Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Tempat Pelelangan


__ADS_3

#Tempat Pelelangan.


Gu fei dan Nagara sampai di tempat pelelangan tersebut.


Dalam antrian Gu fei dan Nagara mengantri.


"Gu fei " Panggil Nagara.


"Hmm" Jawab Gu fei.


"Kita ngapain Ke sini? " Tanya Nagara.


"Lihat lah nanti!... Kita akan pesta darah" Bisik Gu fei.


"Kau ini Gu fei kejam kali lo padahal Ayah dan Ibu kandungmu tak sekejam kau! " Batin Nagara sambil menatap Gu fei dengan muka datar.


Setelah antrian giliran Gu fei dan Nagara.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan lelang.


"Aku dan dia mau memesan ruangan! " Jawab Gu fei sambil menunjuk Nagara.


"Maaf ruangan penuh untuk anak muda! dan kalian nggak mungkin mampu membayarnya" Kata pelayan senyum sinis.


"Baik.. Aku mau melelang barang ini saja" Kata Gu fei sambil mengeluarkan sesuatu dari kalungnya.


"Heh.. Mau melelang barang tak berguna ya" Batin pelayan sirik.


"Ini.. Apakah aku bisa melelang buku yin dan yang yang langka dan buku seratus pukulan langit" Kata Gu fei sambil mengeluarkan barangnya.


"A... Apa!" Kaget pelayan itu.


"Tunggulah sebentar aku akan memanggil majener dahulu" Kata pelayan sambil lari ke ruang majener.


Gu fei dan Nagara berbicara tentang acara lelang sambil menunggu majener tersebut.


"Tuan... Nona... Apa yang akan kalian lelang itu benar buku itu" Senyum bahagia majenernya.


"Iya.. ini" Kata Gu fei sambil memberikan dua buku tersebut.


"Baiklah nona dan tuan kalian bisa memakai topeng ini untuk hak privat kalian" Kata majener.


"Heh.. Kau kira aku dapat di bodohi hingga lupa barang yang akan ku lelang" Batin Gu fei jahat.


"Tunggu sebentar jadi jumlah total harga barang yang ku lelang berapa? " Tanya Gu fei.


"Emm.. Jadi totalnya 10.000 koin emas" Jawab majener.


"Oke" Kata Gu fei sambil memakai Topeng.


"Nagara pake topeng ini nggak kau?" Tanya Gu fei.


"Nggak usah" Jawab Nagara.


"Ayo" Ajak Gu fei sambil mengandeng tangan Nagara.


Mereka telah sampai di pelelangan dan masuk jadi rencana 1 Gu fei berhasil.


"Selamat malam para tamu hadirin kita akan melelang barang malam ini dan ada juga barang misteri dari semua barang yang ada" Teriak pembawa acara lelang.


"Kita sambut tas yang melegenda pasti kalian bisa mengenalinya kan tas ini adalah tas yang di pakai oleh putri kerajaan dan luarnya dilapisi emas dan berlian yang sangat berkilauan sedangkan di dalamnya terdapat taburan emas kuno yang menyebabkan Tas ini ringan" Teriak pembawa acara.


"Kita mulai dengan harga 15000 koin emas dan 100 koin perak"


"30000 koin emas!" Teriak Xiao Sia dari kejauhan.


"Keluarga Xiao memang kaya ya! .. mereka bisa mengluwarkan harga 30000 untuk penawaran 1" Bisik.


"Apakah ada yang akan menawar lagi? " Teriak pembawa acara.


"1 kali ketuk.. 2 kali ketuk.. 3 kali ketuk" Teriak pembawa acara.


"Baiklah barang selanjutnya giok peninggalan kuno raja faus yang mati karena peperangan untuk menegakkan keadilan" Teriak pembawa acara.


"Kita mulai dengan harga 1000 koin emas dan 700 koin perak" Teriak pembawa acara.


"1500"


"1900"


"2000"


"2200"


"Baik 2200 koin emas.. apa ada yang akan menawar lagi" Teriak pembawa acara.

__ADS_1


"Terjual" Teriak pembawa acara sambil mengetuk palu kayu.


" Barang yang akan di lelang selanjutnya sangatlah istimewa" Teriak pembawa acara.


"Kami persembahkan seekor manusia harimau ia di dapat dari Hutan Kuo kota Jing manusia yang bermutasi menjadi harimau yang sangat langka.. Jika manusia harimau ini menjadi pengawal atau peliharaan anda pasti akan sangat berguna" Teriak pembawa acara.


"Harga di mulai dari 5000 koin emas" Teriak pembawa acara.


"10.000"


"15.000"


"20.000"


"30.000"


"Baiklah 30.000 koin emas" Teriak pembawa acara.


"Terjual" Teriak pembawa acara.


"Barang selanjutnya set Buku YinYang dan Seratus Pukulan langit" Teriak pembawa acara.


"Apa.. Buku YinYang dan Seratus Pukulan Langit!.. Kenapa itu buku bisa Ada di pelelangan ini!" Batin Xiao Sia terkejut.


"Kita mulai dengan harga 10.000" Teriak pembawa acara .


"15.000"


"20.000"


"25.000"


"Aku harus mendapatkan buku itu" Batin Xiao Sia.


"40.000" Teriak Xiao Sia.


"40.000.. Terjual " Teriak pembawa acara.


"Baik lah barang lelang terakhir ini yang sudah ditunggu banyak orang" Teriak pembawa acara .


"Cincin penyimpanan roh.. Tak perlu ku jelaskan lagi pasti semua sudah tahu" Teriak pembawa acara .


"Harga dimulai 50.000 koin emas" Teriak pembawa Acara .


"Sialan!... Uangnya habis!.. Dasar tak berguna" Gumam Xiao Sia geram.


#Sementara Tempat Gu fei.


"Gu fei apa kita perlu barang itu?" Tanya Nagara.


"Iya" Jawab Gu fei.


"Aku akan menawar harga! " gumam Nagara.


"Kau tenang lah dahulu kita tak akan membelinya tapi merebutnya " Jawab Gu fei percaya diri.


"Tapi apa gunanya cincin penyimpanan roh?"


"Kau tidak tahu Kalau Cincin ini adalah cincin yang langka.. Bisa menyimpan apa pun termasuk makhluk hidup! Jadi banyak yang mengincar cincin ini termasuk Xiao Sia" Jawab Gu fei menjelaskan.


"Baiklah kita mulai siapa yang akan menawar" Teriak pembawa acara.


"55.000 koin emas"


"60.000 koin emas"


"70.000 koin emas"


"100.000 koin emas"


"Baiklah terjual 100.000 koin emas" Teriak Pembawa Acara.


"Wah Sekali pukulan langsung 100.000 koin emas" Bisik.


"Siapa orang ini?" Bisik.


"Kaya sekali aku ingin orang ini " Bisik.


"Orang ini... Bukan Orang biasa! Tekanan yang di buatnya membuat orang yang memiliki kekuatan bela diri merinding" Batin Gu fei berpikir.


"Baiklah para tamu sekalian dengan ini acara pelelangan berakhir jangan lupa untuk mengambil barang di lobi pertukaran ya menggunakan surat yang akan saya berikan ini" Teriak pembawa acara.


Setelah Pelelangan selesai para tamu pun keluar dari acara pelelangan sementara Xiao Sia langsung pergi.


"Nagara ayo kita ambil uang kita! " Ajak Gu fei.

__ADS_1


Gu fei dan Nagara pun pergi ke lobi Keuangan dan mengambil koin uang tersebut.


Setelah selesai mereka ke lobi perjamuan hanya sedikit orang yang tahu tentang lobi ini.


Gu fei mengetahuinya Karena ia dahulu tak sengaja tersesat saat masih kecil di hotel yang bertingkat pada pelelangan tersebut dan malah tak sengaja masuk ke dalam lobi ini.


"Wah.. Tak ku sangka ada tempat seperti ini di pelelangan" Gumam Nagara kagum.


"Baiklah Nagara kita akan beraksi.. sekarang kita harus meregangkan otot otot ini" Kata Gu fei sambil memegang segelas Anggur.


"Apa sekarang pesta darahnya?" Tanya Nagara.


"Belum mulai " Jawab Gu fei tenang.


Tiba tiba ada seseorang yang berkelahi karena alasan yang tidak jelas.


"Sekarang mulai!" Gumam Gu fei tersenyum.


"Nagara kita akan mengawasi dari atap" Kata Gu fei sambil mencoba keluar dari kerumunan.


"Oke" Kata Nagara Sambil mengikuti Gu fei.


"Akan Aku bunuh kamu" teriak Seseorang yang sedang bertarung.


Suasana menjadi tidak terkontrol banyak nyawa orang tidak bersalah menjadi korban dan pertumpahan darah pun di mulai.


"Nagara Lihat Ini yang namanya pesta" Gumam Gu fei sambil meminum satu gelas anggur yang ia bawa.


"Gu fei apa kamu tak takut dengan pemandangan seperti ini" Tanya Nagara.


"Untuk apa takut pemandangan seperti ini itu lebih indah dari pada pengkhianatan sahabat" Gumam Gu fei.


"Sungguh orang yang kejam" Gumam Nagara.


Seseorang yang misterius tiba tiba menyerang Gu fei yang berada di atap Gedung untuk melihat.


"Syuh.... " Suara jarum yang di arahkan ke Gu fei.


Dengan Gesit Gu fei menghindari Jarum tersebut.


"Orang ini kan yang tadi membeli cincin penyimpanan roh ... kenapa ia menyerangku" Batin Gu fei.


"Nagara hati hati orang ini berbahaya " Teriak Gu fei di pertarungan yang sengit tersebut.


"Aku akan kembali pada Tahun yang akan datang" Gumam orang misterius tersebut sambil pergi.


"Apa ia akan datang kembali?" batin Gu fei sambil berjalan mendekati Nagara.


"Gu fei.. Kita apa harus mengejar orang itu" Teriak Nagara.


"Tidak perlu " jawab Gu fei.


"Aku akan menyelidiki orang itu.. Tapi tidak ada waktu" Batin Gu fei.


Mereka pun pulang dengan pakaian berlumuran darah mereka.


"Gu fei apa kau yakin akan pulang dengan pakaian seperti ini" Tanya Nagara.


"Nggak.. Aku akan berganti pakaian" Jawab Gu fei.


"Ya" Nagara pun berjalan lurus sambil melihat jalanan.


"Apakah jika aku pulang aku akan di hukum oleh ayah?" Batin Gu fei.


"Meskipun gagal aku harus berhasil!" Batin Gu fei.


"Aku akan lewat jendela lagi... Tapi bagaimana caranya aku pulang!" Batin Gu fei berpikir.


"Aku juga nggak bawa Pakaian Ganti lagi" Batin Gu fei.


"Hmm... Ada apa Gu fei? " Tanya Nagara.


"Tidak apa apa kok hanya memikirkan jalan pulang" Jawab Gu fei bingung.


"Tenang lah aku bisa memberhentikan Taxi" Kata Nagara.


"Bukan itu masalahnya... hanya nanti gimana dapat transportasi jika aku berlumuran darah seperti ini" Kata Gu fei sambil menunjukkan pakaiannya.


"Oh... Aku juga nggak tahu" Jawab Nagara berpikir.


"Aku tahu! kita harus menodong mobil seseorang" Kata Gu fei bersemangat.


"Kamu gila ya gimana kalo kita ketangkep" Kata Nagara kaget.


"Tergantung kamu mau pulang atau tidak" Senyum Gu fei sambil mencoba memberhentikan Taxi.

__ADS_1


__ADS_2