
"Aku bukanlah orang murahan!" Batin Gu fei sambil berdiri.
"Brukk!" Gu fei terjatuh karena tenaganya hampir terkuras habis.
"Sial!" Gumam Gu fei.
Za Can mendengar suara terjatuh langsung memunculkan kepalanya.
"Kenapa kau duduk dilantai?" Tanya Za Can.
"Aku.. aku sedang mencari uangku yang hilang.. Ha.. Ha.." Kata Gu fei sambil menepuk nepuk lantai karena gengsi untuk mengakuinya.
"Sial!" Batin Gu fei.
Za Can langsung kembali mandi lagi.
"Bisa bisanya dia peduli dengan uang.. padahal kemarin malam baru saja diambang kematian.." Gumam Za Can.
"Namun sebenarnya dia siapa sih? dia itu apa Zui? Atau dia adalah Putri dari klan itu?" Kata Za Can bingung.
"Agrahh!" Teriak Za Can frustrasi.
"Bukk!" Za Can memukul kayu yang berada dikamar mandi.
"Sudahlah Can!" Batin Za Can.
"Aku tidak boleh memikirkan hal negatif!" Batin Za Can.
Sementara kondisi Gu fei.
"Fiuhh.." Gu fei menghembuskan nafas lega.
"Untung aja.." Gumam Gu fei.
Gu fei merangkak keluar kamar dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
sesampainya diluar dia mencoba berdiri dengan menarik sebuah kayu untuknya bersandar sambil berjalan.
"Sial!" Batin Gu fei berjalan dengan kesusahan ke arah kamarnya.
"Kenapa aku tidur dengan bajingan itu!" Batin Gu fei marah.
"Aku bukan wanita murahan!" Batin Gu fei.
"Hmm.. aku sepertinya harus balas dendam!" Batin Gu fei.
Ada seseorang yang lewat di samping Gu fei dan melihat Gu fei dari ujung kepala sampai kaki.
"Apa kau lihat lihat!" Sentak Gu fei marah.
"Ti.. tidak" Kata orang itu.
"Sepertinya bos melakukannya.." Batin orang itu berlari pergi.
"Hi.. Hi.. Hi.." Tawa kecil orang itu.
"Ini semua karena mereka! orang yang membawaku dan si berengsek itu! " Gumam Gu fei.
"Tunggu! kenapa aku harus mempercayai dirinya.." Batin Gu fei frustrasi.
Gu fei berjalan pelan ke arah kamarnya sementara Za Can dia selesai mandi.
Za Can keluar dengan handuk yang menutupi pinggang kebawahnya saja.
Dia berjalan ke arah kamarnya namun sepanjang lorong banyak orang yang Za Can tegur karena membicarakan dirinya dan Gu fei.
"Kenapa orang orang hari ini?" Batin Za Can.
Za Can melihat Gu fei yang berjalan pelan sambil bersandar di papan kayu.
"Hah?" Batin Za Can mendekati Gu fei.
__ADS_1
"Hei!" Kata Za Can memanggil Gu fei.
"Sial! kenapa dari tadi tidak sampai ke kamarku!" Batin Gu fei.
Gu fei menengok ke arah suara tadi dan melihat Za Can yang sangat menggoda.
"Sial! Kak Can! Jangan menggoda aku!" Batin Gu fei kaget.
"Kenapa keluar dengan pakaian bodoh itu!" Kata Gu fei.
"Ya.. disana tak ada pakaianlah.. " Kata Za Can.
"Oiya, kenapa kau berjalan seperti orang yang tidak punya kaki?" Tanya Za Can sadis.
"Tidak punya kaki!?" Batin Gu fei kesal.
"Awas kau ya!" Batin Gu fei.
"Lihat dulu kakiku yang bengkak!" Teriak Gu fei kesal.
Za Can langsung melihat kaki Gu fei yang sungguhan bengkak.
"Hah.." Gumam Za Can.
Za Can langsung menggendong Gu fei dan berjalan ke arah kamar Gu fei.
"Lepaskan aku berengsek!" Teriak Gu fei.
"Aku bukan perempuan murahan!" Teriak Gu fei memberontak.
"Lepas aku!" Teriak Gu fei sekeras kerasnya.
"Dasar Bajingan!" Teriak Gu fei.
"Ya.. Ya.. terserah mau teriak apa.." Kata Za Can.
__ADS_1