
Hingga Gu fei menemukan Za Can di atas kapal.
"Hei!" Kata Gu fei sambil menepuk pundak Za Can pelan.
"Nggak makan bareng kah?" Tanya Gu fei.
"Nggak usah.. Kau aja makan aku udah kenyang.." Kata Za Can sambil menatap lautan.
"Nanti sakit lo kalo nggak makan.." Kata Gu fei.
"Aku kuat.. Ngga bakalan sakit.." Kata Za Can.
"Haish.. " Hela nafas Gu fei.
"Apa kau sedang sedih?" Tanya Gu fei.
"Tidak.." Jawab Za Can.
"Tunggu sebentar.." Kata Gu fei berdiri dan pergi dari situ.
Tak lama kemudian Gu fei kembali dengan membawa alas makan yang berisi ikan panggang itu.
"Ngapain?" Tanya Za Can.
Gu fei memotong motong daging ikan itu dan menusuk daging ikan yang sudah dipotong menggunakan garpu yang Gu fei bawa sambil menghilangkan durinya.
Gu fei menyuapi Za Can dengan santai.
"Buka mulutmu.." Kata Gu fei sambil tersenyum.
__ADS_1
"Eh.. Ap.. Apa?" Kata Za Can gagap.
"Sudah jangan begini! sekarang buka dulu mulutmu.." Kata Gu fei.
Za Can membuka mulutnya dengan pelan dan Gu fei menyuapi Za Can dengan santai.
"Kau bilang denganku agar menjaga kesehatan.. Tapi kenapa kau malah nggak makan?" Gumam Gu fei sambil memilah milah daging ikan dipiring yang ia pegang.
"..." Za Can tak bisa berkata kata.
"Hei.. Apa boleh kenalan ulang?" Tanya Za Can lirih.
"Hah?" Tanya Gu fei.
"Perkenalan namaku Za Can bos dari penyewaan kapal dipelabuhan" Kata Za Can mengulurkan tangannya dengan tersenyum.
"Oh.. Ya.. Namaku Zin.. Salam kenal.." Kata Gu fei meletakkan piring itu sambil berjaba tangan.
"Apa?" Jawab Za Can.
"Kenapa kau malah jadi bos penyewaan kapal di pelabuhan?" Tanya Gu fei.
"Padahal biasanya orang seusiamu ini.." Gumam Gu fei.
"Sudahlah.. Ini pilihanku sendiri.." Kata Za Can memalingkan wajahnya.
"Hah?.. Maksudnya?" Tanya Gu fei.
"Dulu.. Aku punya kekasih masa kecil.. Namanya Zui.. Aku sering bermain dengannya di pengungsian.." Kata Za Can tertunduk sedih.
__ADS_1
"Ledakan gunung berapi 14 tahun lalu membuatku bertemu dengannya.. Tapi saat bencana itu selesai.. Dia hilang tanpa kabar.." Kata Za Can.
"Saat sebelum hari dimana dia menghilang ia berkata kepadaku.." Kata Za Can lagi.
"Dia akan pergi menjelajahi dunia ini dan aku akan melihatnya menuju puncak kesuksesaan itu.." Gumam Za Can.
"Lalu dimana keluargamu?" Tanya Gu fei.
"Keluargaku.. Aku pergi dari keluargaku.." Kata Za Can.
"Ha?.. Kau bilang pergi?.. Gimana coba kalo si Zui itu nggak ingat kau dan malah selingkuh tidak menepati omongan sendiri!" Teriak Gu fei.
"Kalo kesal juga jangan teriak ngapa!" Kata Za Can berdiri.
"Tunggu kau bilang tadi namanya Zui?" Tanya Gu fei.
"Iya.." Jawab Za Can.
"Zui.. Kenapa kok kayak nama panggilanku saat kecil.." Batin Gu fei.
"Apa ini hanya kebetulan?" Batin Gu fei.
"Tapi kenapa aku juga merasa sangat familiar jika dekat si Can Can?" Batin Gu fei.
"Saat aku dekat dengan Nagara nggak pernah tuh kek gini.." Batin Gu fei.
"Mungkin ini hanya kebetulan.." Batin Gu fei.
"Hah.. Gu fei sekarang kau harus fokus pada tujuanmu!" Batin Gu fei.
__ADS_1
"Lupakan soal masa yang sudah terjadi dan sekarang harus membuka lembaran baru kembali!l Batin Gu fei.