Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Pertempuran Wanita..


__ADS_3

Mereka terhenti sebentar. Gu fei menoleh dan melihat seseorang berambut putih dan cantik, sedang memanggil Za Can.


"Kak!" Kata Ling.


"Aku ingin ikut kakak!" Kata Ling.


"Ling!" Bentak Za Can.


"Siapa gadis ini?" Tanya Gu fei dengan tatapan tidak suka.


"Sudah berani ya kamu Za Can!, beberapa hari yang lalu baru saja berkata ingin memperbaiki hubungan denganku!!" Batin Gu fei tidak senang.


"Huh, dasar buaya darat!" Batin Gu fei.


"Siapa wanita yang mencoba menggoda kakak ini!?" Kata Ling sengaja menyinggung.


"Oh kamu kira aku menggodanya?, mungkin kamu harus berkaca terlebih dulu" Kata Gu fei santai menatap mata Ling langsung.


"Hahaha, kamu bercanda?" Kata Ling tertawa.


"Sial!, ternyata dia pandai mengembalikan perkataan!" Batin Ling geram.


"Huh, mau melawanku?, kamu tidaklah pantas!" Batin Gu fei senang.


"Tentu tidak, aku tidak pernah bercanda" Kata Gu fei tersenyum.


"K-kamu!!" Kata Ling geram.


"Kak Za Can!!, lihatlah wanita ini!!, dia menghinaku!!" Teriak Ling merengek ke Za Can.


"Cukup Ling!!" Kata Za Can tegas.


"Bisakah kamu jangan mengganggu aku!?" Kata Za Can.

__ADS_1


"Kak Za Can.." Gumam Ling sedih.


"Heh, sangat mudah untuk di singkirkan" Kata Gu fei.


"Lumayan, aku sedang dalam keadaan bagus untuk mengerjainya" Batin Za Can.


"Mama!!, Papa!!, kapan kita sampai ke restoran?" Tanya Xiu Jiang menyela.


"Tentu, sebentar lagi sayang.." Kata Gu fei sengaja.


"Kakak ini!, kenapa menghentikan kita?, aku sudah lapar dari tadi!!" Kata Xiu Jiang sedikit kesal.


"Bahkan bisa di kalahkan Jiang" Batin Gu fei senang.


"Baik Jiang sayang, ayo papa ajak sekarang" Kata Za Can memgelus rambut Xiu Jiang.


"Baik papa!" Kata Xiu Jiang bahagia.


"Apakah dia putra Za Can!?" Batin Ling.


Za Can, Gu fei beserta Xiu Jiang meninggalkan Ling yang terdiam.


Hingga sesampainya di restoran..


Mereka memesan menu yang sama, dan duduk di meja yang sama.


"Jiang, kamu mau minum apa?" Tanya Za Can.


"Terserah papa" Jawab Xiu Jiang bahagia.


"Sudah lama Jiang tidak makan bersama seperti ini!" Gumam Xiu Jiang sangat bahagia.


Gu fei yang mendengar gumaman tersebut, langsung memeluk Jiang.

__ADS_1


"Jiang jangan khawatir, di lain hari mungkin Jiang masih bisa makan bersama" Kata Gu fei tersenyum.


"Iya, mama" Kata Jiang.


"Tapi ma, kenapa kakak tidak tahu malu satu ini harus ikut makan dengan keluarga kita??" Tanya Xiu Jiang pura-pura polos.


"Apa!?" Bentak Ling tidak terima.


Gu fei langsung menatap tajam Ling, tatapan yang sangat penuh kebencian dan hawa membunuh. Layaknya seorang induk yang melindungi anaknya.


Ling hanya gemetar ketakutan, namun rasa tersebut dia sembunyikan.


"Sudahlah, tidak ada gunanya menanggapi lalat pengganggu sepertimu" Kata Gu fei bersikap tenang.


"Iya mama!, itu hanya membuat kita emosi!" Kata Xiu Jiang kesal.


"Jiang anak pintar!" Kata Gu fei tersenyum sambil mencubit kecil hidung Xiu Jiang.


"Hihihi" Xiu Jiang hanya bisa tertawa kecil.


Sementara Za Can dari tadi di abaikan begitu saja, dia merasa kedua wanita yang bersamanya membentuk dendam pribadi.


Tidak lama kemudian makanan datang.


"Jiang, biar mama suapin" Kata Gu fei tersenyum.


"Baik!" Jawab Xiu Jiang.


"Zui, sini buka mulutmu" Kata Za Can tersenyum.


Za Can menyuapi Gu fei dengan sangat bahagia, sementara Gu fei menyuapi Xiu Jiang.


Ling, dia sekarang hanya menjadi obat nyamuk diantara mereka berdua. Dia di campakkan begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2