
#Ruangan Dokter
"Bagaimana keadaan Zui!" Teriak Ibu Zui.
"Emm.. Maaf pak bu, Pasien mengalami pendarahan di otak yang menyebabkan pasien kritis" Kata Dokter.
"Namun, mungkin keinginan untuk hidup pasien jauh melebihi ekspetasi kami, sehingga pasien dapat melewati masa kritis dengan baik" Kata Dokter itu.
"Syukurlah.." Kata Ayah Zui lega.
#Luar ruangan.
"Zu.. seharusnya kakak tidak mengizinkanmu pergi dengan Za Can.." Kata seseorang yang sedang terduduk dilantai pucat.
"kamu adikku satu satunya didunia ini.." Gumam Kakak Zui.
"Aku sangat menyesal!" Batin kakak Zui.
"Bahkan Za Can tidak memberitahukan kami mengenai kejadian ini" Gumam Kakak Zui.
"Za Can berengsek! Apa yang kau lakukan ke adikku!" Batin Kakak Zui berdiri.
"Aku harus melakukan sesuatu!" Batin Kakak Zui mondar mandir.
"Yah, aku harus membuat perhitungan dengannya!" Batin Kakak Zui berhenti ketika pintu ruangan dokter dibuka.
"Bagaimana keadaan Zui yah, bu!?" Tanya kakak Zui panik.
"Zu Zu masih hidup, dia sudah melewati masa kritisnya" Kata Ayah Zui.
"Lalu kapan dia akan bangun?" Tanya Kakak Zui.
"Zu Zu dia akan bangun.." Kata ibu Zui masih pucat.
"Aku harus mencarinya!" Batin Kakak Zui.
"Ayah, Ibu.. aku izin keluar ya" Kata Kakak Zui.
Kakak Zui langsung pergi keluar dari rumah sakit dan mencari kendaraan umum.
"Aku akan menenangkan diri terlebih dahulu" Gumam Kakak Zui.
__ADS_1
"Setelahnya Tunggu pembalasanku!" Batin Kakak Zui sadis.
#Posisi Za Can.
"Ukh.." Za Can kesakitan saat bangun dari kondisinya.
"..." Dia hanya diam tak bersuara.
"Za Za sayang~" Kata seseorang dari samping.
Orang yang berbicara itu tidak lain adalah Nyida.
"Kau!.. Kau dimana Zui!?" Teriak Za Can.
"Aww!" Kepala Za Can tiba tiba mengeluarkan sakit yang sangat luar biasa.
"Agrhh!" Teriak Za Can kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Sakit sekali! bahkan pandanganku kabur!" Batin Za Can.
"Aku harus kuat tak boleh bersama ular ini!" Batin Za Can.
"Sial! rasanya sakit banget!" Batin Za Can.
2 hari kemudian Za Can kembali terbangun dari tidurnya.
"Aku.." Gumam Za Can.
"Sayang! kamu sudah bangun!" Kata Nyida yang berada di sisi Za Can.
"Siapa!?" Teriak Za Can.
"Hah.. Kau kenapa sih sayang, Aku ini Nyida pacar kesayanganmu?" Kata Nyida memeluk Za Can.
"Kenapa aku tidak ingat denganmu" Gumam Za Can.
"Kamu kecelakaan hingga lupa ingatan!" Teriak Nyida mencari simpati.
"Jadi aku" Gumam Za Can.
"Za Can, itu namamu" Kata Nyida.
__ADS_1
"Za Can ya.." Gumam Za Can.
"Can Can.." Tiba Tiba kata kata itu muncul dibenak Za Can.
"Ukh!" Gumam Za Can.
"Ada apa sayang!" Kata Nyida pura pura panik.
"Kepalaku sakit!" Kata Za Can.
"Kamu minumlah obat dulu" Kata Nyida mencari sesuatu dilaci dekat kasur.
"Ini" Kata Nyida sambil membuka botol obat yang dia pegang.
"Terima kasih".Kata Za Can.
"Jangan sungkan aku adalah pacarmu" Kata Nyida.
Za Can langsung meminum obat tersebut bersamaan dengan air.
"Kenapa kepalaku sakit" Kata Za Can.
"Tidurlah agar keadaanmu membaik Sayang" Kata Nyida bergegas meninggalkan kamar.
"Za Can.." Gumam Nyida Tersenyum.
"Aku akhirnya mendapatkanmu" Gumam Nyida.
…
Guys ada yang penasaran nggak nih sama keluarganya Za Can dan Nyida?, Kenapa keluarganya nggak cari Nyida / Za Can?
Oke Guys author ceritain untuk bonus aja ya.
Za Can.
Seseorang putra yang memiliki garis keturunan iblis karena ibunya dari klan iblis dan ayahnya manusia. Dia memiliki seseorang adik perempuan yang masih kecil seumuran dengan Zui. Keluarganya berpisah semenjak Klan Mata Merah Keji dibantai. Ibunya melarikan diri setelah melahirkan adik Za Can. Ayahnya merawat adik Za Can sambil bekerja sehingga Za Can seperti anak yang terlantar.
Nyida.
Nyida adalah seorang putri dari pelakor. Dia menuruni sifat ibunya yang suka menghancurkan hubungan orang lain. Ayahnya seseorang pria baik baik namun dia dibunuh oleh ibunya untuk diambil hartanya. Ibunya adalah seseorang pelacur disebuah bar ilegal yang menarik perhatian ayah kandung Nyida.
__ADS_1
~Sekian Guys jangan lupa Like, Comen, Favorit, dan Vote ya!
~Terima kasih