Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Racun


__ADS_3

"Iya, Gu fei harus kuat, ini hanya permulaan!" Batin Gu fei berhenti menangis.


"Sekarang bagaimana caranya aku punya tenaga lagi!, itulah yang harus dilakukan!" Batin Gu fei.


"Bahkan mengangkat tanganku saja tidak bisa.." Batin Gu fei.


"Bagaimana aku bisa pulih?" Batin Gu fei.


"Aku harus menyerap daya laut?" Batin Gu fei.


Gu fei menutup matanya dan mulai mencoba untuk merasakan energi yang berada di sekitar.


"Ada.. ada orang disebelah sana!" Batin Gu fei.


"Aku harus lebih cepat!" Batin Gu fei.


10 menit kemudian..


"Akhirnya selesai!" Gumam Gu fei membuka matanya pelan.


"Aku harus pergi ke Za Can" Gumam Gu fei berjalan ke arah Za Can.


Gu fei mencoba untuk memeriksa keadaan Za Can yang masih pingsan.


"Ini racun!" Batin Gu fei.


"Juga hampir menyebar!" Batin Gu fei.


"Racun ini awalnya dari tangan!" Gumam Gu fei.


Gu fei langsung mengeluarkan pisau kecil dari kalungnya.

__ADS_1


"Tunggu!" Batin Gu fei berfikir.


"Jika aku langsung mengeluarkan racunnya dengan pisau.." Batin Gu fei.


"Aku butuh es ataupun alkohol!" Batin Gu fei bergegas pergi ke tempat masak.


"Aku butuh es batu!" Teriak Gu fei sesampainya.


Orang orang yang berada di sana langsung mencarikan Gu fei es batu.


Setelahnya Gu fei berlari ke kamar lagi.


Sampai di kamar dia menempelkan es nya di salah satu jari Za Can.


Dia langsung menyayat dengan lembut agar Za Can tidak kesakitan.


Setelah jari Za Can Gu fei sayat muncullah darah namun berwarna hitam pekat.


Jurus itu adalah teknik pengobatan yang dinamakan "1000 Racun".


Dengan mantranya yang berbunyi "1000 Racun 1 Racun Teknik Dewa Racun Penyembuh"


Gu fei mengumamkannya sambil menempelkan jarinya di tempat di mana pusat racun itu berkumpul.


Darah yang berwarna hitam pekat itu terus keluar dari jari Za Can.


Darah itu juga tidak lupa Gu fei kumpulan untuk membuat racun kembali.


"Racun yang langka, kenapa harus di sia sia kan?" Batin Gu fei.


Tak lama kemudian Darah hitam pekat itu mulai habis dan keluar darah yang berwarna merah kembali.

__ADS_1


Gu fei juga sudah mulai terlihat lelah.


Dia langsung menutup pendarahan jari Za Can dengan kain.


Setelahnya dia menopang Za Can agar berbaring dikasurnya.


Gu fei sendiri dia tertidur di kasur karena kelelahan tanpa membersihkan racunnya.


Malam hari kemudian Za Can bangun, Namun Gu fei masih tidur di kursi.


"Ugh.." Gumam Za Can membuka matanya.


"Aku.." Batin Za Can.


"Ini dimana?, bukannya aku pingsan di lantai" Gumam Za Can duduk.


Za Can menoleh sekitarnya dan menemukan Gu fei tertidur pulas dikursi.


"Hah?" Gumam Za Can bingung.


Za Can melihat tangannya yang terbalut kain dan sebuah gelas berisi air hitam pekat yang ternyata adalah racun.


Za Can tersenyum dan membawa selimut untuk menyelimuti Gu fei.


Za Can tahu siapa yang menyembuhkan dirinya, karena di kapal itu tidak ada orang yang memiliki kualitivikasi tubuh.


Jadi jika ada yang terkena racun ataupun merdiannya rusak dia tidak akan ketahuan.


Dikapal itu hanya ada Za Can seorang yang punya kualitivikasi tubuh.


"Terima kasih" Gumam Za Can menyelimuti Gu fei dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2