Hei.. Apakah kamu bisa ngobatin luka luar?" Tanya Gu fei.


"Tentu bisa... Aku dokter yang ahli dalam bidang pengobatan!" Kata dokter itu sedikit pamer.


"Apa kau bisa mengobatiku?" Tanya Gu fei.


"Baiklah " Jawab dokter itu.


Gu fei pun duduk di kursi sambil hendak menunjukkan lukanya.


Sementara dokter itu mencari beberapa obat.


Lalu Gu fei melepaskan bajunya.

__ADS_1


"Astaga!... Itu luka atau apa!?... Dan juga ternyata kamu ini... Perempuan!" Teriak dokter itu kaget.


"Jangan berteriak" Kata Gu fei.


"Iya.. Iya" Jawab Dokter itu mengoleskan salep pada luka Gu fei yang berada di punggung.


"Hei... Kenapa kamu bisa dapat banyak luka tusukkan benda tajam yang dalam?... padahalkan saat kamu masuk ke sini perasaan kamu nggak mengaku jika ada luka sebanyak ini!?" Tanya dokter itu.


"Luka ini bukan lukaku melawan pengawal disini" Jawab Gu fei.


"Terus?" Tanya dokter itu lagi.


"Jikaku ceritakan apa kamu mau mendengar?" Gumam Gu fei.


"Tentu" Jawab dokter itu.


Kemudian Gu fei menceritakan kejadiannya saat kecelakaan.


Dan akhirnya dokter itu kaget jika Gu fei mengalami kejadian yang mengerikan itu.


"Pasti luka ini dulu bercucuran darah terus" Gumam dokter itu.


"Terus teman yang kamu katakan tadi Kemana?" Tanya Gu fei.


"Dia... di kota Zhang" Jawab Gu fei.


"Jadi kenapa ia nggak ikut kamu?" Tanya dokter itu sambil menutup obat salepnya.


"Alasan itu nggak bisa ku katakan" Kata Gu fei sambil memakai bajunya.


"Oiya.. Tolong jangan beritahu identitasku pada orang lain" Kata Gu fei.


"Ok " Jawab dokter itu.


"Pasti ada rahasia didalam diri orang ini... kehidupannya mungkin sama atau mungkin lebih parah dari aku" Gumam dokter itu sambil merasa bahwa dirinya nggak sendirian.


"Hei.. apa aku boleh ikut kamu pergi?" Kata dokter itu.


"Untuk apa?" Tanya Gu fei.


Kemudian dokter itu menceritakan kehidupan sebelum ia di sini dari keluarganya difitnah hingga dibantai kemudian kepala semua anggota keluarganya digantung di depan kediamannya dan juga Ia menceritakan kenapa ia bisa lari dari pembantaian itu.


Dokter itu langsung menangis mengingat kejadian itu.


Kemudian Gu fei memeluk dokter itu juga merasa sedih.


Kemudian dokter itu berkata "Apakah kamu mau jadi temanku?".


"Ya" Jawab Gu fei.


"Rencana pertama berhasil!" Batin dokter itu senang.


"Oke" Jawab dokter itu.


"Salam perkenalan namaku Fi Yuwuji!" Kata dokter itu memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya.


"Nama!?... Aku belum memikirkan namaku!" Baitin Gu fei.


"Ya sudahlah ngarang saja!" Batin Gu fei.


"Nama Ku... Moon" Kata Gu fei sambil membalas juluran tangan Fi Yuwuji.


"Apa nama keluarga mu?" Tanya Fi Yuwuji.


"Nggak ada" Kata Gu fei.


"Wah!... Ku kira kamu dari keluarga besar padahal kemampuanmu sepertinya belum kamu keluarkan semuanya!" Kata Fi Yuwuji.


"Keluargaku hanyalah keluarga yang kecil" Kata Gu fei.

__ADS_1


"Maaf ya aku nggak tahu soalnya Karena.... dari cerita kamu... Kayak keluarga besar!" Kata Fi Yuwuji.


__ADS_2